27 Nov 2014

Pasar berlangsung biasa2 saja bahkan relatif sepi akhir2 ini, belum ada faktor penggerak yang bisa membuat IHSG naik lebih agresif. Jadi sabar dulu untuk menuju IHSG 5250 / 5300 akhir tahun nanti. Maklum beberapa harga saham juga sudah pada tingkatan PER yang cukup tinggi.
Transaksi di pasar reguler kemarin juga dibawah 4 Triliun dan masih diramaikan beberapa saham lapis bawah baik dilihat dari sisi penguatan maupun saham yang turun.

Saham BWPT kemarin juga terjadi transaksi yang cukup ramai, belum turunnya pernyataan efektif dari OJK tentang rencana HMETD telah membuat spekulasi tersendiri. Mungkinkah Right Issue nya dibatalkan, direvisi atau cuma tertunda saja??.
Investor nampaknya lebih setuju kalau aksi korporasi tersebut dilakukan pengkajian kembali terutama harga penebusan HMETD yang dinilai jauh dari harga pasar sebelum ada rencana HMETD. Kita tau bahwa harga saham BWPT telah jatuh signifikan dan tentu ini merugikan investor gara2 rencana Aksi Korporasi tersebut.

Selayaknya pihak otoritas pasar modal membuat kajian yang lebih mendalam atas rencana aksi korporasi emiten terutama dampaknya terhadap investor publik. Emiten juga harus mempunyai tanggung jawab dan etika atas segala tindakannya karena menyangkut investor, bukan saja hanya mementingkan pemegang saham pengendali saja.
Bagaimana potensi BWPT jika dilakukan revisi ulang? mungkin akan ditanggapi positif oleh investor, kemarin saja harga sudah mulai naik kembali sampai mencapai 540.

CPRO ??ah malah turun 15% lagi di 62 ini ulah bandar atau memang pasar ?? sayang sekali kalau harus kembali ke 50 perak dan tiduur lagi. Kalau CPRO bisa bangkit lagi rasanya akan membuat happy banyak pihak termasuk emiten sendiri kan.. tapi kita lihat saja.
Masih ada beberapa saham lapis bawah yang layak dicermati, tetapi sekali lagi harus super hati2 karena selain punya potensi yang bagus juga punya ancaman resiko yang besar pula.


KIJA, BKSL, ASRI, PWON, juga layak buat investasi menengah dan juga buat trading, terutama KIJA yang naik sangat menawan beberapa hari terakhir.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee.

26 Nov 2014

Kembali terjadi tekanan IHSG pada Pra Penutupan kemarin sehingga IHSG minus 0,44%. Kejadian tekanan atau dorongan terhadap IHSG pada "pasar gelap" yaitu saat Pra Penutupan memang sulit dideteksi.
Sektor yang menguat Consumer, finance dan property, dengan saham2 KIJA, APLN dan ASRI nampak menguat lumayan. Rupiah kembali melemah demikian harga minyak Dunia juga kembali turun di level US$ 73,86.

Saham CPRO yang kemarin sempat saya ulas malah kena UMA, kalau UMA melihatnya dari peningkatan transaksi yang tidak wajar ya pasti lah....karena saham tersebut telah lama tidur bahkan mau jualan 50 perak saja susah. Jadi logikanya buat investor yang mempunyai harga bawah dan lama ingin jualan tapi gak bisa maka melihat saat ini CPRO mulai ramai diperdagangkan maka bisa jadi investor lama tersebut melakukan jualan.
Saya hanya melihat dari Lap Keuangan per September 2014 yang menunjukkan peningkatan yang bagus, soal harga sahamnya tentu pasar yang menentukan.
Saham ini sempat naik di Rp.86 tapi kemarin turun lagi di Rp.73. Kita lihat saja apakah akan bertahan atau kembali tidur lagi.

Kondisi pasar global nampaknya tidak ada yang mengkhawatirkan bahkan Shanghai dan Hongkong menunjukkan arah yg positif setelah Tiongkok menurunkan bunga acuannya. Jadi sekalipun kemarin IHSG "dipaksa" turun prediksi saya IHSG akan diantara 5100 - 5135. Nampaknya masih butuh vitamin agar IHSG bisa diatas 5200.
Saya  masih mencermati MLPL, BJTM, BBTN, JSMR, LPLI buat trading pendek saja sih kalau cocok harganya BOW.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee.

24 Nov 2014

Pasar ternyata nampak lebih optimis akhir pekan lalu dengan IHSG kembali menembus diatas 5100 (5112) atau naik 0,36%. Ini bisa membuat investor menjadi percaya diri untuk masuk ke pasar untuk melakukan transaksi.setelah beberapa hari nilai transaksi cukup sepi.

Berita bagus dimana China memangkas bunga acuan untuk mendorong laju ekonomi negara tersebut. Berita ini telah direspon positif dimana bursa eropa dan AS juga yang Jum'at lalu mengalami kenaikkan.
Ada kemungkinan IHSG juga ketularan dan bisa melanjutkan kenaikannya menuju 5150 setidaknya.
Selain pengaruh eksternal kita juga mesti memperhatikan kondisi2 internal kita sendiri karena akan lebih menyentuh kondisi Bursa. Bagaimana respon inflasi atas naiknya BBM harus kita pantau selama masih dalam ekpektasi maka cukup aman.

Saya juga tertarik dengan kenaikan harga saham CPRO yang sampai Auto Reject diharga 67, padahal selama ini "tidur panjang". Dari Laporan Keuangan Kwartal III 2014 ini memang menunjukkan arah positif, dimana CPRO sudah bisa meraih Laba Usaha 167,74 M dibanding Des 2013 masih rugi 59,68 M. Walau secara keseluruhan masih terjadi Rugi per saham Rp.4,9 tapi ini sudah jauh menurun dari rugi per Desember 2013 yang Rp.18,4.

Mungkinkan CPRO akan sukses seperti DSFI yang kini harganya diatas 100 ?? semua serba mungkin tapi jangan lupa harus ada alasan2 kuat untuk memprediksi harga bisa naik lagi atau kembali turun.
Kalau nasib lagi baik ternyata main di saham2 lapis bawah ini juga bisa mendatangkan rejeki yang luar biasa besarnya, contoh paling baru SMRU, INDX, INAF, DSFI, dan ditambah CPRO. Bisa puluhan bahkan lebih seratus % naiknya.
Asal kita jeli2 saja dan tidak asal masuk ke saham yang bisa jadi jebakkan betmen dan malah jadi korban baru. Seperti saham BUMI contohnya meski murah tapi "makan hati" karena tiap hari hampir mengalami penurunan harga. Dalam setahun ini sudah turun ratusan % lho...

Untuk main saham kecil memang membutuhkan mental yg tegar, bila tidak terbiasa dan apalagi sudah alergi dulu ya...jangan dipaksakan malah jadi serba salah. Untuk itu harus melihat kinerja emitennya agar kita tidak terjebak tetapi justru bisa memaksimalkan Gain yang kita harapkan.

Semoga awal pekan ini menjadi hari yang baik buat kita semua...selamat bertransaksi semoga dapat rejeki banyak.

Salam,

INVESTA
pin. 2b7dd5ee.

21 Nov 2014

Setelah empat hari berturut2 IHSG menanjak akhirnya terjadi koreksi juga, IHSG turun 0,67% (5093). Asing juga net sell 537 M, sektor AGRI dan Mining yang memimpin kenaikan sedangkan INDUSTRI DASAR dan PERDAGANGAN lebih banyak yang turun.
Harga CPO yang semula anjlok beberapa hari terkahir kembali naik sedangka harga MINYAK dunia semalam juga naik 2% walau level ini masih tergolong rendah di $ 76 US. 

Kenaikan BI Rate menjadi 7,75% menjadikan saham2 BANK lebih banyak yg koreksi, dengan perkiraan Inflasi akhir tahun 7,3% maka terjadi selisih 0,45%.
Apabila Bank juga menaikkan suku bunga dana (Deposito dan Tabungan) maka akan menambah Cost Of Money dan bila suku bunga kredit dinaikkan juga maka bisa mengancam potensi Kredit yang tidak lancar.

Memang membutuhkan pertimbangan yang matang tentang suku bunga ini sebab tahun depan kemungkinan the FED menaikkan suku bunganya, ini bisa mengancam perpindahan dana dari negara berkembang ke  AS.

Hari ini mari kita cermati bersama perdagangan akhir pekan apakah akan terjadi pembalikkan IHSG keatas lagi atau tambah turun. Jika bisa kembali diatas 5100 maka tentu lebih baik karena efek psikologi investor akan lebih percaya diri. Tapi sebaliknya kalau anjlok dibawah 5000 maka bisa memicu tekanan jual.

Dalam kondisi ini sebaiknya permainan jangka pendek masih lebih baik dijalankan karena kondisi pasar yang masih rentan untuk menyesuaikan efek kenaikan BBM dan antisipasi Inflasi. Dunia usaha sedang menghitung harga pokok baru tentunya. Kenaikan harga barang juga mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, ini yg perlu kita perhatikan buat menentukan pilihan saham kedepan.

Menu saya ?? masih ada saham INAF, BJTM, INDX, INCO dan mulai koleksi ADRO, ANTM, TINS dan LSIP dengan mempertimbangkan kemungkinan pasar farmasi yang akan tumbuh, kenaikan harga nikel dan CPO serta usaha baru dari ADRO yg mungkin menuai hasilnya tahun depan.

Namanya juga usaha....bisa salah bisa benar he..hee.

Salam,

INVESTA
2b7dd5ee. (khusus untuk trader saham dan mohon perkenalkan diri setelah invite)

19 Nov 2014

Sambutan hangat IHSG terhadap kebijakan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM kemarin dengan menguat 0,9% (5106) sekaligus melewati angka psikologis.
Rupiah sedikit menguat dan investor asing kembali net buy.
Kenaikkan BBM memang sudah diprediksi banyak analis sehingga bukan hal yang menakutkan kalau tujuannya jelas.

Tinggal kita sebagai investor bisa memilah-milah sahamnya mana yg berpotensi positif dan negatif atas kenaikan BBM ini. Saham perbankan kemarin malah lebih banyak turun karena melihatnya dari sisi inflasi kedepan dan potensi naiknya NPL.
Namun saham infrastruktur dan farmasi sebaliknya melonjak, karena pengalihan subsidi BBM terbanyak untuk pembangunan infrastruktur dan juga sektor kesehatan. Lihat saja saham konstruksi, semen dan tiga Obat INAF, KAEF dan KLBF masih Joos kemarin...

Prediksi saya IHSG akan berkisar di 5000 sd 5090 sd 5150 dan saham2 yang nampaknya masih bisa ditradingkan SMCB, GJTL, JPFA, KAEF, SMGR, PGAS, LPKR dan MLPL cari harga terbaik sukur BOW (beli kalau sedikit turun).
Buat teman2 yang ada keberanian beli saham yg tidak populer seperti yg saya kirim via BBM selamat ya...happy cuan he..hee..
Dan terima kasih pula kepada teman2 yang tadi malam mentraktir saya di Jakarta sambil ngobrol saham tentunya. Ternyata trader2 sejati yang sangat piawai, senang kita bisa sharing bersama.

Menyikapi pasar kedepan meski optimis tapi juga harus tetap hati2 karena besaran inflasi akan membuat ancaman baru sampai Desember. Jangan sampai kita kebagian letusan gelembung saja.

Salam,

INVESTA
pin. 2b7dd5ee

18 Nov 2014

IHSG 181114

IHSG berpotensi membuat pola Cup n Handle BESAR, garis strong resist IHSG ada di level 5275, sebelumnya IHSG akan dihadang dua resist kuat 5125 dan 5175,  bila resistant2 ini tertembus IHSG berpotensi terbang ke level 5625, dengan asumsi level ini tercapai pada pertengahan Januari 2015.

KRAH 181114

KRAH memecahkan rekor harga tertinggi yang penah dicapai pada saat IPO perdana, gap up terjadi pada tanggal 10 November 2014, dan tidak ditutup, menandakan kuatnya tekanan beli, kemungkinan besar gap yang terbentuk adalah runaway gap, target saham ini ada di level 830.

AKRA 181114

Kontribusi penyaluran BBM non subsidi terhadap pundi2 laba AKRA cukup tinggi adalah hampir 85% dari total keseluruhan pendapatan AKRA, dengan disparitas yang makin sempit antara BBM subsidi dan BBM non subsidi di tengah trend penurunan harga minyak dunia, karena acuan BBM non subsidi adalah harga internasional, AKRA target optimis jangka menengah panjang ada di 5825, asumsi tercapai pada pertengahan bulan Januari 2015,  target konservatif berada di level 5200, asumsinya tercapai pada pertengahan Desember 2014, rekomendasi: BUY AKRA.

SMDR 181114

tmas 181114

Lihat perbandingan kenaikkan sedua saham pelayaran ini, saham pelayaran diuntungkan dari rendahnya biaya transportasi akibat penurunan harga minyak dunia, TMAS kenaikkan sejak bulan Agustus 2014 adalah sekitar +460% atau hampir 5X lipat dari sejak bulan Agustus, SMDR kenaikkan harganya mencapai +270% atau masih jauh di bawah TMAS, dengan asumsi dua saham sejenis dengan potensi kenaikkan harga yang sama, ternyata SMDR yang telah mencapai harga 4 digit masih jauh lebih murah dari TMAS, dengan asumsi ini mestinya SMDR bisa mencapai level harga 18.700.

Sahabat terbaik,

Apa yang ditunggu2 yaitu  kepastian kenaikan BBM akhirnya terjadi, mulai Selasa harga BBM naik, Premium dan Solar naik masing2 Rp.2.000,- per liter atau kisaran 30% dan 36%. Menurut Menkeu kenaikan harga BBM ini bisa mengakibatkan kenaikan inflasi sebesar 2% sehingga akhir tahun nanti diperkirakan Inflasi pada 7,3%.
Kenaikan BBM ini akan digunakan pengalihan Subsidi dari konsumtif ke produktif termasuk untuk pendidikan dan kesehatan serta sektor infrastruktur. Ini tentu bagus bila dilakukan dengan benar.

Lantas bagaimana perkiraan  kondisi Pasar Saham? kalaupun terjadi koreksi IHSG itu karena dampak kekhawatiran inflasi, tetapi sifatnya koreksi sesaat sedangkan  jangka menengah bisa lebih baik  karena  pembangunan infrastruktur bisa menekan biaya produksi sehingga inflasi bisa ditekan kembali.
Kemungkinan saham2 yang kemungkinan tertekan adalah adalah saham2 yang berhubungan langsung dengan penggunaan BBM seperti sektor transportasi, dan manufaktur. Sedangkan saham2 lain akan sangat tergantung dari berapa besaran inflasi.

Namun jika terjadi koreksi IHSG saya kira juga tidak terlalu tajam karena pelaku pasar secara psikologis juga sudah "tahu diri" dan mengetahui pula tujuannya setelah sekian lama terjadi sosialisasi pentingnya pengurangan subsidi BBM.
Moga2 Pemerintah dan Bank Indonesia bisa segera melakukan pekerjaan2 terbaik sehingga dampak kenaikan BBM ini bisa dirasakan positifnya.

Saham2 yang masih menjadi konsen saya yaitu INAF, KAEF dan KLBF yg justru akan mendapatkan sisi positif karena pengalihan subsidi ke sektor kesehatan antara lain. Selain itu saham infrastruktur juga setelah terjadi koreksi sejenak juga akan kembali naik.

Mari kita sambut perdagangan pertama di Bursa setelah kenaikkan BBM ini dengan hati2 dan disiplin.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee.

17 Nov 2014

admf 171114

setelah cek and ricek dibalik penurunan tajam ADMF, ternyata ADMF cum deviden sebesar Rp.2.700/saham tanggal 11 November 2014, jadi sangat wajar saham ini turun dalam, area discount saham ADMF berada di bawah level 8500.

INAF 171104

INAF target 260, target double bottom ada di 254-255, volume yg cukup menandakan saham ini bergerak positif.

LPCK 1701114

LPCK break pola Double Bottom, Target Double Bottom LPCK ada di kisaran 10.850.

14 Nov 2014

Menarik sekali melihat kenaikan harga saham INDX (PT.Tanah Laut, Tbk) yg naik 109% dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan terakhir, dari 243 sekarang 510. Penasaran..?? saya mencoba melihat Laporan Keuangan perusahaan Triwulan III 2014. Pantaslah karena menunjukkan pertumbuhan yang spektakuler dibandingkan Lap Keuangan setahun lalu, dimana  Kotor naik 150% sedangkan Laba Bersih naik 600% dan Laba Per Saham naik menjadi 81,6 dibandingan 16,8 th lalu.
Dengan harga sekarang 510 maka menghasilkan PER 6 X, masih tergolong murah.

Ini membuktikan bahwa FA suatu perusahaan mempunyai pengaruh  yang kuat terhadap harga sahamnya, karena lambat atau cepat harga saham akan menyesuaikan kinerjanya. Jadi sabar saja kalau ada saham yg harganya belum naik walau kinerja perusahaan bagus.
Kita juga sama2 melihat penurunan kinerja saham MAIN, CPIN dan JPFA juga menurunkan harga sahamnya secara signifikan pula.

Bagaimana dengan Perusahaan yang Laporan Keuangannya jelek tapi harga sahamnya naik terus?? Ada beberapa alternatif antara lain yaitu saham sedang digoreng bandar atau perusahaan sedang merencanakan Aksi Korporasi kedepan yang lebih positif buat perusahaan.

Untuk itu sebagai investor / trader harap jeli2 mencermati, belajar Fundamental Analisis bukan sesuatu yang sulit ada cara2 yang lebih praktis.
Saya dan tim INVESTA sedang menyiapkan pelatihan Fundamental Analisis dan Aksi Korporasi serta Modus saham gorengan. Bentar lagi saya sampaikan jadwalnya untuk Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Bagaimana saham INDX masih lanjut naik?? saya pribadi optimis saham ini akan bergerak naik menyesuaikan fundamentalnya. Jadi silahkan kalau anda sependapat dan mantab. Kelemahannya volume saham ini tidak banyak jadi mudah diayun2 he..hee..

Semoga sukses ya....
Bagi yang berminat ikut pelatihan INVESTA segera daftar diri dulu ya...Tks.
Lebih banyak pendaftar tentu lebih murah biayanya.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee.

13 Nov 2014

Selamat siang para sahabat, Komunitas Blog Investa dan nasabah BNI Securities Semarang..
Kali ini saya baru sempat menyajikan ulasan "Teh Pagi" yang disuguhkan siang hari...maklum masih harus kejar tayang di dua tempat.

Pasar saya kita lihat berlangsung relatif sepi sampai sesi satu baru ada transaksi 1,6 T dengan saham yg naik 111, turun 140 dan tetap 89. Investor asing net buy 23 M. Beberapa saham BC yang terkoreksi ITMG, ISAT, AALI, UNVR. Ada juga saham GIAA yg terkoreksi 5%. Bisa jadi ini karena antisipasi dengan kenaikan harga BBM karena Garuda berbahan pokok BBM.

Belum adanya kepastian mengenai kenaikan BBM inilah yg menjadi alasan para pelaku pasar dan pelaku bisnis masih menghitung2 tentang tingkat inflasi maupun penyesuaian harga2 kedepan.
Pelaku pasar masih lebih suka "menunggu" sehingga IHSG belum ada tenaga pendorong lagi, mereka juga sedang menunggu BI Rate apakah masih tetap 7,5% atau akan naik. Rupiah sedikit menguat di 12.187, tapi harga Minyak dunia tertekan

Dalam situasi seperti ini traders yang rutin transaksi memilih pada saham2 yang bergerak sekalipun lapis dua dan tiga seperti INDX, SMRU, ELSA, INAF, ANTM, TINS termasuk saham yg sudah turun signifikan beberapa hari terakhir seperti GJTL, SMCB, BBTN.

Saham pakan ternak masih kembali ditekan, jadi hati2 di saham ini kecuali diharga terendahnya dalam seminggu terakhir..

Perkiraan IHSG disekitar 5025 sd 5060 hari ini cukup ketat pergerakkannya.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee.

12 Nov 2014

Akhirnya IHSG kembali diatas 5000 kemarin lumayan naik 1,3% (5032), saham bank juga kembali rebound dipimpin BBRI, BBCA, BBNI. Demikian pula beberapa saham BC sebagai motor penggerak IHSG. Tak ketinggalan saham lapis 3 pun masih bisa dijadikan pilihan trading, SMRU, INAF, MLPL, DSFI, CPGT juga memberikan gain lumayan.

Hari ini sepertinya anginnya masih sejuk, jadi buat yang suka trading silahkan berayun-ayun sembari mencari gain dengan target tertentu dan tetap disiplin.
Kalau Lap keuangannya tumbuh harga sahamnya juga akan menyesuaikan walaupun kadang mengalami koreksi sesaat.
Bisa jadi Laporan Keuangan kurang bagus tapi perusahaan punya rencana aksi korporasi kedepan yg positif, ini juga berpotensi membuat harga sahamnya bisa naik. Pandai2 saja mencari informasi karena biasanya ada asap2 yg bisa dirasakan.

Selain saham2 tersebut diatas saya juga mulai tertarik koleksi saham2 yg harganya masih tertinggal spt JPFA, GJTL. SMCB. LPKR, BBTN. Siapa tau akan menyesuaikan diri dengan saham disektornya.

Kunjungan Jokowi ke Luar negeri kemarin nampaknya punya pengaruh positif juga dimata investor asing, semoga segera ada followup nya saja.
Kepastian tentang kenaikan BBM sebaiknya juga segera ditentukan supaya tidak bias dan menimbulkan spekulasi.
Prediksi saya IHSG 5010 sd 5075 untuk hari ini.

Selamat trading semoga sukses.

Salam,

INVESTA
Pin.2n7dd5ee (kusus untuk komunitas investor).

11 Nov 2014

Akankah Jokowi menelan ludahnya sendiri?  membatalkan kenaikkan BBM bersubsidi ?

Jokowi tercatat pernah memaksa presiden terdahulunya SBY  di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, agar SBY menaikkan harga BBM, tetapi SBY dengan tegas menolaknya dengan alasan masa pemerintahannya akan segera berakhir, tidak cukup waktu untuk mempersiapkan Bantuan Langsung Tunai atau apapun namanya kompensasi sebagai akibat dari kenaikkan BBM bersubsidi, (SBY tampaknya tidak ingin menambah pencitraan buruk terhadap dirinya di tengah mulai tidak populisnya partai demokrat),  ketika itu rupiah bergerak liar di atas Rp.12.000,00 per Dollar AS, dan harga minyak berada di kisaran cukup tinggi sekitar 92-95 USD/barrel, mungkin kala itu Jokowi berfikir jika ia jadi presiden nanti ia tidak perlu lagi menaikkan BBM, menghindari kebijakan yang sangat luar biasa tidak populer di mata rakyat " menaikkan harga BBM", agar pencitraannya tak luntur.


Hari Ini ketika Jokowi plesir ke luar negeri bertemu dengan presiden  Obama, kongkow-kongkow, sekaligus memperkenalkan dirinya di mata luar negeri, melupakan sejenak polemik "panas" rencana kenaikkan BBM bersubsidi, yang telah dibangunnya sendiri,  kondisi perekonomian di dalam negeri sangat "galau", harga-harga di pasar tradisional, seperti beras dan sayur-sayuran sudah merangkak naik, sebelum palu pengumuman harga BBM diketuk, spekulan2 sembako sudah mulai memenuhi gudang mereka menahan penjualan, sehingga barang kering di pasar,  perekonomian stagnan tak bergerak menunggu kebijakan yang sangat menentukan urat nadi perekonomian Indonesia ini, IHSG sebagai parameter kondisi perekonomian di dalam negri sempat jatuh di bawah level 5000, dan yang lebih parah USD mulai beringas naik ke level R0.12.200,00 per dollar ASnya, hari ini.


Tekanan politik di dalam negeri agar BBM tidak jadi naik tidak kalah seru, mantan karib terdekatnya yang sekaligus bekas tangan kanannya sebagai mantan wakil walikota solo terdahulu,  FX Hadi Rudyatmo, dengan tegas menentang kebijakkannya, FX Hadi juga dikenal sebagai suksesor pencoblosan pemenangan Pemilu Presiden Jokowi di kota Solo, FX Hadi juga satu almamater dengan Jokowi PDI perjuangan, FX Hadi berpendapat Jokowi hanya ingin mengambil jalan pintas menaikkan BBM, untuk memperolah dana membangun infrastruktur, tidak serius  melakukan efisensi PERTAMINA, yang lebih penting  membasmi mafia migas yg penah didengung dengungkan JK, belum lagi demo-demo mahasiswa yang anarkis di kampung halaman JK di Makasar, serta penolakan organda terhadap rencana kenaikkan BBM bersubsidi ini.


Kebijakan Jokowi memang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang ini, harga minyak di tangan spekulan memang dengan mudah diputarbalikkan, harga minyak sekarang jatuh ke titik terendahnya di level 77 USD/barrel, di tengah melimpahnya suplai cadangan minyak AS,  sedangkan ketentuan yang dibuat dalam anggaran dasar APBN pemerintah adalah 105 USD/barrel, sangat jauh dari nilai riil saat ini, walaupun sekarang direcoki oleh terpuruknya nilai tukar rupiah, yang kalau dikaji lebih jauh juga kesalahan dari kurang tegasnya sikap Jokowi dalam menentukan kapan BBM bersubsidi akan dinaikkan.


Kegalauan pasar dapat terbaca dari tekanan saham AKRA yang  tertekan karena ketidak pastian ini, sebelumnya saham AKRA sempat naik kelevel Rp.5.800,00, sekarang tertekan ke level terendahnya di level Rp.4.565,00 saham ini selalu menjadi indikator kenaikkan BBM, karena mungkin hanya ini satu satunya saham  yang diuntungkan karena kenaikkan BBM bersubsidi.


Sebagai perbandingan harga BBM di tanah air memang paling murah, di banding negara-negara tetangga, Malaysia Rp.8500 per liter, sedangkan yang tertinggi di negara kawasan adalah di Thailand diatas  Rp.14.000,00 per liter, Laos, Kamboja, Philipina antara Rp.12.000,00-13.000,00 per liter. Yang  jadi pertanyaan sekarang, akankah harga BBM tetap naik Rp.3000,00 perliter, seperti yang telah digembar gemborkan JK, ataukah kenaikkan hanya Rp.500,00- Rp.1000,00 saja perliternya, kenaikkan bertahap Rp.500,00 atau Rp.1000,00 berkali-kali, akan mengakibatkan efek domino yang lebih besar dibandingkan kenaikkan sekaligus, ataukah batal sama sekali?, keputusan yang sulit ini berada di tangan Jokowi, semakin lama keputusan dibuat, jadi atau tidak dan berapa ketentuan besarannya,   perekonomian dalam negri akan semakin terpuruk atau kalau tidak bisa dikatakan jalan ditempat.

Harapan IHSG untuk "mantul" belum kesampaian, bahkan kemarin kembali tertekan minus 0,44% (4965). Ketidakpastian masalah BBM, Penurunan harga Minyak Dunia dilevel $77, pelemahan rupiah dan penurunan Laba beberapa Emiten pada Kuartal III 2014 telah membuat sentimen negatip terhadap Bursa kita.
Ramalan bahwa IHSG 5300 sd 5500 oleh beberapa analis akhir tahun 2014 semakin menjauh. Rupanya masih harus dibuktikan dengan kinerja dari berbagai sektor ekonomi bukan hanya sekedar ramalan.

Kita tunggu action Pemerintah baru dalam memperbaiki sekaligus mengembangkan sektor2 ekonomi kita. Pasar selalu merespon dengan cepat setiap hasil yang telah dicapai bahkan ekspektasi sudah bisa dilakukan setiap langkah atau kebijakan yang dijalankan.

Pelaku pasar nampaknya lagi melirik saham2 lapis 3 sehingga bursa diramaikan dengan transaksi saham2 kecil yang "murah meriah" (bawah 500). Tentu itu sah-sah saja karena memang nampaknya ada beberapa saham yg punya prospek bagus kedepan. Harus jeli2 melihat kinerja serta berbagai rencana aksi korporasi yang akan dilakukan emiten.
Namun kalau kita salah memilih sahamnya wah....bisa kena jebakkan "betmen" dan mesti menunggu berlama-lama, karena saat ini kesempatan bandar untuk mencari keuntungan dengan memanfaatkan ramainya perdagangan saham kecil sangat terbuka. 
Jadi sekali lagi pilihan harus jitu demikian pula strateginya kapan masuk dan keluarnya, memang buat yang tidak terbiasa bisa membuat hati tidak tenang he..hee..

Lihat saja kemarin masih ada saham kecil yg melaju kencang tapi sebaliknya ada yang sudah mulai anjlok lagi, harus ada pertimbangan yang kuat untuk masuk ibarat memilih antara madu dan racun.

Semoga IHSG masih bisa bertahan diatas 4900 sebab gawat juga kalau sampai jebol lagi. Penopang IHSG saham2 BC silih berganti yg naik dan turun juga, masing2 punya karakter jadi tinggal kita sendiri sebagai investor yang harus menyesuaikan diri dalam menyikapi pasar.

Salam.

INVESTA
Pin. 2b7dd5ee (khusus untuk komunikasi investasi saham)

9 Nov 2014

Kecemasan yang saya rasakan pada ulasan kemarin, sudah terjawab bahwa IHSG ternyata jebol juga dibawah 5000 yaitu 4987 (-0,93%). Saham Bank juga  masih jadi pemberat penurunan tersebut.
Pengumuman BI tentang kenaikan cadangan devisa kita bl Oktober menjadi $112 sebenarnya bisa menjadi vitamin untuk perdagangan Senin ini. Prediksi saya Senin IHSG berpotensi naik walau tipis, apa lagi sudah 4 hari berturut ihsg turun terus.

Kalau kita mau memperhatikan sebenarnya ada beberapa saham yang "tidak populer" yg sering dijauhi investor karena berbau "gorengan". Faktanya beberapa saham tersebut dalam beberapa hari terakhir bisa memberikan rejeki yg luar biasa, seperti INDX, INAF, DSFI, WAPO, SMRU. Jadi kalau kita bisa membaca pergerakkannya dan tepat pilihan dan timingnya wow...bisa raih cuan tinggi lho gak kalah dengan saham BC.

Tipe untuk main saham lapis 3 ini antara lain; belinya jangan terlalu besar volumenya, jangan tamak, sabar menunggu dan disiplin. Gerakkan saham tersebut berbeda2 tergantung juru gorengnya barang kali he..hee..Apa boleh buat kita juga harus menyesuaikan diri. Biasanya cukup lama menunggu tapi saat terjadi kenaikkan bisa langsung loncat. Inilah karakter saham lapis 3.

Tentang resiko..? ya pasti adalah karena setiap investasi selalu mengandung resiko. Makanya kita hanya berusaha memperkecil resiko dan mengoptimalkan hasil tetapi bukan berlebih2an atau tamak.

Apa lagi tidak lama kita akan memasukki bulan Desember, dimana berbagai kepentingan dari beberapa pihak sering ada juga, sehingga kita bisa memilih saham2 yang berpotensi Window Dressing (WD). Cuan diatas 10% bukan mustahil kalau tepat pilihannya.

Hanya sekedar bagi pengetahuan dan pengalaman, bukan merupakan anjuran karena pilihan investasi ada pada masing2 dengan segala resiko dan hasil yg mungkin didapat.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee (hanya buat komunikasi masalah investasi)

7 Nov 2014

Mohon maaf sebelumnya karena dua hari tidak sempat menyajikan ulasan Teh Anget pagi hari karena harus menyelesaiakan pekerjaan di Jakarta.

IHSG ternyata belum mampu melewati angka 5100, bahkan kemarin kembali mundur di 5034 atau minus 0,6%. ternyata IHSG tidak selalu sejalan dengan DOW yang terus melaju sehingga menembus Indek tertingginya. Ekonomi AS memang sedang membaik. Kondisi bursa memang mencerminkan kondisi perekonomian negara.

Terakhir saya menyoroti penurunan saham pakan ternak yang turun tajam, ternyata sampai kemarin masih juga berdarah-darah karena ketiga saham sektor ternak MAIN, CPIN dan JPFA mengalami penurunan, bahkan MAIN turun 6%. Masihkan harga saham tersbut belum mencerminkan kewajaran atas penurunan Kinerjanya yang memang anjlok?.
Ini resiko tetapi juga bisa menjadi peluang bila sebagai trader bisa memanfaatkan waktu yang tepat untuk masuk ketika saham tertekan, karena bila penurunan tersebut sudah melewati batas harga wajar maka sangat berpotensi untuk "mantul" menyesuaikan harga wajarnya.

Ingat bahwa investor / trader intu juga dipengaruhi unsur psikologi dan emosional masing2, ada kalanya investor menjual saham secara berlebihan karena panik dan emosi tanpa menghitung harga wajar sahamnya. Demikian sebaliknya  mengejar saham yang naik secara berlebihan takut ketinggalan. Ini yang terkadang bisa membuat investor rugi besar.
Sebaiknya mari kita trading dengan pertimbangan yang masak, kontrol psikologi dan emosi kita dengan memahami parameter Fundamental perusahaan dengan membandingkan harga pasar, nilai buku dan PER sahamnya.

Saya sendiri tertarik mengamati ketiga saham tersebut karena sebenarnya perusahaan yang sudah cukup lama beroperasi, jika penurunan harganya sudah melewati batas kewajaran (saat ini sedang saya hitung) maka saya tertarik untuk masuk dan memanfaatkan pantulan yang mungkin bisa mendapatkan rejeki jangka pendek.

Ada juga saham2 lapis tiga dan sering tidak dilirik investor, tetapi ternyata bisa mendapatkan cuan yang spektakuler (maaf ini bukan maksud saya untuk menganjurkan) seperti INDX, DSFI, SMRU yang akhir2 ini naik lebih 60% hanya dalam hitungan bulan bahkan harian.
Tentu saham2 seperti ini hanya untuk pemain yang benar2 tahan banting dan berani ambil resiko besar karena potensi naiknya juga bisa tak terduga. Tergantung bandar katanya he..hee..
 
Selamat trading banyak saham yang turun, tapi....ada juga yang naik lho..

Salam,

INVESTA
Pin. 2b7dd5ee (hanya untuk komunikasi tentang trading saham)

6 Nov 2014

INAF 061114

Seakan tidak mau kalah dengan kakak kadungnya KAEF, INAF breakout konsolidasi panjangnya dengan volume, 2 target telah terlampaui, target selanjutnya INAF di 215 and 260.

ELSA 061114

ELSA sudah turun –35% dari titik tertingginya, membuka peluang gain pantulan saham ini, Laporan keuangan yang super kinclong ternyata tidak berdaya terhadap tekanan pola Teknikal Inverted cup n Handle, dengan target 420, ELSA kemungkinan besar  baru bisa mantul setelah menyentuh level strong supportnya di  474-467.

roti 061114

Laporan keuangan yang baik  untuk saham ROTI membawa peluang saham ROTI menuju target pertamanya di 1295, dan target Headnya di level 1450, akumulasi asing yang terus menerus serta cukup tingginya volume jual-beli saham ini membuka peluang saham ROTI menuju target2nya.

TBLA 061114

TBLA berpeluang menembus level 715 di tengah Laporan keuangan Q3 2014nya  yang super kinclong, penembusan level 715 akan membawa TBLA menuju targetnya di 790.

BBKP 061114

Bank Berbau “JK” Bukopin  melawan arus trend penurunan saham-saham sektor perbankan, di tengah rencana Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi bulan ini,  terinspirasi oleh naiknya saham DSFI yang berbau “susi Pujiastuti”, BBKP berpeluang naik ke level 880-920, bila berhasil break channel uplinenya di 790.

4 Nov 2014

Saham sektor pakan ternak anjlok tajam kemarin MAIN, JPFA, CPIN akibat Laporan Keuangan September 2014 yang mengalami penurunan Laba yg sangat drastis. Demikian pula beberapa emiten lain yg merilis Laporan Keuangannya mengalami kerugian harga sahamnya di bursa langsung direspon negatif.
Begitu pentingnya informasi Laporan Keuangan ini yang kadang oleh sebagian investor tidak terlalu diperhatikan.

Belajar membaca dan menganalisa Laporan Keuangan sebenarnya tidak sulit, bisa dengan cara yg praktis. Silahkan bagi yg berminat belajar Fundamental Analis termasuk membaca Laporan Keuangan secara praktis bisa mendaftar ke kami LP3M INVESTA.

Penurunan harga saham MAIN, CPIN, JPFA telah membuat saham2 terpengaruh juga meskipun bukan tergolong BC, terutama emiten yg belim mengumumkan Laporan Keuangannya. Ada rasa khawatir kalau Lap Keuangannya juga buruk.
ANTM dan KRAS saham BUMN ini juga mengalami kinerja yg buruk masing2 mengalami kerugian.
Perusahaan yang berbahan baku impor, banyak hutang dollar dan berbasis komoditas batubara dan minyak termasuk yang paling terkena dampak dari pelemahan rupiah. Jadi sebaiknya memang dihindari dulu.

Saat ini marilah sebaiknya kita fokus ke Fundamental dulu, mencari saham yang Laporan Keuangannya sedang tumbuh, itupun harus kita cermati pertumbuhannya dari mana?? Perusahaan kecil kalau memang Fundamentalnya bagus layak jadi pilihan.
Penurunan harga minyak dunia ke $78 membuat saham ELSA juga masih tertekan meski Lap Keuangannya cukup baik.

Pilihan saham evaluasi terakhir dengan mempertimbangankan FA, TA  dan pola transaksi kemarin saya lebih fokus ke LPKR, LSIP, BBTN, MNCN, dan KAEF.

Selamat berusaha semoga sukses...

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee (untuk diskusi saham)

3 Nov 2014

Akhir Oktober IHSG ditutup sumringah...beberapa saham perbankan kembali membuktikan keunggulannya, ini menurut saya merupakan salah satu indikasi positif. Kenaikan saham perbankan juga atas respon positif karena kinerjanya yang bagus kwartal III, memang tidak semua saham Bank naik, tergantung kinerja nya saja.
Sebaiknya menilai saham Bank atau Lembaga Pembiayaan jangan hanya lihat dari pertumbuhan labanya saja tetapi lihat juga NPL nya karena merupakan penilaian terhadap kualitas kredit yang disalurkan. Laba tumbuh kalau NPL nya juga besar kurang baik karena berpotensi jadi kredit bermasalah atau bisa2 macet. Jadi masing2 sektor memang punya karakter sendiri2 dilihat dari Analisa Laporan Keuangannya.

DOW dan Bursa Utama Eropa memang lagi musim panen,  DOW sampai memecahkan Indek tertinggi kembali.  Bagaimana dampaknya terhadap Bursa kita?? Membaiknya perekonomian AS diharapkan memperbesar pasar ekspor dari Indonesia juga sehingga perhatikan komoditas apa saja yg banyak dijual ke AS dan ujungnya harga saham emiten tersebut punya harapan bagus.
Tetapi yg perlu diwaspadai yaitu kemungkinan naiknya suku bunga di AS bisa mempengaruhi kenaikkan BI Rate juga.

Kemarin Bank of Japan secara tak terduga meningkatkan stimulus, menaikkan target tahunan  untuk ekspansi moneter. Dana Pensiun Publik di negara Jepang juga meningkatkan kepemilikan saham asing hingga 25%.
Sehingga Jum'at lalu Indek Nikkei meningkat tajam diatas 4%.

Senin ini potensi IHSG saya prediksi masih menguat dengan ring 5050 sd 5115 dengan dukungan Indek DOW yang pecah record lag,  Bursa2 Eropa yang naik antara 1,5% sd 2%, pengaruh bursa Regional dengan stimulus Bank Of Japan tersebut.

Rilis Lap Keuangan Emiten juga punya pengaruh kuat terhadap harga masing2 sahamnya. Bila anda menemukan Laba emiten yang tinggi teliti dulu dari mana asal Labanya, kalau itu dari Laba Usaha dan penjualan yang meningkat maka itu lebih baik. Karena Laba bisa dari beberapa juga misalnya penjualan aktiva, penjualan anak perusahaan, selisih kurs.

Saya masih konsen di saham2 LPKR, TINS, INCO, MLPL. LPLI, KAEF, BJTM serta tertarik juga untuk saham2 yang sudah turun tajam selama seminggu terakhir dengan catatan saham tersebut dari emiten yang kinerjanya bagus dan merupakan perusahaan lama seperti SMCB, GJTL.

Semoga sukses dan happy cuan....

Salam,
INVESTA
pin.2b7dd5ee (khusus untuk komunikasi investasi saham).

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.