17 Oct 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Dengan banyaknya pertanyaan beberapa investor terutama yang tergabung dalam Komunitas Investa kepada saya mengenai portofolio lama yang masih "merah" , saya mencoba memahami dan berusaha mencarikan solusinya.
Hal ini memang telah menjadi penyakit umum yang diderita kebanyakan investor perorangan bukan hanya investor pemula tapi juga investor yang punya jam terbang tinggi.

Diantara portofolio investor biasanya ada saham2 yang harganya masih merah alias turun, dan bahkan semakin lama ditahan semakin merah sehingga secara psiokologis  investor tidak punya keberanian untuk melakukan Cut Loss atau jual dalam kondisi rugi. Masakah Psikologis ini memang bukan masalah gampang masing2 orang punya psikologis yang berbeda beda, ada yang kuat  dan ada yang lemah.

Bagaimana solusinya agar kita sebagai investor bisa mengatasi hal tersebut?? Sebagai orang lama yang punya jam terbang lebih 26 tahun dipasar maka saya coba berbagi pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat, dan caranya adalah dengan merubah pola pikir kita.

Sebagai investor kita harus memahami kalau  posisi kita adalah sebagai Pemegang Saham suatu Perusahaan dengan segala konsekuensinya baik resiko rugi maupun untung. Saham yang kita beli adalah bukti kepemilikan terhadap suatu Perusahaan yang dikelola oleh orang lain artinya kita mempercayakan modal kita dikelola orang lain dalam bentuk usaha suatu perusahaan. Harus pula dimengerti kalau dalam kepemilikan saham perusahaan ini tidak ada jaminan apapun artinya jika harus terjadi resiko maka investor yang harus menanggung sendiri. 

Kadang kita mengetahui bahwa saham yang kita miliki ini sulit naik karena kinerja perusahaannya merugi sehingga sahamnya terus turun secara bertahap. Namun demikian investor tidak berani mengambil keputusan untuk eksekusi melakukan Cut Loss karena akan langsung terasa Ruginya (berbeda  dengan potential loss yang belum teralisir karena belum dijual).
Nah disinillah beban mental yang sulit diatasi oelh investor, takut atau tidak tega menjual saham yang dalam posisi rugi sekalipun harganya akan terus turun.

Untuk itu agar psikologis kita cukup kuat berani menjual sahamnya yang prospeknya buruk / negatif maka caranya kita harus menemukan suatu saham dari perusahaan lain yang punya prospek bagus / positif. Usahakan harganya sebanding dengan saham yang merah tadi.
Jika kita sudah mendapatkan saham tersebut maka lakukan Pertukaran saham dengan cara segera jual saham kita yang merah tadi dan langsung pada saat itu juga belilah saham baru tersebut. Lakukan dengan tidak mengingat kerugian terlebih dahulu karena kita telah menukar saham (Perusahaan) dari perusahaan buruk ke perusahaan yang lebih prospek dalam jangka panjang. 

Diharapkan dalam jangka panjang kerugian kita akan tertutup dari keuntungan perusahaan baru tersebut dan lakukan  evaluasi setiap pekan sekali dengan melihat harga saham baru dibandingkan saham lama pada saat dilakukan cut loss. Mana yang lebih baik....?

Kita perlu melakukan sesuatu jangan monoton menghadapi sesuatu agar kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Sekedar pendamping Teh Pagi, kali ini saya informasikan bahwa pekan ini saya masih konsen ke saham KBLI Target 500), JPFA (target 1430) , META (target 115) dan ELSA (target 350).

Selamat beraktifitas dan mendapatkan yang terbaik.
 
Bagi yang ingi bergabung di Grup INVESTA SENIOR maupun INVESTA PREMIUM silahkan mendaftar ke WA 087700085334. Anda bisa berkonsultasi denga para mentor kami yang bersahabat, profesional dan berpengalaman.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)

13 Oct 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Setelah 2 hari mengalami koreksi kemarin IHSG mantul naik 0,74% di level 5926 , menguatnya saham TLKM dan BBCA yang sebelumnya tertekan menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Sebenarnya penurunan tajam saham Blue Chip bisa digunakan sebagai peluang investor masuk karena penurunan yang bukan karena kinerja biasanya sifatnya hanya sementara.

Saham TLKM dan BBCA merupakan dua saham berkapitalisasi besar yang mempunyai bobot perhitungan terhadap IHSG yang sangat tinggi sehingga setiap pergerakkan kedua saham tersebut sangat berpengaruh terhadap IHSG. BBCA sebagai saham unggulan disektor perbankan dengan kapitalisasi sebesar Rp.512,8 trilyun sedangkan TLKM sebesar Rp 447,55 trilyun  

Transaksi bursa kemarin diramaikan dengan menguatkan saham sektor pertambangan seperti INCO, INDY, PTRO, ADRO karena pengaruh harga minyak mentah dunia yang kembali diatas $ 50 dan sempat lewat $ 51. Demikian pula untuk harga Nikel, Batubara, Timah yang cenderung masih akan menguat dengan berbagai kebijakan dibeberapa negara berkaitan dengan komoditas tersebut.

Beberapa saham tersebut telah saya sampaikan dalam ulasan TEH PAGI maupun KOPI MALAM lewat WA grup INVESTA yang kami gunakan sebagai mediasi antar sesama Investor / Trader sejati lebih dari 1200 orang saat ini.

Bagaimana hari ini kemungkinan kondisi perdagangan di Bursa? Saya pribadi memprediksikan bahwa bisa saja IHSG pecah record tertingginya kembali yang sebelumnya 5967. Beberapa saham yang sebelumnya saya ulas masih bisa menjadi target trading atau investasi dengan durasi 2 bulan kedepan.
Saham2 yang saya pilih saat ini antara lain;

1. INCO dengan naiknya kembali harga nickel semalam lebih 2% memungkinkan harga INCO akan menembus 3100.

2. JPFA saham ini juga saya rekomendasikan sejak harga Rp.1255 sampai Rp.1310 dimana harga kemarin di Rp.1370. Masih ada kemungkinan lanjut menuju target saya Rp.1400 sd 1450 pekan depan. 

3. ADRO, saham ini tertinggal dengan teman sejawatnya INDY yang lebih dulu ngacir sehingga ada kemungkinan ADRO akan menembus harga psikologis Rp.2000 dalam jangka pendek.

4. KBLI saham yang didukung Fundamental dan prospek yang menawan ini saya prediksikan juga akan action lebih lanjut menuju Rp.450 bahkan Rp.500 jika ada kesabaran setelah cukup lama istirahat.

5. Saham "gorengan" ?? buat yang tahan banting dan siap berayun ayun tentu bisa memilih LEAD, TRAM, DGIK dan META. Setiap kali ayunan bisa bikin ngeri2 sedaaap... Apapun resikonya kita mesti siap jika berniat trading saham ini namun kalau lagi dapat keberuntungan luar biasa renyahnya..

Bagi yang ingin bergabung di Grup INVESTA SENIOR maupun INVESTA PREMIUM silahkan mendaftar ke WA 087700085334. Anda bisa berkonsultasi dengan para mentor kami yang bersahabat, profesional dan berpengalaman.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, amiin.

Salam

Hari Prabowo
0877700085334

10 Oct 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Ternyata IHSG di angka 5900 mempunyai batas psikologis yang kuat ketika IHSG mampu dipertahankan dan bahkan ditutup naik tipis 0,16% diposisi 5914 meski masih dalam tekanan investor asing.
Besaran makro ekonomi kita cukup bagus saat inidengan tingkat bunga yang rendah, cadangan devisa meningkat, tingkat inflasi yang terkendali serta pertumbuhan ekonomi yang sesuai ekspektasi mampu mempertahankan IHSG yang bahkan pekan kemarin pada level tertingginya sepanjang sejarah.

Beberapa saham bergerak variatif dan bergantian baik saham kategori Blue Chips maupun yang lapis dua dan tiga saling bergantian. Disinilah sebenarnya peluang para trader bisa "bermain" untuk mencari gain harian secara cepat jika jeli dalam memilih saham dengan timing yang tepat.
Jadi sebenarnya pasar tidak ada yang salah sepanjang masih terjadi volatilitas diantara saham2 yang ada di Bursa.

Maka sudah sering saya sampaikan bahwa kita sebagai investor / trader yang meski menyesuaikan kondisi pasar dan bukan pasar yang harus menyesuaikan kita. Apalagi kalau kita berniat menjadi trader yang ingin trading harian tentu peluang itu selalu ada tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang tersebut. Sebagai trader memang harus dibekali pengetahuan dan psikologis yang prima untuk mencapai hasil yang terbaik.

Bagaimana kondisi bursa dan saham yang layak dicermati dalam satu dua hari ini?? Prediksi saya IHSG masih cenderung naik tipis dikisaran 5920 sd 5940 dengan beberapa saham yang menunjukkan sinyal positif antara lain:

1. INCO  dengan harga Nickel yang semalam naik 3,9% harga saham INCO berpotensi menuju 2900 sedangkan kemarin ditutup 2800 jadi masih ada peluang yang cukup untuk trading.

2. ELSA melihat pergerakkan kemarin dari kacamata bandarmologi saya juga memprediksi harga akan mulai bergerak naik bertahap menuju 320 dalam beberapa hari kedepan.

3. META sejak terjadi transaksi dipasar nego degan harga 270 per lembar serta terjadi pengalihan pemegang saham Grup Rajawali ke PT.Matahari Kapital Indonesia sebesar 21% maka saham ini secara bertahap saya prediksikan juga akan menuju 250. Ini juga ada peluang vesar karena harga kemarin ditutup 194, perlu kesabaran karena kemungkinan butuh waktu.

4. JPFA saham ini juga berpeluang dalam jangka pendek menuju 1500 dengan melihat Fundamental dan prospek yang bagus untuk sektor pakan ternak, apalagi JPFA juga memproduksi beberapa produk makaman dan minuman yang dikenal dipasaran.

Tentu selain pilihan saham tersebut diatas masih ada beberapa saham pilihan, namun saya tidak cukup mampu untuk melihat semuanya sehingga saya kali ini lebih memilih saham2 tersebut dengan berbagai pertimbangan saya (disclaimer).

Kami beritahukan pula bahwa kami Investa telah membuka grup baru yaitu INVESTA SENIOR dan INVESTA PREMIUM yang mana kami para mentor akan memberikan berusaha memberikan layanan yang lebih baik kepada para member. Jika ada yang berminat gabung di grup tersebut silahkan menghubungi kami di no WA.087700085334 ata email investa.p3m@gmail.com .

Semoga bermanfaat dan selamat trading / investasi

Salam investa
Hari Prabowo

3 Oct 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Transaksi perdagangan kemarin kembali asing melakukan net sell sebesar Rp.1,6 trilyun, ini merupakan hari ke 23 berturut-turut asing jualan saham di bursa efek Indonesia, namun kita bisa lihat bersama IHSG malah naik 0,22% dilevel 5914 artinya tidak jauh IHSG dari level tertingginya  5936. Jadi tidak perlu risau karena hanya net sell investor asing karena dengan berjalannya waktu investor lokal juga semakin bertambah dengan berbagai edukasi yang ada.

Masa lalu seakan IHSG ini di dekte asing, jika asing net sell IHSG turun dan sebaliknya sehingga investor lokal mudah terpengaruh perilaku investor asing. Namun saya kira kita harus berbangga kalau investor lokal semakin banyak sehingga bisa menjadi tuan rumah bagi bursa di negeri sendiri sehingga bursa tidak tergantung asing.

Investor asing tetap kita butuhkan agar aliran modal dari luar bisa masuk ke negeri kita sehingga bisa membantu perkembangan perekonomian melalui investasi mereka melalui pasar modal. Namun mesti kita ketahui bahwa investasi asing melalui kepemilikan surat berharga termasuk saham ini sifatnya tidak seperti investasi riel seperti mendirikan pabrik. Investasi ini kategori hot money yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan dibawa keluar lagi.

Bahkan ada yang memprediksi bahwa sebenarnya net sell asing saat ini hanyalah perpindahan nama saja kembali ke pemilik aslinya setelah pemilik melakukan bersih-bersih aset melalui TAX AMNESTY sehingga tidak lagi malu-malu memiliki aset berupa saham yang semula masih diatas namakan asing.

Kalau yang terjadi benar seperti itu malah bagus bahwa ternyata sudah lama bursa kita sebenarnya digunakan sarana investasi investor lokal yang berbaju investor asing. hal ini memang bisa deteksi bahwa tidak terjadi aliran dana itu keluar jika memang mereka menjual sahamnya, dan rupiah serta cadangan devisa kita tetap kuat.

Bagaimana perkiraan IHSG pekan ini?? seperti sudah saya ramalkan melalui ulasan di Grup WA Komunitas Investa bahwa pekan ini IHSG cenderung naik dan bahkan kalau kita lihat pengalaman yang lalu periode bulan Oktober sd Desember IHSG lebih banyak naik. Sementara ini beberapa emiten juga menunjukkan kinerja yang bagus terutama emiten kategori Blue Chip yang punya bobot tinggi tehadap IHSG.

Saham sektor Perbankan tumbuh cukup moderat dan ini indikasi bahwa ekonomi tumbuh serta biasanya setelah sektor perbankan bergerak naik akan diikuti oleh sektor yang lain karena saham Perbankan masih menjadi fokus para pelaku pasar. Prediksi saya pekan ini juga akan pecah record tertinggi baru IHSG. Berapa? perkiraan saya antara 5940 sd 5950.

Para traders sejati yang suka main pendek juga masih bisa melakukan trading dengan strategi BOW untuk saham2 seperti MEDC, INCO, ADRO, KBLI, JPFA saham2 tersebut sangat lentur setelah tertekan biasanya cepat mantul naik lagi. namun akan lebih baik jika timing belinya sudah ada sinyal mantul naik dan bukan menangkap pisau jatuh ketika sahamnya lagi tertekan turun.

Bagi investor dan calon investor yang ingin bergabung di Komunitas Investa silahkan mendaftar ke wa 087700085334.

Salam
Hari Prabowo / Investa (wa.087700085334)
email.investa.p3m@gmail,com

29 Sep 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

IHSG 4 hari berturut-turut mengalami penurunan dengan posisi terakhir 5841 dan menjauh dari taget saya 5900 pekan ini. Beberapa faktor yang mempengaruhi IHSG terutama dari sisi eksternal dari geo politik. Namun saya masih melihat ini masih koreksi yang wajar meningat IHSG kita juga sudah mengalami penguatan yang cukup yaitu 10,28% sejak awal tahun 2017 ini.
Target 6000 akhir tahun tetap masih ada kemungkinan dengan masa sisa 3 bulan mendatang.

Saya pernah menganalisa dan mengulas tentang JURUS 4 dimana jika IHSG hari berturut2 melemah maka pada hari ke 4 biasanya akan mantul naik dan sebaliknya. Jadi kalau menurut jurus 4 tersebut kemungkinan hari ini IHSG akan mantul naik walaupun mungkin tipis. Maklum belum ada katalis yang kuat guna mendukung penguatan IHSG secara signifikan walaupun berita negatif juga belum ada.

Konsen saya untuk hari ini antara lain;

1. Aksi korporasi MEDC, TRAM, SRIL dan ROTI yang akan melaksanakan Right Issue / HMETD menjadi fokus para trader / investor untuk mencona membuat analisa dan memutuskan dalam tradingnya. 

2. Pada dasarnya setiap Right itu akan menambah modal baru dan bagi perusahaan itu sesuatu yang positif karena sebagai sarana pengembangan operasional perusahaan. Perhatikan tujuan Right disetiap perusahaan sehingga kita bisa menganalisa dengan benar serta mengetahui prospek perusahaan mendatang.

3. Selain itu perhatikan ratio, harga pemebusan dan apakah disertakan Waran atau tidak karena hal2 tersebut menjadi dasar perhitungan kita untuk menghitung HARGA TEORITIS baru setelah aksi korporasi tersebut. Apakah harga pasar dibawah teoritis atau diatasnya itulah yang membuat kita bisa menilai harga mahal atau murah saat ini.

4. Beberapa saham yang mungkin hari ini menjadi top frekuensi antara lain MEDC, TRAM, SRIL, ROTI, BUMI, ELSA.
Khusus MEDC kita sedang menantikan Laporan Keuangan kuartal II 2017 dan jika ini sebagus kuartal pertama maka tidak menutup kemungkinan MEDC bisa tembus diatas 900 lagi.

5. TRAM ini juga menarik, saham lapis tiga ini jika right Issue nya sukses juga akan mejadi perusahaan dengan kapitalisasi yang besar pula. target saya hari sekitar 170 untuk TRAM.

6. ELSA juga saya perhatikan dengan harga minyak yang relatif cenderung naik saham ini punya peluang ke 320 walaupun saham ELSA memang pergerakkannya relatif sulit diprediksi.

7. hari ini akhir bulan dan sekaligus akhir kuartal ke III ada kemungkinan Window Dressing untuk saham2 tertentu terutama Blue Chip guna menaikan rapotnya.

Semoga kita selalu mendapatkan yang terbaik, amin.

Bagi investor dan calon investor yang ingin bergabung di Komunitas Investa silahkan mendaftar ke wa 087700085334.

Salam
Hari Prabowo (wa.087700085334)
email.investa.p3m@gmail,com

27 Sep 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Jangan selalu berpikir terbaik dalam investasi di bursa, namun harus berpikir juga hal yang terubuk karena motto "High Return High Risk"beraku disini. Baru saja pihak BEI menyatakan melakukan delisting paksa  {forced delisting} atas saham PT.Inovisi Invracom,Tbk {INVS}. Menurut Dirut BEI karena INVS menyajikan angka-angka dalam Laporan Keuangan kuartal III 2014 mencurigakan dan perusahaan belum melakukan pembenahan meskipun sudah dilakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangannya.

Tindakan ini sudah yang kesekian kalimya dilakukan antara lain saham KARK, DAVO, ATPK, BORN, SIAP, BRAU, GTBO, TKGA yang masuk dalam masa suspensi yang sudah lama. Namun apakah hanya sanksi ini yang bisa diberikan oleh pihak BEI dan OJK ?? Apakah tidak ada tindakan tegas juga dengan para Pimpinan perusahaan tersebut? karena siapa tau dibelakang ini semua ada tindakan kriminal yang memang ingin "merampok" uang publik??.

Adakah penyelidikan sampai kesitu ? Perusahaan adalah suatu unit usaha yang dijalankan oleh manusia dibawah tanggung jawab Direksi sehingga Direksi yang mestinya mendapat sanksi terlebih dahulu dan bila ditemukan unsur kriminal seharusnya dialah yang harus diproses hukum. Seperti kasus saham DGIK baru2 ini yang Direktur Utamanya ditahan oleh KPK.

Kalau saat ini pernyataan Dirut BEI mendilisting saham INVS untuk melindungi investor rasanya kurang pas lantaran investor publik yang saat ini memiliki saham INVS justru mengalami RESIKO TERBURUK karena mereka tidak bisa jualan sahamnya dan bahkan kelangsungan perusahaannya pun tidak nampak. Artinya kerugian besar bagi investor publik yang telah menanamkan modalnya melalui pembelian saham di BEI.

Ingat investor adalah salah satu pelaku utama di Pasar Modal, tanpa investor Bursa tidak akan berjalan, lantas hanya perlindungan macam inikah yang diterima investor publik?? hanya dengan cara mendelisting saham emiten saja?.  Ini sih ibarat mengatakan "hai hati2 bawa tas.." tapi kalau tas nya dicopet maka copetnya dibiarkan berlalu.

Kenapa BEI tidak menyelidiki Pimpinan perusahaan dan kalau perlu melaporkan kepenegak hukum siapa tau ini suatu modus kejahatan yang klas tinggi melalui Pasar Modal. Tindakan aparat hukum ini supaya masyarakat mengetahui bahwa siapa yang melakukan tindakan kriminal akan mendapatkan hukuman yang tegas.

Saya bisa merasakan betapa investor publik ini sangat lemah kedudukannya padahal mereka dibutuhkan guna mendukung Pasar Modal ini berkembang dengan baik. resiko penurunan harga pasti sudah diperhitungkan oleh investor tapi delisting saham ini benar2 resiko terburuk karena investor secara umum hanya mengetahui bahwa BEI dan OJK sebenarnya yang melakukan pengawasan terhadap semua emiten. Sebaiknya BEI dan OJK tidak sekedar menerima Laporan keuangan tapi berani lebih komplek pengawasannya karena ini menyangkut dana publik yang luar biasa besarnya.

Peringatan keras ini buat para investor publik, jangan sembarang pilih saham bisa2 kita mengalami Resiko terburuk seperti kasus saham2 diatas.

Bagi investor dan calon investor yang ingin bergabung di Komunitas Investa silahkan mendaftar ke wa 087700085334.

Salam
Hari Prabowo (wa.087700085334)
email.investa.p3m@gmail,com

22 Sep 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Memilih saham ada beberapa pertimbangan didasarkan pada beberapa hal dan kali ini saya akan memilih 4 saham  berdasarkan pertimbangan Fundamental, Aksi Korporasi. Prospek dan Bandarmologi.

1. Yang mendasarkan pada Fundamental saya kembali jatus cinta dengan saham KBLI, setelah mengalami masa koreksi cukup lama saham ini kembali ke jalan yang benar nampaknya. Pertumbuhan EPS kuartal II 2017 ini yang mencapai Rp.40 mengalami pertumbuhan 2,5 x kuartal I Rp.16 serta naik 100% dibanding juartal II th,2017 lau sebesar Rp.20. 
Dengan EPS serta BV Rp/421 tersebut maka menghasilkan PER 4,11x dan PBVR 1,08 tentu ini sangat menarik karena masih tergolong harga yang murah valuasinya. Saham KBLI sempat terkoreksi diharga Rp.398 karena naiknya harga tembaga sebagai bahan baku kabel produksi utamanya, dengan harga Rp.456 kemarin masih ada peluang untuk menembus Rp.500 dalam beberapa waktu mendatang.

2. MEDC kita tau setelah sukses melakukan Aksi Korporasi stosk split 1:4 kini harga saham ini sudah naik diatas harga dasar barunya dengan posisi terakhir 20 September Rp.895,-. Emiten ini juga berencana melakukan IPO cucu usahanya PT.Amman Mineral Nusa tenggara (AMNT) yang dulu bernama Newmont Nusa Tenggara. dari valuasi harga  MEDC juga masih super murah dengan PER 1,3 x PBVR 0,24 pada LK kuartal I 2017 ini 

3. MCOR adalah saham perbankan hasil merger yang saat ini dimiliki China Construction Bank Corporation 60% dan Public hanya memiliki 14,66% mempunyai PROSPEK yang bagus dengan adanya beberapa proyek yang mendapatkan pembiayaan dari RRC. Emiten ini punya potensi besar juga dalam waktu mendatang jika sirkulasi keuangan protek2 tersebut dilakukan melalui MCOR, denga PBVR  1,5 x meski dari sisi PER 37 x saham ini punya potensi harga target kedepam memcapai  menembus Rp.300 seperti 6 bulan yang lalu

4. Dan dari sisi Bandarmologi pilihan saya ada di TRAM, kalai kita bicara bandarmologi maka jangan bergantung Fundamental atau Teknikal karena tentu tidak akan nyambung analisanya. Bandarmologi mempunyai konsekuensi resiko maupun hasil yang tinggi karena hanya bergantung bagaimana sang bandar menggoreng harga saham di pasar.
Naun bila kita berjiwa trader sejati maka harus mampu berjalan disegala kondisi termasuk bagaimana kita mampu mengatasi trik2 bandarmologi.
Saya perhatikan dalam beberapa hari terakhir saham ini selalu ada "penahan" baik di kevel bawah maupun atas. namun saya meramalkan saham ini punya potensi sampai diatas Rp.190 setidaknya.kedepan.

Itulah selintas yang ada di angan2 saya untuk trading hari ini dan beberapa hari kedepan.

Kami beritahukan juga bahwa kami INVESTA telah membuka grup baru yang beriuran sebagai kontribusai lembaga kami agar bisa berkembang lebih baik, grup baru tersebut yaitu INVESTA PREMIUM dan INVESTA SENIOR dimana kedua grup baru tersebut di dampingi mentor yang berbeda. Silahkan jika anda ada yang berminat gabung di grup tersebut mendaftar melalui kami di no,WA.087700085334.

Kami INVESTA ingn tetap Bermanfaat, Profesional dan Brsahabat terutama dengan para investor saham.

Salam
Hari Prabowo (wa.087700085334)
email.investa.p3m@gmail,com

15 Sep 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Dalam trading saham informasi itu amat penting karena dengan informasi itu harga bisa berubah setiap saat, jadi jangan ketinggalan informasi kalau kita mau jadi trader sejati. Cari informasi yang akurat sumbernya, lakukan analisa dan ambil putusan dengan tegas dan tepat. Informasi itu bisa berdampat positif atau negatif bagi suatu harga saham tertentu.

Baru2 ini kita banyak membaca berbagai sumber tentang keinginan Pemerintah menata harga beberapa barang seperti semen, gas, beras bahkan terakhir batubara. Nah...apa yang terjadi di pasar? haga beberapa saham yang menjual semen, gas, beras dan batubara rontok harganya di bursa.

Apakah ini yang namanya intervensi pasar? Pengaturan harga oleh Pemerintah sebaiknya dilakukan secara hati2 apalagi kalau menyangkut produk dari perusahaan publik. Berkaca dari beberapa harga saham yang anjlok harganya setelah tersiar kabar pengaturan harga antara lain saham SMGR, PGAS, PTBA, ANTM dan TINS.

Boleh jadi maksud pemerintah agar harga produknya rendah sehingga akan berdampak lebih terjangkau untuk kepentingan masyarakat umum seperti Listrik, Gas, Semen dan beras tadi. Namun bagaimana dengan investor publik yang memiliki saham perusahaan2 tersebut?? Bagaimana Laba bisa meningkat jika harga jualnya dibatasi? 

Jadi antara kepentingan masyarakat secara umum dengan investor memang kadang berbeda, disinilah bagaimana Pemerintah harus bijak ketika harus mengeluarkan ketentuan maupun pengaturan supaya tetap adil karena investor publik juga harus terlindungi. Ingat peran investor di Pasar Modal amat penting sebagai pemodal yang juga bisa memberikan kontribusi pendanaan bagi dunia usaha.

Investor juga butuh modalnya mendapatkan hasil investasi sehingga jangan sampai mengalami kerugian justru adanya kebijakan yang kurang adil dan terkesan tanpa pertimbangan yang matang.

Rasanya berbagai pengalaman yang kurang menguntungkan bagi investor bisa agar menjadikan investor lebih hati2 memilih saham supaya tidak terjebak suatu kebijakan yang dikategorikan sebagai Resiko Politik.

Sementara ini saya melihat saatnya mulai perhatikan sektor properti yang menyediakan lahan industri dan juga saham2 penghasil CPO seperti MDLN, ASRI, BKSL, DMAS, BEST, LSIP, AALI, BWPT.
Sedangkan saham spekulatif NRCA, JAWA,TRAM dan LEAD menjadi arena Roller Coaster bagi yang senang menikmati ayunannya..

Kami beritahukan juga bahwa kami telah membuka Grup baru yang dipungut IURAN yaitu INVESTA SENIOR dan INVESTA PREMIUM dengan Iuran sebesar Rp.100 ribu per bulan.
Bagi yang berminat gabung menjadi anggota Grup WA Investa yang baru tersebut bisa menghubungi saya di WA 087700085334 atau email investa.p3m@gmail.com.

Semoga kita semua selalu mendapatkan yang terbaik.

Salam Investa,
Hari Prabowo

12 Sep 2017

Para Pembaca khususnya yang tergabung Grup Investa yang budiman,

Mohon maaf sebelumnya beberapa hari gak sempat sajikan TEH PAGI karena pelatihan investor di Bandung. Terima kasih kepada para peserta pelatihan di Bandung semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat sehingga bisa sebagai bekal pengetahuan untuk trading / investasi di Pasar Modal.
 
Pekan kedua September ini saya prediksikan IHSG akan lebih dominan di jalur hijau bila tidak ada "gangguan" dari eksternal. Kondisi makro ekonomi dalam negeri cukup menawan baik dari inflasi yang rendah, bunga acuan BI yang turun, nlai Rupiah yang stabil, Cadangan devisa yang meningkat, Ratting lembaga pemeringkat yang cukup bagus, bahkan Neraca Perdagangan yang positif. 

Jadi sebenarnya IHSG bisa menuju angka 6000 setidaknya akhir tahun dengan lebih lancar. Sektor2 yang kemungkinan bisa mendukung kenaikan IHSG antara lain pertambangan, pelayaran, konstruksi yang nampaknya mulai ada sinyal bagus. Siklus sektor2 yang naik dan turun memang biasa terjadi dalam suatu Bursa sejalan dengan perkembangan ekonomi, harga komoditas, dan kebijakan2 yang ada. 

Nah, kita sebagai trader / investor memang dituntut harus jeli menyikapi perkembangan yang ada, dari satu sektor mungkin sudah mulai jenuh dan berganti sektor yang lain ini hal yang lazim sehingga jangan monoton kesatu sektor tertentu saja. Kita harus menyesuaikan pasar bukan pasar yang harus menyesuaikan kita, setiap perubahan kondisi akan berdampak pada masing2 sektor.

Jadi apa yang sedang menjadi konsen saya saat ini adalah beberapa saham yang sedang masuk sinyal bagus menurut analisa saya antara lain INCO, TINS, ADHI, BWPT, LSIP, AALI, WIKA, ASRI dengan mempertimbangan beberapa analisis FA, Prospek, TA, Bandarmologi, harga komoditas dan Aksi Korporasi. Sedangkan saham2 yang Spekulatif adalah NRCA, DSFI, TRAM, JAWA. 

Dengan harga2 kemarin rasanya masih bisa untuk trading dalam beberapa hari kedepan dengan target return saya yang moderat adalah antara 3% sd 5% sampai akhir bulan ini.

Perlu kami informasikan juga bahwa kami INVESTA telah membuka Grup WA baru dengan nama INVESTA SENIOR dimana anggota yang ingin bergabung ada syarat memberikan kontribusi Uang Pagkal Rp.150 ribu (hanya sekali) bagi anggota baru dan IURAN Rp.100 ribu per bulan.
Bagi yang berminat silahkan daftar ke WA saya 087700085334.

Semoga dengan bergabung di Grup Investa ini akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak karena kami akan berusaha memberikan yang terbaik.

Salam

Hari Prabowo
WA.087700085334


EVALUASI PORTOFOLIO, PELATIHAN & LIVE TRADING
(bersama Hari Prabowo & Keneisha)

Tempat
NEXA Hotel dan PRIME PARK hotel
Jl. WR. Supratman no. 66-68 BANDUNG

Tanggal 8 (Nexa) & 9 (Prime) September 2017

Basic Teknikal Analisis + Live trade (tape reading & Bandarmologi)


Peserta :
1. Ibu Anita, singapura
2. Bp. Sastra, bandung
3. Bp. Samuel, bandung
4. Bp. Tedy bandung
5. Bp. dr. Dian, surabaya
6. Ibu Irawati, jkt 
7. Bp. Bintang, jkt 
8. Bp. Sofyan A, Semarang
9. Bp.Tedy Wijaya, bandung
10. Bp. Bayu, bandung 
11. Ibu. Eltiana, jkt
12. Bp. Misbakhul munir, jkt
13. Bp.Hendra Bdg
14. Bp. Supri, Jkt
15. Bp. Minto Padang
16. Bp. Endi Isnarno, Smg
17. Bp. Budi Nurcahya, Jkt

Tanggal 10 September 2017
minggu
Fundamental Analisis + Portofolio recovery

Peserta:
1. mbak Puri, bandung
2. Bp. Henri T, jkt 
3. Bp. Iwan Bandung
4. Bp. Selamat W, bandung
5. Bp. Manalu, jkt
6. Ibu. Linda, bandung
7. Bp.Johanes, Tangerang
8. Bp dr. Dian, Surabaya
9. Bp. Sastra Bandung
10. Ibu.Eltiana, Jkt
11. Ibu Ratna Dewi, bandung
12. Ibu Mimi, bandung
13. Ibu Lilly, Bandung
14. Ibu Vivi, Jkt
15. Bp. Minto saksono  Padang
16. Bp. Henricus, Jkt 
17. Bp. Endi Isnarno, Smg
18. Bp. Budi Nurcahya, jkt
19. Ibu Meihua, bandung

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Powered by Blogger.

Investa Community

Investa Community

WhatsApp grup Community

Whatsapp grup Investa Senior

Investa merchandise

Supported by

Supported by