30 Aug 2017

Pembaca yang budiman terutama Komunitas Investa dimana saja berada,

Kemarin IHSG ditutup melemah 0,26% diposisi 5.888,21 setelah pekan lalu IHSG menembus record tertingginya 5916,82. Peluncuran rudal Korea Utara menjadi salah satu beban bagi IHSG setelah Bursa Regional juga mengalami penurunan yang sama. Seperti pernah saya sampaikan bahwa resiko politik terutana dari eksternal bisa terjadi kapan saja, dan hal tersebut akan menjadi sangat berpengaruh bila melibatkan negara2 besar.

Seorang Trader / Investor memang lambat atau cepat akan menjadi seorang pemerhati dan bahkan analis dari berbagai informasi dan kondisi, mulai  ekonomi, komoditas, politik dan sebagainya. Kenapa? karena harga saham itu sangat sensitif terhadap suatu informasi. Maka seorang trader / investor akan mempunyai hikmah tersendiri paling tidak akan gemar mencari informasi sehingga tidak menjadi seorang yang "Kuper".

Selain masalah Rudal Korea Utara yang meluncur dan jatuh di lautan Jepang saya kira koreksi IHSG masih pada tingkat yang wajar karena tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan dari faktor internal. Bahkan cadangan devisa kita bulan Juli 2017 mencapai $127,8 milyar dan ini mencerminkan pula peningkatan ekspor kita sehingga nilai Rupiah kita cukup stabil.

Mengenai net sell asing di pasar saham sejak awal tahin ini diimbangi dengan masuknya dana ke Surat Utang Negara (SUN) sehingga bukan terjadi pelarian modal. Selain itu ada kemungkinan dana orang Indonesia yang semula masih "pinjam nama" ke asing maka setelah Tax Amnesti kini kembali kepemilik aslinya. Hal ini juga bisa kita lihat dari pergeseran antara Investor  asing dan lokal dimana saat ini dominasi asing sudah bergeser ke lokal secara bertahap. Sekalipun kita membutuhkan masuknya modal asing ke negara kita tetapi selayaknya memang Bursa lebih baik kalau didominasi investor lokal sehingga tidak terjadi goncangan jika suatu saat terjadi keluarnya modal asing tersebut.

Bagaimana kondisi IHSG pekan ini yang tersisa  dua hari sebelum libur Hari Raya Idhul Adha sehingga hari Jum'at libur Bursa. Prediksi saya IHSG potensi reboun sekalipun tidak banyak berkisar 5905 sd 5925. Saham2 pertambangan khususnya dari Nikel, Timah dan Batubara masih akan meramaikan pasar.

Berita bahwa Freeport akhirnya bersedia melepas 51% sahamnya ke Pemerintah Indonesia tentu menjadi berita positif karena kita akan memiliki perusahaan pertambangan emas dunia ini. Meskipun masih akan panjang waktunya bagaimana skemanya dan siapa yang punya potensi kuat sebagai pemilik nantinya. Namun kita juga harus bisa membuat suatu kajian sebagai investor saham sehingga bisa mengambil peluang lebih awal.

Saya sendiri mempunyai prediksi bahwa beberapa perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan ini punya potensi lebih tinggi untuk ambil peran dalam kepemilikan Freeport . Perusahaan seperti ANTAM yang sudah bergerak dipoduk emas bisa menjadi pilihan sehingga boleh saja kalau kita berspekulasi untuk mulai koleksi saham ANTM selagi harganya masih dibawah Rp.1.000 per lembar, apalagi saat ini harag emas cenderung bergerak naik.

Kenaikan harga Nikel dan Timah juga potensi mendorong harga saham INCO kembali diatas 3000 bahka target saya di Rp.3250 sedangkan TINS juga potensi lanjutkan penguatannya diatas Rp.1000. Apalagi jika kondisi pasar normal saya kira belum terlambat jika saham INCO, ANTM dan TINS sebagai pengisi portofolio.

Saham spekulatif yang layak dicermati adalah TRAM dengan ring antara 180 sd 200 bisa untuk arena "bermain", demikian pula BKSL antara 145 sd 155 dan DGIK antara 80 sd 90. Tentu ini buat yang punya keberanian tinggi untuk trading pendek mencari cuan harian,kenapa tidak?? Namun semua ada resiko yang layak kita perhatikan.

Semoga kita mendapatkan yang terbaik, Amin.

Saya dan Keneisha akan mencoba berbagi pengalaman trading dari berbagai aspek dalam acara Pelatihan Investor pada tgl.8 sd 10 Sptember 2017 di Bandung. Bagi yang berminat mengikuti acara tersebut silahkan menghubungi kami baik lewat WA 087700085334 atau email investa.p3m@gmail.com.
Trading saham butuh pengetahuan yang merupakan modal utama investor.
Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

24 Aug 2017

Pembaca yang budiman,
 
Dalam sajian ulasan TEH PAGI tgl.23 September 2017 kemarin saya memprediksi bahwa IHSG akan menembus record tertingginya 5910 dan kita bisa lihat sama2 bahwa kemarin 24 September 2017 IHSG memang "terbukti" mencapai record tertinggi baru yanitu 5914. Juga seperti yang telah saya sampaikan bahwa saham2 pertambangan masih akan menjadi motor perdagangan Bursa. Adapun yang terjadi kemarin saham2 INDY (+16%), ADRO (+5%), MEDC (+3%) sedangkan saham lain yang belum naik INCO, TIN dan ANTM.
 
Namun atas saham INCO, TINS dan ANTM tersebut itu justru merupakan peluang untuk koleksi selagi masih istirahat harganya. Kita mesti bisa mengetahui mana saham yang sedang istirahat sejenak atau potensi meluncur turun berlama-lama. Jika saham2 hanya istirahat sejenak itulah peluang yang mesti kita manfaatkan sebagai peluang untuk masuk karena tidak ada kenaikan yang seperti garus lurus.

Semalam harga komoditas Nickel naik tajam 3% dan Timah naik 0,88% demikian pula batubara juga masih naik, sehingga kemungkinan saham INCO akan melewati harga Rp.3000,- dan target saya dikisaran Rp.3150,-. Sedangkan Timah juga akan menuju Rp.900,- sementara ANTM saya targetkan di Rp.740,- .

Bursa global termasuk DOW memang rata2 melemah dan ini yang mungkin sedikit menahan laju kenaikan IHSG, namun saya masih punya prediksi IHSG akan naik tipis menuju 5925 seperti prediksi saya kemarin (silahkan baca ulasan saya 23/9/2017). Penurunan suku acuan BI direspon positif oleh pelaku pasar dan kalangan dunia usaha karena akan menurunkan beaya bunga.

Selain saham2 tersebut silahkan mulai perhatikan beberapa saham lapis dua dan tiga yang punya prospek bagus seperti DSFI, BKSL, ASRI, NRCA dengan kinerja yang cukup bagus serta menunjukkan pertumbuhan ini merupakan pertimbangan buat yang mau investasi jangka menengah.
Bila dasarnya Fundamental dan Prospek maka kita tidak terlalu khawatir karena waktu yang akan membuktikan bahwa harga saham itu akan menyesuaikan fundamentalnya.

Adakalanya saham2 yang punya fundamental dan prospek bagus harga sahamnya belum mau "bergerak" bagaimana menyikapinya? saya sarankan untuk masuk saat harga mulai menunjukkan sinyal pergerakkan yang baik sehingga kita tidak terlalu lama menunggu. Namun demikian kalau kita harus menunggu juga inilah suatu kesabaran yang memang harus kita punyai dalam berinvestasi.

Hanya kembali saya sarankan pilihlah saham2 tertentu dengan jumlah yang tidak terlalu banyak jenisnya karena kemampuan kita terutama dalam mengawasi portofolio kita juga terbatas. Terlalu banyak jenis sahamnya menjadikan kita tidak fokus, sesuaikan dengan kemampuan dan wktu kita masing2.

Saya dan Keneisha akan mencoba berbagi pengalaman trading dari berbagai aspek dalam acara Pelatihan Investor pada tgl.8 sd 10 Sptember 2017 di Bandung. Bagi yang berminat mengikuti acara tersebut silahkan menghubungi kami baik lewat WA 087700085334 atau email investa.p3m@gmail.com.

Trading saham butuh pengetahuan yang merupakan modal utama investor.
Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

23 Aug 2017


INVESTA  Kembali menyelenggarakan pelatihan dan temu investor di Bandung, bertempat di Hotel NEXA  Jl. WR Supratman no. 66-68, dan Hotel Prime Park Jl, P.H.H. Mustofa No.47/57 dengan materi sebagai berikut:

Jumat, 8 September 2017
di HOTEL NEXA
LIVE TRADING
Tape reading & Bandarmologi

Sabtu, 9 September 2017
di HOTEL PRIME PARK
Aksi Korporasi & Bandarmologi
Basic Technical Analisis (price action)

Minggu, 10 september 2017
di HOTEL NEXA
Fundamental Analisis
Portofolio Recovery

Biaya :
8 dan 9 September 2017
Rp. 700.000,00

10 September 2017
Rp.500.000,00

Sudah termasuk coffee break dan makan siang

Pembicara:
Hari Prabowo
Keneisha

Hubungi :
Bapak Hari Prabowo
WA +62 877-0008-5334





Para Komunitas Investa, nasabah BNI SEKURITAS Semarang dan pembaca yang budiman,

IHSG akan menembus record tertingginya 5910 dalam pekan ini? menurut prediksi saya sagat mungkin dengan merujuk pada kenaikan harga komoditas terutama nickel, timah, batubara dan CPO. Dimana banyak emiten2 kita dari sektor pertambangan yang mempunyai kapitalisasi cukup besar.
 
Selain itu berita penurunan bunga acuan Bank Indonesia menjadi 4,5% atau turun 0,25% juga merupakan berita positif bagi perkembangan investasi di Pasar Modal. Investor setidaknya ada kemungkinan menambah investasinya di portofolio surat berharga termasuk saham sehingga akan memacu permintaan yang berdampak kenaikan harga saham.
 
Dari sektor usaha tentu akan lebih happy dengan suku bunga kredit yang relatif rendah karena memperkecil beaya dan "keberanian" menambah kredit/pembiayaan untuk pengembangan usahanya.
Demikian pula sektor perbankan tentu malah senang karena cost of money lebih rendah dan NPL juga bisa ditekan serta margin Laba tetap bisa terjaga dengan baik.
 
Kemungkinan yang agak mengkhawatirkan bila The FED menaikkan suku bunganya karena adanya potensi aliran modal asing yang keluar. Namun saya kira kalau hitung2an besarnya bunga di Indonesia tetap lebih menarik karena masih lebih tinggi dibanding di AS, apalagi kalau pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dan situasi politik kondusif.
 
Jadi kenaikan IHSG setelah kemarin ditutup 5880,30 untuk menembus 5910 dalam pekan ini kemungkinan cukup besar,  prediksi saya IHSG akan mencapai 5925 pada akhir pekan ini. Dengan dukungan saham2 pertambangan / cpo, properti, dan otomotif yang punya potensi kenaikan 2% sd 5% kedepan antara lain INCO, TINS, ANTM, INDY, ADRO, MEDC, AALI, LSIP, ASII, SMG dan UNVR.
 
Tentu semua hanya prediksi dan dengan catatan tidak ada kejadian yang "luar biasa" dan faktor eksternal yang bisa merubah setiap prediksi. Memang kejadian diluar faktor ekonomi dan keuangan kadang susah diprediksi seperti resiko poltik dan keamanan misalnya.
 
Kami juga memberitahukan bahwa kami LP3M INVESTA menjadwalkan pelatihan Investor saham di Bandung tgl.8 sd 10 September 2017 termasuk LIVE TRADING untuk memperjelas tentang strategi trading dan cara kerja bandarmologi selain Teknikal Analisis dan bedah portofolio.
bagi yang berminat silahkan menghubungi kami untuk pendaftarannya di via email investa.p3m@gmail,com atau wa 087700085334.
 
Trading saham butuh pengetahuan yang merupakan modal utama investor.

Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

17 Aug 2017


INVESTA  Kembali menyelenggarakan pelatihan dan temu investor di Bandung, bertempat di Hotel NEXA  Jl. WR Supratman no. 66-68, dengan materi sebagai berikut:

Jumat, 8 September 2017
Basic technical Analisis
Tape reading & Bandarmologi
LIVE TRADING

Minggu, 10 september 2017
Fundamental Analisis
Portofolio Recovery

Biaya :
8 September 2017
Rp. 700.000,00
10 September 2017
Rp.500.000,00
Sudah termasuk coffee break dan makan siang

Pembicara:
Hari Prabowo
Keneisha

Hubungi :
Bapak Hari Prabowo
WA +62 877-0008-5334




16 Aug 2017

Para Komunitas Investa, nasabah BNI SEKURITAS Semarang dan pembaca yang budiman,

Ketegangan politik antara Korut dan AS sementara ini mereda sehingga dalam 2 hari kemarin IHSG parkir di jalur hijau diposisi 5835,04 naik 0,58% dan investor asing net buy Rp.58,47 Milyar. Seperti ulasan saya Senin lalu bahwa penurunan IHSG akhir pekan memang dipicu adanya Resiko Politik dari semenanjung Korea sehingga merontokkan index Bursa Global dan Regional termasuk IHSG yang sempat tirin dibawah 5800.

Secara Fundamental Perekonomian  dari besaran angka2 yang tersaji negara kita cukup menawan dibanding negara lain sehingga sebenarnya pertumbuhan IHSG menuju 6000 akhir tahun 2017 ini cukup ada harapan. Namun demikian pasar keuangan terutama Saham di Bursa ini sangat sensitif dan tidak hanya bergantung dari fundamental Ekonomi, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat IHSG naik dan turun dan bahkan sangat ekstrim jika terjadi suatu kondisi yang dipandang bisa mempengaruhi kondisi pasar, termasuk faktor Politik dan Keamanan tadi.

Lantas apakah dalam pekan ini IHSG akan melaju naik lagi? saya berpendapat jika situasi politi dan keamanan kondusif khususnya antara Korut dan AS maka IHSG akan sejalan dengan kondisi perekonomian kembali dimana prediksi target 5900 akhir pekan ini mungkin saja bisa tercapai.
Mengingat laju inflasi, nilai mata uang, cadangan devisa kita cukup baik maka beberapa harga saham juga akan menyesuaikan fundamental masing2 kembali, artinya didasarkan pada kinerja dan prospek perusahaan.

Selain itu Nota Keuangan RAPBN th.2018 rencananya akan disampaikan Presiden hari ini dan pertumbuhan ekonomi dipatok 5,4% lebih tinggi dari asumsi th 2017 yang 5,2% serta besaran angka2 ekonomi yang cukup positif Dengan demikian Pemerintah optimis kondisi ekonomi akan lebih baik tah depan sehingga kalau kita percaya dengan asumsi2 ekonomi yang disampaikan Pemerintah maka Pasar Modal akan tumbuh juga mestinya.

Kita tau bahwa pergerakkan harga saham itu lebih cepat dalam merespon setiap informasi yang ada sehingga tentu pidato Presiden Jokowi nanti akan didengar dan dianalisa oleh para pelaku pasar termasuk para analis. Namun secara umum saya menilai dengan pertumbuhan 5,4% tersebut cukup positif, tinggal kita perhatikan sektor2 apa yang akan menjadi prioritas Pemerintah.

Mari kita sebagai bagian dari pelaku pasar mencermati pidato Presiden Jokowi nanti agar bisa menentukan investasi / trading saham2 sektor apa yang layak menjadi pundi2 Portofolio kita masing2. Saya  masih akan menambah posisi portonya disektor pertambangan dan jasa keuangan dalam jangka pendek ini.

Namun untuk trading harian saya sangat relatif memilih saham yang penting saham2 yang punya volatilitas tinggi dengan frekuensi dan volume yang memadai serta tentu melihat secara Teknikal maupun jurus "Bandarmologi" dengan memperhatikan BID, ASK dan siapa2 Broker "pemainnya".
Sementara ini menu trading saya pekan ini masih di saham2 ADRO, INDY, BKSL, SMGR, MEDC, KBLI, 
 
Strategi investasi portofolio saat ini 70% trading pendek dan 30% untuk investasi jangka menengah / panjang dengan mengakumulasi saham2 yang punya Fundamental dan Prospek terbaik .
 
Sebagai investor / traders mari kita cermati setiap ada informasi penting termasuk pidato Presdien dalam mengantar RAPBN 2018 nanti sekaligus melatih daya analisis kita.
 
Semoga kita mendapatkan yang terbaik, dan semoga bermanfaat.

Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

14 Aug 2017

Para Komunitas Investa, nasabah BNI SEKURITAS Semarang dan pembaca yang budiman,

Akhir pekan kemarin 12 Agustus 2017 IHSG seharian dalam zone merah alias mengalami penurunan, dan semakin sore semakin dalam turunnya minus 59,80.poin dan ditutup pada level 5766,13 (1,03%). Investor asing net sell Rp.1,15 Triliun suatu jumlah yang cukup signifikan mengingat transaksi kemarin Rp.6,2 triliun dan investor asing tersebut banyak melepas saham2 sektor keuangan. Mayoritas sektor saham yang ada di Bursa serempak melemah dipimpin sektor aneka industri turun 2%.

Penurunan IHSG tersebut akibat panasnya situasi di semenanjung Korea yang terjadi saling ancam antara Presidem Korea Utara dengan AS yang akan saling serang. Inilah yang sering disebut RESIKO POLITIK (Political Risk).
Dalam investasi memang ada beberapa resiko yang ada seperti resiko Pasar, resiko Likuiditas, resiko Industri maka Resiko Politik ini merupakan resiko yang diakibatkan oleh situasi yang pengaruhi oleh kebijakan politik suatu Pemerintahan / Negara.
 
Hampir rata2 Bursa Global dan regional juga mendahului situasi yang tertekan yang rata2 lebih 1,5% sehingga mempengaruhi IHSG  karena pada dasarnya Bursa ini sangat sensitif dan mudah"menular" . Sehingga tidak ada salahnya kalau kita sering melihat kondisi Bursa yang mulai DOW, Eropa dan Regional di Asia seperti Nikkei, Hanseng, Shanghai, KSI sebagai pembanding.
 
Bagaimana kondisi pekan ini ? tentu masih bergantung situasi politik di semenanjung Korea apakah semakin memanas atau mulai dingin kembali. Sehingga kenapa saya pribadi sementara ini lbh senang trading pendek dulu itu karena melihat situasi yang saat ini cepat berubah sehingga lebih cepat menyesuaikan strategi tradingnya.
 
Bagi yang ingin terus trading pendek sebaiknya tidak full capasity sebagian harus dalam bentuk Cash agar bisa melakukan trading dengan baik dengan menjaga target dengan disiplin.
 
Saham2 yang lentur naik dan turunnya seperti INCO, ADRO, INDY, MEDC, SMGR, BKSL, AALI bisa sebagai alternatif trading pendek sambil mengamati situasi Politik dan harga Komoditas. Jangan lupa perhatikan pula perilaku investor asing terhadap saham2 tertentu.
 
Semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat bagi pembaca.

Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

10 Aug 2017

Para Komunitas Investa, nasabah BNI SEKURITAS Semarang dan pembaca yang budiman,
 
Beberapa kali saya  menerima pertanyaan dari teman2 anggota Komunitas Investa mengenai penturunan harga saham GGRM & HMSP dalam satu bulan terakhir ini. Padahal kedua saham ini termasuk saham kategori Blue Chip dan punya bobot tinggi terhadap perhitungan IHSG karena kapitalisasinya yang besar.
Kebanyakan  Manajer Investasi juga memasukkan kedua saham tersebut dalam racikan portofolionya terutama untuk jenis Reksa dana Saham karena merupakan saham pencetak gain dan harganya selalu tumbuh dari tahun ketahun

Sekedar sharing pendapat, bahwa sebagai investor selayaknya mesti lebih jeli dengan melihat saham dari berbagai aspek termasuk yang paling penting bagi saya adalah "Fundamental dan Prospek". Apapun perusahaannya apakah itu Blue Chip, Lapis Dua atau Lapis Tiga mesti kita lihat kedua aspek tersebut.

Fundamental kita bisa melihat antara lain dari Laporan Keuangan karena Laporan Keuangan mencerminkan kinerja " masa lalu " sedangkan PROSPEK adalah masa yang akan datang, sehingga keduanya harus kita cermati, analisa dan baru kita simpulkan sebagai dasar pengambil keputusan Beli atau Jual,

Dari Laporan Keuangan GGRM saya melihat PENJUALAN meningkat  8,8% untuk periode 30 Juni 2017 dibadingkan 30 Juni 2016 adapun LABA juga meningkat  8,9% sehingga searah antara penjualan dan laba yang dicapai.
Namun rupanya Laba yang dicapai selama Kuartal ke dua 2017 ini lebih kecil dibandingkan jumlah Laba yang dihasilkan selama kuartal pertamanya.

Sedangkan dari Berita terakhir yang juga penting diperhatikan adalah PT.Gudang Garam, Tbk ini baru melakukan kesepakatan PENJUALAN atas anak Perusahaannya, karena penjualan ini 100% berarti GGRM sudah tidak punya lagi anak usaha perusahaan (PT.KDM dn PT.SMN).
Nah, kalau saja kedua anak usaha GGRM tersebut selama ini banyak memberikan kontribusi Laba terhadap GGRM maka kedepan kemungkinan Laba GGRM akan berkurang..!! meskipun dari sisi Kas akan bertambah dari hasil penjualan kedua anak usaha tersebut dan bahkan akan muncul LABA LAIN2.

Adapun Laporan Keuangan HMSP semester pertama menunjukkan PENJUALAN mengalami Penurunan 1,5% sedangkan LABA  juga turun 1,6% dibandingkan periode 30 Juni 2016 yang lalu, sedangkan pencapaian Laba kuartal kedua ini juga lebih rendah dibandingkan kuartal pertama yh.2017.

Dari sisi harga memang GGRM dan HMSP megalami penurunan yang cukup signifikan. Lihat saja GGRM selama sebulan terakhir turun 15,22% YTD masih tumbuh 3,76% (dari awal tahun 2017). Sedangkan HMSP selama sebulan terakhir turun 10,24% dan YTD turun 10,70% !!.

Bagaimana PROSPEK kedua saham rokok tersebut? saya melihatnya bahwa industri rokok sepertinya memang sulit mencapai masa keemasan seperti masa lalu. Lihat saja dari sisi pemakaian konsumen sekarang banyak dibatasi ruang dan tempatnya tidak boleh bebas seperti dulu. Demikian pula Promosiniya juga tidak bisa bebas seperti industri yang lain, bahkan dibungkus rokoknyapun dengan jelas diperingati ! ini artinya menjadi serba terbatas meskipun tidak dilarang.

Bukan berarti tidak ada PROSPEK kedua saham tersebut namun mungkin dari sisi harga kalau bisa mendapatkan harga yang relatif murah silahkan saja dibeli namun rasanya tidak bisa juga secara spektakuler naik mencapai harga tertingginya dalam waktu dekat.

Moga2 "urun rembug" saya bisa menjadi bacaan dan selanjutnya terseras anda...hehee..

Bagi pembaca yang ingin bergabung di grup KOMUNITAS INVESTA silahkan daftar melalui WA 087700085334 dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

7 Aug 2017



Berapa banyak grup saham yang anda miliki ? satu, dua, atau mungkin lebih dari sepuluh ?
Akhir-akhir ini bertebaran komunitas saham baik melalui aplikasi telegram ataupun melalui aplikasi WhatsApp, untuk aplikasi WhatsApp member grup yang bisa dibuat adalah sekitar dua ratusan mamber, sedangkan melalui grup telegram bisa ribuan member, bahkan mencapai sepuluh ribu member.

Member Aplikasi tersebut ada yang gratis atau berbayar, tetapi kalau penulis amati grup yang pada mulanya gratis, berbaik hati dengan 'image' dermawan, kemudian akhirnyapun menjadi berbayar, bermanfaatkah grup komunitas tersebut ? mari kita membahasnya.

Pada salah satu sebuah member yang berbayar, yang cukup masif melakukan iklan grupnya di salah satu situs berita saham di internet, penulis mengamati beberapa kali isi dari stock rekomendasinya, isinya kurang lebih begini, telah direkomendasikan pada tanggal sekian, pada hari ini return saham tersebut telah naik +25%, hold atau relasikasikan profit anda, kelihatannya cukup rasional, tapi setalah penulis pelajari stock-pick yang diberikan jumlahnya puluhan saham, bahkan mungkin mencapai ratusan saham, karena terus menerus disampaikan pada jam-jam tertentu, mestinya anda harusnya berfikir ini adalah azas probalilitas, dengan stockpick yang banyak tentu saja kemungkinan adanya saham yang naik menjadi lebih besar, secara rasional pola ini tidak mungkin diterapkan dalam portofolio anda, pertanyaanya nanti berapa nanti dana yang dibutuhkan untuk membeli begitu banyak jenis saham? bagaimana cara kita memaintain saham tersebut, kalau 5 saja sudah repot?

Pertanyaan mendasar, lebih baik anda mempunyai 10 saham dengan return 2% masing masing saham, atau anda hanya mempunyai 2 saham dengan masing masing return 2% ?, orang yang berfikir rasional tentunya akan memilih pilihan kedua, karena tidak perlu repot mengurusnya, bukankah begitu?

Pertanyaan ketiga, bila seseorang sudah hebat trading saham, buat apa ia membuat member sampai beriklan di situs terkenal, dan sampai merekrut sejumlah karyawan ? tinggal trading saja toh? logikanya sekarang..... jangan-jangan tutor tersebut sudah tidak trading lagi, dan sekarang  penghasilannya hanya menjual rekomendasi saham, karena dari fee member yang  jumlahnya ribuan  sudah lebih dari cukup dan pasti (fix income) , buat apa lagi trading saham dengan berbagai resiko ?

Bila seorang trader mendapatkan informasi sejatinya tidak boleh disebar kemana mana, apalagi saham saham 2nd linear atau 3rd liniar yang berbau gorengan, karena semakin banyak investor yang membeli atau menjual saham tersebut akan mempengaruhi investasi trader tersebut, penulis sendiripun di grup investa hanya stay di satu grup, karena banyak grup akan mendistorsi hasil trading penulis, penulis sudah membuktikannya pada saham saham tertentu seperti beberapa kasus MLPL, saat penulis masih hold tenyata di grup sudah profit taking akibatnya harga turun karena terjadi panic selling, pada grup komunitaspun penulis tidak vulgar  memberikan target beli dan jual di harga tertentu, tetapi hanya memberikan kode kode tertentu berupa gambar teknikal, atau komentar tertentu.

Beberapa komunitas saham baik melalui telegram ataupun whatsApp pada akhirnya menawarkan jasa pelatihan, dengan sederet titel tutornya seperti Teknikal analis bersetifikat , atau telah menulis sejumlah buku yang dipajang di toko buku terkenal, agar orang yakin dan percaya,  menurut hemat penulis apalah artinya sederet titel, dan banyaknya buku yang ditulis, bila tutornya tidak berpengalaman trading di pasar saham, jenis sertifikat yang riil yang mestinya anda lihat dan buktikan adalah portofolio tutor tersebut, bukannya berapa banyak jenis sertifikat yang ia raih, karena anda kan ingin mendulang ilmu berinvestasi di lapanagan saham secara riil, bukan hanya ilmu yang ada dalam textbook belaka.

Sangat banyak terjadi di sekitar kita, seorang murid yang rangking satu di sekolahnya, setelah dia masuk ke sektor riil tidak berhasil dalam hidupnya, kebalikannya banyak yang berhasil di sektor rill namun sekolahnya tidak pintar, karena yang dipakai di dunia rill adalah EQ bukan hanya  IQ, perumpamaan ini berlaku juga di dunia saham.

Grup grup yang bertebaran di telegram dengan jumlah member yang banyak juga menjadikan over-flood  informasi, sangat sulit juga kita membaca opini membernya satu persatu, over-flood informasi lebih banyak sisi buruknya daripada baiknya, over-flood  akan menyebabkan anda goyah pada tujuan semula sehingga  melupakan tujuan awal, bergunakah semua member tersebut ? lebih bijak anda menseleksi grup grup saham yang berkualitas saja, dan menghapus grup grup saham yang tidak berkulitas, sisi baiknya smartphone anda akan lebih ringan menerima pesan,  bahkan dalam sebuah grup telegram ada yang membahas khusus saham BEKS saja,...Luar Biasa !!! sunggu tidak masuk akal sehat, karena sampai kini harga saham BEKS tidak berubah, tetap bercokol di klub gocap, kemudian apa saja aktifitas komunitas tersebut ?

Bijaksanalah menyaring informasi yang masuk, sehingga berguna bagi investasi saham anda, hasil investasi dalam portofolio anda  dipengaruhi  lingkungan  komunitas aplikasi online yang ada  di smartphone anda, baik WhatsApp ataupun telegram, karena lingkungan sangat mempengaruhi hasil investasi anda,  grup yang tidak berkulitas akan menyebabkan portofolio anda merah dan tak kunjung membaik, grup yang baik akan menyebabkan portofolio anda selalu menghijau, sehijau hamparan padi padi di sawah.


About writer
My name is Keneisha,  I am a stock market practitioner having experienced investing in the stock market since 2005





Para pembaca yang budiman,
 
Sambil menunggu Boarding Pesawat di Bandara Soeta  jam 10.50 saya membuka Laptop dan seperti biasa memonitor bebera harga saham serta melakukan trading bila ada saham dan harga yang cocok dengan prediksi saya.
Seseorang yang duduk disebelah saya dan memperhatikan "kegiatan" saya tiba2 bertanya  "Bapak sedang melihat apa kok serius sekali"? saya pun menjawab bahwa saya sedang "bekerja" memperdagangkan berbagai Perusahaan besar.
Rupanya orang tersebut sangat tertarik dan minta dijelaskan bagaimana saya bisa bekerja berdagang perusahaan sekalipun sedang di Bandara dengan hanya menggunakan Laptop?

Menjadi investor saham memang suatu pekerjaan yang sangat efisien dari peralatan dan tempat karena tidak membutuhkan peralatan yang banyak, tidak butuh pegawai serta tidak butuh bangunan atau tempat khusus untuk bekerja, dimanapun kita bisa bekerja dengan sebuah laptop. Berapa modal trading / berdagang saham? sangat relatif kita bisa dengan modal Rp.5 juta sampai berapapun jumlah modal kita.

Soal mendapatkan hasil atau rugi itu wajar seperti berdagang komoditas atau barang2 lainnya dimana kita bisa untung atau rugi dalam berdagang. Semakin kita menekuni pekerjaan maka kita semakin bisa memperkecil tingkat resiko kerugian dan sebaliknya tau bagaimana kita mencari cara untuk bisa mendapatkan hasil / keuntungan.

Disamping efisien trading saham adalah pekerjaan yang legal dan halal sehingga kita bisa bekerja dengan tenang serta administrasi yang rapi karena semua sudah ada dalam sistem komputer sehingga kita bisa mengontrol modal dan kekayaan kita kapan saja. Kitapun bekerja tanpa diatur oleh Boss atau pimpinan yang harus mengatur ini dan itu serta terikat birokrasi perkantoran, sehingga kita bisa mulai bekerja dan selesai kapanpun kita mau.

Bagaimana dengan hasilnya? bicara tentang hasil barangkali tidak ada pekerjaan manapun yang hasilnya bisa spektakuler seperti berdagang saham karena kita bisa saja mendapatkan hasil sampai dengan 35% sehari !! dan ini bukan gambling atau judi. Bukan sesuatu yang aneh karena hal tersebut memang bisa terjadi. Hanya saja lazim kalau kita mesti belajar dan mempunyai pengetahuan tentang pekerjaan yang kita lakukan sehingga melakukan pekerjaan dengan lancar dan sesuai harapan yaitu mendapatkan hasil yang memadai dan memproteksi resiko sekecil mungkin.

Dengan sedikit penjelasan tersebut orang yang duduk disebelah saya yang ternyata seorang dokter spesialis menyatakan sangat tertarik karena pekerjaan ini bisa dilakukan ketika mengisi waktu dari bagian pekerjaan utamanya.
 
Jadi banggalah anda yang sudah mempunyai pekerjaan baru sebagai investor saham, bahkan selain menjadi pekerjaan sampingan trading saham juga bisa menjadi pekerjaan utama. Kita tidak perlu heran, lihat saja para Manajer Investasi itupun juga melakukan trading saham salah satunya dan mereka dipercaya mengelolan modal pihak lain. Maka marilah kita menjadi Manajer Investasi untuk megelola modal kita masing2.
 
Beberapa teman yang menjadikan trading saham menjadi pekerjaan utama ternyata hasilnya tidak kalah dengan pekerjaan yang lain, "Trading for Living" katanya santai dan bangga.
 
Konsep investasi saham untul jangka panjang rupanya tidak bersifat mutlak karena dengan pengetahuan dan strategi yang baik kita bisa melakukan investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil yang memadai pula. 
Bagi yang tertarik menambah pengetahuan tentang investasi saham ini bisa bergabung ke Grup Komunitas Investa dengan mendaftar melalui WA kami dengan menyebut Nama, Umur dan Kota Domisili.
 
Salam,
Hari Prabowo (Investa)
WA.087700085334
email; investa.p3m@gmail.com

6 Aug 2017


THE DINFERENCE between Value Investors and the ordinary traders
(NOT the professional traders)

1. A Value Investors just happy if the stock price drops.  When the share price then dropped to 900 (down 10%), a trader will see it as an MISTAKE and must immediately cut loss . While a Value investors will see it as an OPPORTUNITY and make a purchase more provided there are no fundamental problems with the company.

2. A value investor does not have to always be in front of the laptop.  every second is momentum for a trader. However, for a value investor, the stock price will go up by itself during the company's performance also improved.

3. A value investor buys a company, whereas a trader buys a stock price. By being a value investor, I do not worry if the stock price drops. But I would be worried if the company that I hold shares decreased performance.

4. And most importantly, being a Value Investor is much more relaxed and far from stress.

Professional traders can do better than that, there are a space more powerfull between value investor and the ordinary traders, you can do it  better,  are you ?

Trader which can do it more better than that called wealthy investor.

Ellen may call it a rich investor but I do not agree with that, there are a number of differences between the terms rich investor and wealthy investor.

Wealthy has a deeper rich meaning. In addition to rich in terms of material, people who are in the wealthy category also has a wealth and establishment of mindset. The vision and mission of these people are always one step ahead and wider than the other rich. Innovation and change are indicators of a person belonging to the wealthy category.

Being wealthy means making meaningful changes that have not happened around you yet. You must be able to be useful to others and make other people's lives meaningful. The rich status you have must also have meaning for the people around.

Rich can get a person in an instant. Suppose a child becomes rich because of the inheritance of his parents who is a conglomerate. Or it could be a builder gets rich suddenly when winning the lottery hundreds of millions. In contrast to rich, a wealthy must go through a long process because of the maturity and establishment of the mindset can not be achieved instantly.

here are several character  for wealthy investor:

1. They are very good savers

2. They don't put everything in the stock markets.

3. They develop and stick with a detailed plan that will help them reach their unique goals.

4. They work with financial professionals.

Where Does the Wealthy Investor Place Their Money?


 Wealth investor targeting

1.How can I get the highest return with the least amount of risk?
2.How can I protect profits and principal?
3.What can I do to GUARANTEE my investment portfolio will be worth more in the future?

This article is  Quoted and processed from various sources

About writer
My name is Keneisha,  I am a stock market practitioner having experienced investing in the stock market since 2005

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.