30 Jul 2015

Kemarin saya sempat harap-harap cemas ketika IHSG yang diawal sesi naik diatas1% tetapi semakin mendekati penutupan sore hari justru semakin kembali berkurang yang akhirnya tinggal naik 0,14% diposisi 4721. Sebab akan lebih gawat kalau IHSG sampai ditutup "merah" alias turun, karena k Indeks beberapa Bursa Global dan Regional rata2 berakkhir  menguat. Jadi kalau sampai IHSG minus artinya tidak bisa memanfaatkan "dampak lingkungan".

Salah satu kajian saya dalam meramal IHSG adalah jika Bursa Global dan Regional naik "sewajarnya" IHSG ikut naik dan kalau Bursa Global dan Regional turun IHSG juga ikut turun. Tetapi kalau yang terjadi Bursa Global dan regional naik namun IHSG malah turun itu pertanda bahwa IHSG dalam kondisi yang abnormal atau berpotensi bearish. Sebab jika indeks Global dan regional turun lagi maka IHSG akan semakin dalam turunnya.  Jelasnya IHSG "hanya" ikut turun tetapi tidak ikutan naik Bursa lainnya, itu yang gawat.

Sekalipun kemarin IHSG naik tetapi saya pribadi merasa belum aman, sebab kenaikan IHSG kemarin tidak sebanding kenaikan Bursa yang lain. memang tidak harus sama tetapi dalam perjalanannya sehari kemarin IHSG bergerak menurun sekalipun masih dijalur hijau. 
Selain itu beberapa saham perbankkan sebagai pendukung IHSG juga nampak masih tertekan, investor asing juga masih agresif jualan, harga komoditas juga masih belum ada tanda2 kebangkitan.

Kondisi Ekonomi China / Tiongkok masih menjadi fokus dari sisi eksternal sebab menurut saya itu lebih punya pengaruh terhadap konisi kita, tetapi yang juga penting adalah kondisi internal kita sendiri. Memang belum ada yang bisa menggembirakan saat ini, dan masih kita tunggu langkah2 Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperbaiki kinerjanya. 

Kita cermati juga Laporan Keuangan Smester pertama th.2015 mana2 emiten yang mempunyai kinerja bagus dan mana yang justru menurun Labanya. Beberapa emiten yang sudah merilis Laporan Keuangan nampak meleset dari ekspektasi atau dibawah target, ini menunjukkan bahwa kondisi memang sedang tidak baik. Contoh paling sederhanaadalah beberapa emiten mengalami Rugi Selisih Kurs akibat melemahnya Rupiah terhadap US Dolar.

Saya masih menggunakan pola trading pendek dengan tidak terlalu agresif, hanya masuk untuk beberapa pilihan saham yang berkinerja cukup baik, harganya relatif murah dan produknya dibutuhkan. Antara lain saya tertarik SMGR, KAEF, KLBF, ELSA, BBTN dengan memanfaatkan kalau harga sedang dalam tekanan Panic selling. Tentu tidak berani pegang lama2 kalau cuan cukup ya lepas lagi he..hee.

Semalam rata2 Bursa global AS dan Eropa rata2 ditutup naik lumayan, jadi wajarnya IHSG naik juga, tetapi awas jika IHSG justru merah.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (sampaikan "salam investa" jika anda invite)

28 Jul 2015


Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Kalau anda sempat membaca Ulasan saya kemarin (Judul AWAS BERUANG MENGHADANG..) mungkin bisa mencocokkan dengan kondisi yang terjadi di Bursa dimana IHSG akhirnya minus 1,7% ditutup 4771. Ramalan saya IHSG dipekan ini 4750 sd 4900, jadi nyaris mendekati batas bawah ramalan saya..
Selain menganjurkan untuk melakukan Take Profit saya juga menyinggung kekhawatiran saya tentang kondisi perekonomian China / Tiongkok  yang tercermin dengan volatilitas yang tajam indek bursa Shanghai beberapa waktu terakhir ini.

Kemarin indek Shanghai anjlok 8,48% sehari !! dan ditutup 3725, yang akhirnya menular ke Bursa terdekat Hangseng yang turun 3%. Kejadian ini yang akhirnya membuat IHSG juga jebol dibawah 4800, dimana saya juga sangat khawatir dengan kemuingkinan IHSG beberapa hari kedepan.
Jatuhnya sektor pertambangan telah membuat beberapa kinerja emiten di China melemah. PDB Tiongkok pada semester pertama 2015 juga merupakan yang terendah selama 6 tahun bahkan tahun ini diproyeksikan pertumbuhannya dibawah 7% (sekitar 6 - 6,5 persen). 

Kondisi perekonomian di China/Tiongkok amat penting bagi kita, itu karena keterkaitan dengan hubungan dagang kita dengan China yang sudah tinggi. Menurut saya kondisi China lebih penting dari Yunani yang beberapa waktu menyita perhatian pelaku pasar seluruh dunia.

Bagi investor yang telah melakukan Take Profit bahkan Cut Loss pekan kemarin mungkin agak lega dan tinggal mengamati pergerakkan selanjutnya untuk melakukan Buy Back pada saat dan harga yang tepat. Kita catat saja saham2 apa saja yang telah kita jual dan bila kita masih sayang dan yakin dengan saham tersebut tinggal ambil balik saja diharga bawah nantinya.
Bila kita berpikir untuk tukar portofolio ke saham yang lain juga sah-sah saja tinggal cari yang pantulannya lentur.

Memang turunnya harga saham juga bisa menjadi peluang tersendiri bila tepat pilihan saham, harga dan waktu yang tepat itu tadi. Harapannya tentu suatu saat harga saham akan kembali naik cepat atau lambat. Itu berdasarkan pengalaman masa2 lalu. Ingat yang penting lihat kinerja / fundamentalnya karena kalau salah pilih bisa bikin bangkrut. 
Kemarin saya lihat gambar karikatur "guyonan" tentang pasien yang sakit diruang gawat darurat karena harga saham BUMI yang dibeli dilevel 8000 tinggal 52 saat ini. Didepan kamar pasien dituliskan "JANGAN BICARA KERAS TENTANG "BUMI" ) he..hee.

Semalam Bursa Global juga mulai tertular, bahkan bursa Jerman dan Perancis juga turun masing2  2,5%, Harga Minyak juga tertekan dilevel US$ 46, Nilai Rupiah masih diatas 14.450. Jadi tetap kencangkan ikat pinggang, trading seperlunya saja kalau ingin memanfaatkan pantulan, tapi ingat resiko nya juga cukup besar.

Salam,

INVESTA
Pin,2b7dd5ee (sampaikan "salam investa" bagi yang sudah invite). 

27 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

IHSG sepertinya semakin mengkhawatirkan, kini berada dilevel 4856, karena akhir pekan kemarin anjlok 0,94%. Apa boleh buat karena belum ada sentimen positif yang bisa mendukung IHSG, apalagi kemarin US $ sudah tembus Rp.13.400,-  Saya merasa sangat tidak nyaman untuk menambah portofolio, terlalu besar resikonya dengan kondisi seperti ini, kenaikan US$ sangat tidak bagus buat kebanyakan emiten maupun utang Pemerintah sendiri.

Kita bisa bayangkan berapa banyak beban hutang Pemerintah dan Perusahaan bertambah dengan kenaikan US$ ini, jangan pakai alasan barang2 kita jadi lebih murah karena faktanya harga komoditas hasil dalam negeri harganya pun sedang anjlok. Antara beban bunga/hutang dengan hasil penjualan ekspor gak imbang. Makanya banyak perusahaan mengalami kerugian.

Saya juga khawatir Laporan Keuangan kuartal ke dua th.2015 ini tidak lebih bagus dari tahun lalu pertumbuhan Labanya untuk beberapa perusahaan. Kalaupun masih bisa Laba kemungkinan secara presentase lebih rendah dibanding tahun lalu. Biasanya sektor perbankan akan lebih dulu merilis Laporan Keuangannya paling lambat akhir Juli ini sesuai ketentuannya. Sektor perbankan sangat penting dilihat kinerjanya, jika sektor perbankan (terutama BBRI, BMRI, BBNI dan BBCA) karena ke empat Bank besar tersebut bisa dipakai sebagai salah satu tolok ukur untuk kinerja emiten lainnya. Maklum Bank sebagai pusat perputaran keuangan dan juga mempunyai bobot perhitungan IHSG yang tinggi.

Saya berpendapat lebih baik portofolio yang masih bisa Profit untuk direalisir dulu dan bisa dibelanjakan lagi pada saat kondisi lebih baik, berharap bisa dapat harga yang lebih murah dikemudian hari. Karena saya khawatir jika IHSG sampai nembus 4800 maka akan mengahadapi jurang yang lebih dalam. Di Bursa ini semua serba mungkin dan tidak bisa bilang Pasti !! jadi semua hanya bisa melakukan prediksi tentu dengan berbagai analisa masing2.

Kalau sama2 melihat faktor eksternal maka saya lebih memilih kondis ekonomi China, karena China punya nilai transaksi ekspor yang signifikan terhadap Indonesia. Jika pertumbuhan ekonomi China melambat akan berpengaruh terhadap ekspor kita. Saat ini indek Bursa di Shanghai juga mengalami volatiltas yang tinggi yang mencerminkan kondisi ekonomi di China.
Maka salah satu pertimbangan saya adalah melihat data2 ekonomi di China untuk dimasukkan dalam ramuan analisis dengan harapan bisa membuat keputusan yang lebih baik.

Pekan ini yang kebetulan pekan terakhit bulan Juli 2015 cukup rawan karena resiko yang lenih besar dibandingkan kemungkinan hasil yang kita harapkan. Prediksi IHSG pekan ini dikisaran 4750 sd 4900.
Nilai transaksi harian di Bursa yang nampak menurun mencerminkan bahwa investor memang sedang mengurangi tradingnya. Saya lihat Nilai Aktiva Bersih beberapa Reksa Dana juga mengalami penurunan, sejalan dengan pergerakkan IHSG. 

Salah satu hikmah jika pasar sedang bearish adalah saat melakukan pertukaran portofolio, dimana saham2 yang susah bergerak bisa ditukar ke saham2 yang agresif jika terjadi rebound. Sebagai investor kita tentu pernah mengalami punya saham2 yang susah naik jika IHSG naik, nah lebih baik saham2 tersebut bisa ditukar ke saham2 lain yang punya potensi naik lebih cepat.
Jangan ragu jika memang untuk sementara harus melakukan Cut Loss tapi dengan pertimbangan yang matang, karena Cut Loss itu bisa memperkecil kerugian, tetapi ingat harus disiplin dan tepat waktu itu yang sulit biasanya.
Oke pada kesempatan lain saya akan coba tukar pengalaman tentang manajemen Cut Loss. 

Sementara ini ayo kita cermati perkembangan terkini, baik makro ekonomi, transaksi asing, nilai rupiah, dan bursa regional Shanghai, Hangseng dan Nikkei. Karena hal itu akan punya pengaruh signifikan terhadap IHSG.

Salam,

INVESTA
pin. 2b7dd5ee (sampaikan "salam investa" jika sudah invite)

23 Jul 2015

IHSG "dipaksa" naik 0,76% di tutup 4906 kemarin setelah seharian naik turun dibawah 0,1%.. Kenaikan IHSG terutama menjelang pra closing oleh saham2 Blue Chip seperti ASII, SMGR, GGRM, BBRI, BBCA.
Pemaksaan IHSG untuk ditutup naik atau turun memang sering dilakukan oleh pihak2 tertentu pada pra close antara jam 15.50 sd 16.00. Kondisi seperti ini tentu punya tujuan tertentu.

Sebagaimana saya ulas kemarin bahwa data2 ekonomi/keuangan masih belum menampakkan sinyal yang kuat untuk mendukung IHSG, sehingga pergerakkan IHSG masih sangat rentan.
Semalam bursa global kembali terkoreksi baik AS dan Eropa, tinggal kita lihat saja apakah 3 bursa utama Asia (Hangseng, Nikkei dan Shanghai) apakah akan mengikuti bursa global atau justru anomali. Karena kalau melihat nilai rupiah dan harga komoditas masih juga melemah saya kira lebih baik main aman saja trading dengan target gain dan loss terukur.

Kalau melihat visi dan misi Direksi Bursa Efek yang baru cukup baik dan responsif dengan kondisi pasar termasuk fraksi harga saat ini yang  sebagian masih merasa kurang sreg. Rencanya akan ada perubahan fraksi, kita lihat saja apakah bisa meningkatkan nilai transaksinya.
Kepentingan investor sebagai salah satu pelaku pasar harus diutamakan agar pasar tetap bergairan dan efisien, selain itu juga "perlindungan" terhadap investor agar hasrat untuk investasi di pasar modal bisa terus berkembang terutama bagi investor lokal yang saat ini masih minoritas dinegeri sendiri.

Prediksi hari ini IHSG dikisaran 4870 sd 4930, dengan tetap disiplin saya masih konsen di SMGR, BIPI, SMCB, ADRO karena bagi saya saham2 tersebut ada sinyal untuk menguat terbatas.

Salam,

INVESTA
pin.2b7dd5ee

22 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H, SERTA MOHON MAAF LAHIR BATIN.

Hari ini Bursa kembali membuka perdagangannya setalah 4 hari libur, biasanya hari pertama transaksi masih berlangsung sepi.  IHSG terakhir pada posisi 4869, Rupiah terhadap US$ 13329, harga minyak dunia dilevel $50 dan Emas di $1100.
Sampai pekan kemarin belum ada data internal yang signifikan positif sehingga bisa memungkinkan  mendongkrak IHSG.
Sebelum ada data2 / informasi baru saya memperkirakan IHSG masih berat untuk melewati 4900, sehingga prediksi saya hari ini IHSG akan dikisaran 4840 sd 4890.

Salah satu yang kita tunggu adalah Laporan Keuangan Emiten Smester pertama 30 Juni 2015 yang kemungkinan baru akan mulai dirilis bulan depan. Hanya saja kalau melihat data ekonomi/keuangan yang ada nampaknya belum banyak yang bisa kita harapkan. Nilai Rupiah yang masih diatas 13.300 itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan smester pertama 2014, sehingga kemungkinan yang terjadi beberapa emiten masih akan mengalami kerugian kurs.

Demkian juga harga komoditas masih belum bisa diandalkan sehingga belum bisa mendongkrak Laba Perusahaan disektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan. Salah satu sektor yang bisa diharapkan adalah Infrastruktur dan konstruksi, tapi itu baru bisa dapat kita lihat hasilnya kuartal ke III karena pengucuran anggaran baru saja mengalir.
Jadi kalau mau bersabar untuk investasi jangka menengah maka saham2 sektor tersebut masih bisa dikoleksi, apalagi jika terjadi koreksi untuk mendapatkan harga beli terbaik.

Namun untuk saat ini saya lebih memilih menjadi trader "Hit and Run" untuk memanfaatkan pergerakkan harga yang relatif ketat, siapa tau dapat Gain lumayan, tapi mesti disiplin untuk manajemen resikonya. 
Dengan melihat pergerakkan harga terakhir saya masih demen Saham SMGR, ADHI, KAEF, terutama jika harganya lagi ditekan turun 2 sd 3 point. Belum banyak pilihan memang saat ini, untuk itu memang tidak perlu memaksakan diri jika kita masih ragu2 untuk trading. Kita harus realistis melihat keadaan pasar.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (sampaikan "salam investa" jika sudah invite)

15 Jul 2015

GJTL 150715

Dipenghujung hari raya Idul Fitri ini, ibarat jarum jam berhenti berdetak, banyak investor menahan diri untuk mengakumulasi saham, bahkan menjualnya, akibat kebutuhan menjelang hari raya, ataupun ketakutan akan adanya perubahan keadaan ekonomi global, terutama Yunani selama libur panjang idul fitri, sepertinya "fear" mesih mengusai pasar, walaupun pasar AS bergerak bullish, adaptasi bursa kita (IHSG) masih amatlah kecil, seperti kenaikkan yang tertunda, potensi kenaikan saham2 kelihatannya  akan tinggi setelah hari raya.


Salah satu yang dapat penulis amati adalah adanya kebijakan pemerintah pusat tentang impor ban, kementrian Perdagangan mengatur pengetatan impor ban yang tertuang dalam Permendag No. 45 Tahun 2015, yang merupakan perbaruan dari aturan sebelumnya yakni Permendag No. 40 Tahun 2011. Dalam aturan baru tersebut ada beberapa ketentuan tambahan yakni soal pembatasan pintu masuk di pelabuhan.


Direktur Impor Kementerian Perdagangan, Thamrin Latuconsina di Jakarta  mengatakan bahwa "Pengetatan impor ban ini kita lakukan untuk mendongkrak daya saing industri ban di dalam negeri, karena dalam beberapa tahun terakhir data impor ban cukup tinggi," . Peraturan dan kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi kondisi per emiten, masih ingatkah anda akan meroketnya  saham saham di sektor konstruksi akibat dipicu oleh kebijakan pemerintah tahun 2012 ?


GJTL (Gajah Tunggal) pemain ban yang sudah lama berkiprah di tanah air ini, pernah mengalami lonjakan harga pada awal tahun 2010-11, akibat meroketnya harga polyester/ nilon ban, kenaikan harga polyester sebagai bahan baku ban ini diakibatkan naiknya harga kapas dunia, sehingga banyak industri tekstil mengunakan polyester sebagai bahan baku pembuatan sandang, kenaikan GTJL juga diiringi oleh anak perusahaannya ADMG (Polychem tbk) dengan kenaikkan yang sangat signifikan.


Produksi ban pada hakekatnya industri yang tidak pernah mati, selama kita masih melihat kendaraan roda dua atau lebih masih berseliweran di jalan raya, walapun sekarang ini terjadi penurunan penjualan kendaraan baru, sehingga menekan produksi ban,  kita lihat apakah suntikan peraturan kementrian perdagangan ini akan memberikan awal kebangkitan kembali GJTL, mengingat koreksi saham ini sudah cukup signifikan.........nah... biarkan waktu yang menjawabnya.

IHSG sepertinya sudah memenuhi prediksi saya yaitu melewari 4900 (dalam tulisan saya tgl.11 Juli kemarin) karena faktanya IHSG close 4901 Selasa. Memang masih butuh beberapa pendukung data untuk membuat IHSG bisa naik lebih tinggi lagi.
Maklum  kita mesti sadar bahwa pertumbuhan ekonomi negara kita memang masih dibawah prediksi,
Sementara tekanan dari eksternal mulai berkurang seiring proposal Yunani yang disampaikan kepada krediturnya, walaupun belum bisa dikatakan tuntas. Bursa Shanghai di China yang sempat anjlok parah juga mulai membaik sehingga membuat bursa2 regional tidak mengalami kepanikan lagi.

Semalam Dow malah sudah melewati 18000 (18053) naik 0,42%, dan EIDO yang perhitungannya diambil dari beberapa saham2 Indonesia dan dirangkup oleh MSCI semalam naik 0,55%.
Adakah ini merupakan indikasi bahwa hari ini IHSG akan bisa naik lagi? peluang memang masih tetap ada walaupun sekali lagi jangan terlalu muluk2 prediksi kita karena data pendukung masih belum memungkinkan.

Saya juga cukup puas karena saham2 yang kemarin saya sertakan seperti KIJA, PGAS, INCO. ADHI, MPPA dan BIPI paling tidak sudah lebih tinggi harganya dibanding ketika saya menulis (tgl.11 Juli).
Saya juga masih konsen ke saham2 tersebut, mungkin ditambah SMGR dan KAEF yang nampaknya mulai bisa lolos dari tekanan berat pekan2 lalu.
Prediksi saya sekalipun saya lakukan dengan pertimbangan maksimal tetapi tentu tidak bersifat Pasti benar, sehingga bagi kepada para pembaca mohon maklum, apa lagi tullisan saya yang masih jauh dari sempurna  Anggap saja ini hanya sebagai bacaan sampingan dan merupakan refleksi dari kegiatan saya sehari2, jadi disclaimer sifatnya.

Lagian suatu prediksi bisa jadi tidak bersifat instan kadang butuh waktu sejenak untuk melihat apakah suatu prediksi harga saham sesuai atau tidaknya. Ibarat Obat kadang butuh waktu untuk melihat cocok tidaknya bagi suatu penyakit, karena butuh proses lebih dulu untuk penyembuhannya.

Hari ini merupakan hari terakhir perdagangan sebelum libu Hari Raya 1436 H, mulai tgl.16 Juli Bursa libur dan masuk kembali tagl.22 Juli 2015. Jadi kalau hari ini perdagangan sepi ya itu biasa terjadi, para pelaku pasarnya sudah pada mudik mempersiapkan Hari Raya.
Prediksi IHSG kemungkinan dikisaran 4875 sd 4940  semoga kondisi bisa lebih baik supaya libura nyaman bersama keluarga.

Bersama ini pula saya mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H DAN  SAYA MOHON MAAF KEPADA  PARA PEMBACA KOMUNITAS INVESTA,, PARA NASABAH BNI SECURITIES SEMARANG DAN PARA PEMBACA YANG BUDIMAN  bila ada perilaku yang tidak berkenan salah ucapan, salah tulisan, dan sampai salah prediksi.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (tulis "salam investa" bila sudah invite).

14 Jul 2015



Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Sekalipun secara presentase kenaikannya tidak  setinggi dengan bursa regional dan global namun IHSG akhirnya naik juga sejalan dengan bursa lainnya. Sedikit bernapas lega karena IHSG naik 0,43% atau 20 poin  di 4859. Fokus berita masih masalah Yunani dan Bursa di China.
Kita tau Pemerintah China telah bertindak cepat dengan memberi pinjaman bagi perusahaan2 sekuritas untuk melakukan pembelian saham. Hasilnya dalam 2 hari ini langsung Rebound lebih 5% demikian juga Hangseng.yang juga naik tinggi.

Berita terakhir Yunani juga telah mengajukan proposal baru dalam pemyelesaian hutangnya dan semalam langsung disambut gegap gembita bursa2 eropa langsung loncat naik 2% sd 3% dan DOW naik lebih 1%. Berpijak pengalaman masa lampau nampaknya setiap krisis selalu ada jalan keluar, krisis th.2008 yang lebih dahsyat juga bisa teratasi. 

Siklus ekonomi selalu ada resesi, pemulihan, pertumbuhan dan puncaknya. Ini semua biasa terjadi pada waktu2 tertentu, dari itu pula yang menjadi "seni" kita dalam investasi. Kita memang dituntut proses belajar kapan sebaiknya kita masuk dalam investasi portofolio saham dan kapan saat keluarnya sejalan dengan kondisi ekonomi tersebut.

Teori yang saya tau dalam melakukan investasi adalah mempelajari ekonomi  baik global dan regional, kondis politik dan keamanan, mengetahui sektor industri yang sedang tumbuh, baru pemilihan saham2nya. 
Sehingga itulah perbedaan Gambling dan Investasi, karena investasi itu memang butuh pengetahuan dan analisa sedang gambling pyur untung2an dan adu nasib.
Kita evaluasi masing2 sajalah apakah kita telah memenuhi SOP Investasi atau masih setengah gambling ya he..hee. 

Teori itupun rasanya belum cukup karena masih ada Fundamental analisis, Teknikal analisis, malah ada bandarmologi juga. jadi investasi ini ternyata gak mudah, makanya kalau sekedar "nyemplung" bisa2 hanyut modalnya. 
Maaf lho sekedar urun rembug, atau tukar pengalaman saja karena saya juga tidak sempurna masih ada kesalahan sana sini. 

Jadi bagaimana nih IHSG pekan depan nanti karena masih ada waktu sampai tgl.15 Juli sebelum libur, yang kemungkinan terjadi transaksi sudah sepi, maklum investor dan broker2 sudah mulai mengurangi aktivitasnya menjelang libur panjang. Masih adakah peluang mencari THR dari Bursa?? jangan pesimis terus Rejeki gak kemana asal kita tetap berusaha dan berdoa, semoga selalu ada kesempatan kita mendapatkan yang terbaik.

Kalau melihat antusias bursa2 global dan regional yang naik signifikan, nampaknya IHSG cenderung positif (walau mungkin tidak tinggi2), berharap bisa sedikit diatas 4900. supaya libur Hari Raya lebih nyaman.
Sahamnya?? Sebenarnya agak2 malu kalau saya menyebut BIPI salah satunya karena berbau gorengan, tetapi waktu minggu lalu saya ulas masih dibawah 90 lho. Eh sekarang sudah 105, kalau sekedar prediksi ada kemungkinan ke 115 (tapi kalau salah jangan dimarahi karena Pasti TIDAK ada jaminan).
Saham KIJA, PGAS, INCO, ADHI, MPPA, cukup menarik perhatian saya tinggal nunggu waktu dan harga yang Pas untuk masuk.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (Tulis "salam investa" jika sudah invite) dan BBM hanya untuk diskusi saham dan bukan yang lain.

Krisis bursa saham tahun ini (2015) yang dipicu oleh default hutang Yunani dan bubble bursa saham China, mengakibatkan bergelimpangnya saham saham emiten unggulan di sektor konstruksi, bank, dan property, batalnya rebound saham berbasis CPO, dan semakin  terpuruknya harga minyak dunia yang mencapai 50 USD per barrel, membuat tidak berdayanya sektor batu bara untuk bangkit, bahkan  malah semakin terpuruk.


Salah satu yang menarik untuk diperhatikan adalah ada bebarapa emiten yang tahan krisis, salah satunya adalah saham saham yang berada dalam naungan grup Djarum, yaitu BBCA, UNVR, dan TOWR,  DJarum adalah perusahaan rokok terkemuka yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah  yang dimiliki oleh duet bersaudara Budi dan Bambang Hartono, Budi dan Bambang Hartono menurut survey majalah Forbes duet Hartono adalah orang terkaya di Indonesia dengan jumlah 116 Trilyun rupiah Budi dan 112 Trilyun rupiah  Bambang, jauh di atas Chairul Tanjung (CT grup), Mochtar Riady (lippo), dan Peter Sondakh (Rajawali) yang harta kekayaan melejit setelah berhasil "menipu" pemegang saham BWPT melalui Right  Issue(RI).


Djarum mengusai 51%  saham bank BCA melalui Farindo Holding Ltd, seperti kita ketahui Budi Hartono sebagai dedengkot Djarum sangat menyukai olah raga bulu tangkis, mendirikan PB Djarum, mencetak pebulu tangkis ternama Lim Swie King, dan berapa waktu ini mensponsori pertandingan bulutangkis berskala internasional, yaitu BCA open.  salah satu fakta yang menarik adalah Budi Hartono sebagai bos rokok (racun)  ternyata sangat memperhatikan olahraga dan kesehatan, bos Djarum ini tidak merokok, berbeda dengan paham Buffet yang menggemari Coca Cola,  karena ia menanamkan banyak sahamnya di coca cola, walau belakangan ini kita ketahui juga coca cola ternyata  racun juga karena merusak kesehatan bila dikonsumsi berlebih  , hihihi...... dan Steve Job yang juga menggunakan smartphone ciptaannya sendiri apple.


Djarum selain memiliki bisnis utama rokok juga memiliki bisnis sampingan yang tidak kalah besarnya, bisnis CPO melalui perusahannya PT Hartono Platation Indonesia, melalui perusahaan ini DJarum menguasai 65.000 ha lahan sawit  di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, tak cuma sawit Hartono juga mengusai lahan seluas 20.000 ha untuk mengembangkan HTI kayu di Kalimantan Timur, untuk pengembangan dan mendukung industri kertas, seperti anda ketahui industri rokok juga memerlukan dus packing dan dus rokok disamping rokok itu sendiri.

Djarum juga menguasai bisnis elektonik brand ternama Polytron, yang memproduksi HP, Kulkas, Televisi, dispenser, dll,  Djarum juga membeli Kaskus dan blibi.com,  untuk anda ketahui Djarum menggelontorkan dana 1 juta dollar AS untuk mengusai dan mengembangkan pasar e-commerce, yang merupakan bisnis masa depan,  Djarum juga tidak mau kalah untuk merambah sektor property melalui anak perusahaannya, antara lain Puri Cugni, Graha Padma Internusa, Bukit Muria Jaya Estate, Fajar Surya Perkasa, Nagaraja lestari,, dan Cipta Karya Bumi Indah,  membangun 2 mall bersakala nasional WTC mangga dua Jakarta, Daan Mogot mall dan Grand Indonesia.


Bedasarkan pengamatan penulis fund manager Schroder, yang memilik dana kelolaan terbesar  reksadana di Indonesia saat ini, ternyata sangat intens menempatkan dananya di emiten BBCA dan UNVR, disamping  pentolan lama (sang save heaven) TLKM dan ASII yang kinerjana mulai menurun belakangan ini, dengan dukungan Grup Djarum di balik layar anda bisa melihat bukti  daya tahan emiten BBCA dan UNVR dalam mengarungi krisis 2015 ini, faktanya pada saat pasar bearish emiten grup Djarum hanya terkoreksi tipis, in the future  bila saatnya pasar saham bergerak bullish saham saham grup Dajrum  inilah yang akan pertama kali memimpin dan jmenjadi barometer  IHSG di saat bullish, terlepas dari saham TOWR yang tidak liquid dan mampu bertahan di atas langit, walapun dengan rapor merah penurunan laba 62% pada kuartal I/2015,  TOWR mampu bertahan hingga saat ini tanpa disertai koreksi yang berati, so.... bilamana anda mau investasi  untuk jangka panjang dengan pertumbuhan return yang konservatif penulis menyarankan anda menyimpan dana anda di saham Grup Djarum.

10 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Kembali IHSG tersungkur kemarin 0,68% (4838), sebelumnya banyak yang menafsirkan bahwa IHSG rontok karena pengaruh kejatuhan Bursa Regional atas respon dari masalah Yunani dan kejatuhan Bursa China.
Tetapi banyak juga yang bertanya-tanya kenapa kemarin ketika sore bursa Regional ditutup naik signifikan Shanghai naik 5,7% dan Hangseng naik 3,7% namun IHSG masih ditutup turun?.

Tadi malam Bursa Eropa rata2 naik 2%, apakah ada solusi tentang masalah Yunani? Kemarin juga diberitakan Pemerintah China memberi pinjaman ke Perusahaan Sekuritas untuk membeli saham2 disana guna menopang penurunan harga2 saham.
Kalau itu yang terjadi dan mengakibatkan indek bursa Eropa dan China rebound maka bagaimana dengan IHSG? Kalau IHSG turun karena pengaruh regional mestinya IHSG juga ngikut naik jika bursa regional naik kembali

Mari kita buktikan apakah pergerakkan IHSG lebih mengikuti bursa regional dan global atau ada faktor lain yang berasal dari internal sendiri? misalnya saja memang belum ada data ekonomi positif yang bisa mendukung IHSG kita.
Kalau saja Pemerintah China kemarin berani melakukan kebijakan untuk menopang kejatuhan bursanya, kita tunggu langkah2 Pemerintah kita dalam mengatasi perlambatan ekonomi ini. Tentu tidak hanya mengatakan karena pengaruh eksternal, kita pingin lebih kuat dan tidak selalu tergantung negara lain.

Kemarin saham BWPT yang akhir2 ini banyak menyita perhatian investor karena harganya yang fluktuatif ekstrim kembali naik. Jika investor jeli dan sedikit berani bisa memanfaatkan fluktuatifnya BWPT dengan baik, dan bahkan bisa main ODT.
Banyak juga saham2 yang tertekan hebat dan itu dari perusahaan2 yang tergolong Blue Chip, ini juga bisa dijadikan peluang bila harga tertekan berlebihan kita bisa memanfaatkan dengan koleksi karena biasanya kalau terjadi rebound akan dimulai dari saham BC dulu.

Sang Bandarpun nampaknya masih konsisten "memainkan saham BIPI" yang kemarin mulai melewati harga 100, sayapun masih mengikuti dan memperdalam ilmu bandarmologi. Bukan untuk jadi bandar tetapi setidaknya bisa memanfaatkan setiap peluang di bursa dalam keadaan apapun termasuk saham2 yang sedang di goreng bandar he..hee.

Kalau IHSG tidak jebol 4800 masih lumayan, syukur bisa rebound menyesuaikan bursa regional lainnya setidaknya ke 4900.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (tulis "salam investa" setelah invite) .

9 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

IHSG kemarin kembali tertekan  dan minus 0,7% dilevel 4871, efek domino masalah hutang Yunani telah menjalar ke Bursa Regional. Tiga bursa utama Nikkei, Hangseng dan Shanghai rontok tajam, bahkan Hangseng dan Shanghai turun lebuh 5%. Jadi kalau IHSG turun 0,7% masih agak lumayan, kebayang kan kalau sampai turun 5% maka IHSG akan dikisaran 4675 duh...

Memang akhir2 ini Bursa Shanghai mempunyai pergerakkan yang ekstrim / turbulasi dimana indeknya naik turun secara tajam sekali bahkan pernah turun 6% sehari dan besuknya naik lagi. Sejujurnya saya pribadi lebih memperhatikan pergerakkan saham di 3 bursa Asia tersebut dibandingkan dengan DOW
Karena Indek Bursa itu juga cerminan kondisi ekonomi suatu negara, dan kita tau kalau China dan Jepang mempunyai hubungan perdagangan dan ekonomi yang sangat erat dengan negara kita.

Sehingga pertimbangan sebelum trading selain kondisi internal mulai data ekonomi/keuangan maka saya memperhatikan kondisi 3 Bursa Asia tersebut buat menentukan strategi trading lebih lanjut. 
Apakah investasi ini harus panjang atau pendek waktunya juga sangat tergantung situasinya, saya kira semua trader/investor sudah mengalami ketika terjadi salah posisi yaitu jual cepet2 tapi harga malah melambung, sebaliknya jika tidak menjual karena menunggu harga lebih tinggi eh malah harganya turun lagi. 

Kita lihat saja tiap hari Fund Manager atau investor asing tiap hari juga ada transaksi itu artinya mereka trading pendek juga kan..? Jadi silahkan masing2 bergaya sendiri dalam menentukan panjang pendeknya waktu investasi/trading.
Selagi kondisi seperti saat ini maka saya pribadi konsisten untuk trading jangka pendek dan tidak kaku, artinya menyesuaikan keadaan saja.

Apakah IHSG masih akan tertekan?? terus terang saya sendiri sudah mengencangkan ikat pinggang mulai awal Juni lalu dan mengurangi bobot portofolio tinggal 30%, itu juga karena terlambat eksekusi.
IHSG kemungkinan akan mencoba bertahan di level 4750 dan kalaupun terjadi Rebound sampai kisaran 4930. Hampir kebanyakan saham2 pilihan tidak tepat sasaran saat ini, dan sejujurnya juga tidak ada analis yang bisa menjamin ketepatan rekomendasinya. Apalagi jika kondisi seperti sekarang badai bisa datang sewaktu2.
Jadi hari ini perhatikan kondisi regional jika masih parah lebih baik kita sabar menunggu dan jangan paksa untuk masuk pasar, kita mesti efisiensi modal kita pada timing yang tepat.

Jadi apa yang saya lakukan adalah mencoba masuk ketika harga saham pilihan minus 3 kali IHSG, misalnya IHSG turun 1% maka jika saham pilihan saya turun 3% saya akan coba melakukan pembelian dan langsung saya jemur diatas 1% harga beli. One Day Trading bukan sesuatu yang dilarang kan..??

Sekedar anjuran jangan paksakan untuk trading melebihi batas khususnya
pasar sedang bearish seperti ini karena terancam dua ujung gunting harga turun dan bunga margin. Margin boleh dilakukan jika kondisi sedang Bullish. Karena banyak investor terjebak trading margin saat ini.

Semua ulasan saya hanya bersifat sharing dan disclaimer tidak ada jaminan mesti benar. Bagi teman2 yang TIDAK berminat dengan kiriman ulasan saya selama ini mohon memberitahukan sehingga admin kami akan menghapus daftar email dari list mailing kami dan kami akan BERHENTI mengirimkan ulasan2 supaya tidak mengganggu.

Salam,

INVESTA
2b7dd5ee (tulis "Salam investa" bagi yang invite)

8 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Minggu lalu saya mencoba mengulas saham DOID yang saya kaitkan dengan Bandarmologi, tgl.1 Juli harga sahamnya 80 dan kemarin saham ini ditutup 90 atau sudah naik 12,5%. dalam waktu seminggu !! padahal kita tau kondisi Pasar sedang tidak nyaman. Saham2 BC juga lagi musim gugur alias rontok harganya.
Ini yang saya maksudkan bahwa "dalam kesempitan kita cari kesempatan". Sebagai trader memang wajib jeli dan tidak monoton, tidak hanya belajar Fundamental dan teknikal saja tetapi gaya trading yang lain perlu juga dicermati, termasuk Bandarmologi.

Tidak bisa kita pungkiri dalam perdagangan saham di Bursa ini ada peran Bandar yang tentu susah dilihat figurnya tetapi bisa dirasakan transaksinya buat mereka yang jeli. Dengan peran bandar ini harga saham bisa terkerek naik atau turun tidak beraturan dan juga tidak harus mengikuti pergerakkan IHSG lho..
Jadi ilmu Fundamental dan Teknikal sekalipun tidak terlalu efektif untuk trading saham2 yang dibawah bayang2 bandarmologi, karena tergantung bandarnya saja maunya kemana.

Saat ini saya melihat juga saham BIPI (PT.Benakat Integra,Tbk) yang polanya mirip DOID, dan setelah 3 hari saya mencermati saham BIPI saya mengambil kesimpulan bahwa pergerakkan saham BIPI ini juga dimotori oleh Bandarmologi. Tapi jangan tanya siapa bandarnya lho he..hee.. Saya hanya bisa merasakan gaya tradingnya saja.

BIPI masih dalam fase akumulasi istilahnya, dimana bandar sedang melakukan pemanasan dengan melakukan pembelian. Ini timing yang bagus untuk melakukan pembelian bagi ritel yang tahan mental, tidak panik dan tentu berani ambil resiko. Kenapa? karena harganya tidak jauh2 dengan harga sang bandar, jika bandar balik badan misalnya maka resiko ruginya tidak terlalu besar tetapi potensi naik harganya wow kadang spektakuler. Contohnya DOID tadi lho..

Jadi gimana nih apakah saham BIPI dan DOID masih bisa jadi pilihan dikala musim gugur ?? ya tergantung masing2 lah. Terus terang saham2 seperti ini butuh kekuatan psikologi pemainnya, selain itu juga punya waktu untuk melototi monitor pergerakkan harganya karena setiap waktu bisa saja bandar ganti haluan. 
Saya pribadi masih ingin ikut ayun2 di saham DOID dan BIPI selagi ada waktu sambil memperdalam ilmu bandarmologi.
Apalagi kalau lihat historisnya sama DOID di awal tahun pernah diharga 188 dan BIPI minggu lalu harganya 89 dan awal tahun di 123. Siapa tau saham2 ini mau mengulang sejarah he..hee. tapi jangan hanya melihat potensinya tapi juga ingat resikonya he..hee.

Buat yang ingin menambah ilmu Bandarmologi silahkan nunggu pelatihan putaran kedua yang akan saya mulai di Palembang, Semarang, Surabaya dan Jakarta kira2 bulan Agustus.

Salam,

INVESTA
Pin 2b7dd5ee (setiap yang invite tulis "salam investa" setelah saya respon).

6 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Memasukki pekan kedua Bl.Juni 2015 bagaimana prediksi IHSG ? jika dibandingkan awal tahun ini IHSG telah minus 4,67%. Berbagai kondisi baik eksternal dan internal mempengaruhi perjalanan IHSG, pertumbuhan ekonomi yang melemah, Nilai Rupiah yang anjlok, cadangan devisa yang menurun, itulah sebagian kondisi internal, Sedangkan dari ekternal pertumbuhan ekonomi dunia juga melambat, kemungkinan FED mengalami kenaikan suku bunga dan akhir2 ini masalah hutang Yunani juga menyita para pelaku pasar sehingga mengurangi minat untuk investasi.

Prediksi saya pekan ini transaksi akan berjalan relatif menyusut dan IHSG akan menguji level 5000 kembali, hasil refendum Yunani dan data2 ekonomi dalam negeri seperti inflasi, neraca perdagangan dan cadangan devisa.
Hasil Referendum Yunani untuk skema penyelesaian hutang juga punya pengaruh terhadap pergerakkan IHSG pekan ini, sehingga akan ketat nampaknya dan angka 5000 merupakan uji ketahanan selanjutnya.

Sekalipun demikian para traders tentu tidak ingin menghabiskan waktu trading lewat begitu saja, bagi para traders peluang mencari gain selalu ada dan akan selalu dicoba.meski resiko pun juga mengancam. 
Saya pribadi pekan ini akan memperhatikan ADHI yang akan menggelar Right Issue,  BWPT yang sudah melewati target saya waktu itu 440 tapi saya lihat masih ada potensi menuju 450.
SMGR yang dilevel `12.250 juga cukup murah, melihat perjalanan saham ini harga 12.200 merupakan terendah th 2015 ini dan punya kebiasaan mantul cepat naik kembali. Bila pasar sedikit membaik target 12.750 tidak terlalu susah rasanya.
INCO juga dalam tekanan asing akhir2 ini sehingga jatuh dilevel 2.695, INCO tahun ini lebih banyak dilevel 3000 keatas dan punya karakter lentur juga untuk mantul keatas bila kondisi membaik.

Sambil menunggu Laporan Keuangan Kuartal ke dua tahun ini, pilihan saham memang relatif harus hati2 demikian juga target2 yang diinginkan harus dilakukan dengan disiplin.
Belum tau apakah pergantian beberapa menteri yang santer dibicarakan akan mempunyai "kejutan" bagi pasar, kalaupun ada itu biasanya sifatnya juga sementara. Ingat Jakowi Effect ?? semua terkembali pada kinerja pada akhirnya.

Saya juga perhatikan saham2 rendah seperti JPFA, GJTL, ERAA, KAEF buat kegiatan trading kecil2an saja he..hee.

Salam 

INVESTA
Pin.2b7dd5ee.

3 Jul 2015

Para Komunitas Investa, Para Nasabah BNI Securities Semarang dan para Pembaca yang budiman,

Dengan transaksi cukup moderat kemarin IHSG terdorong naik 0,83% (4944), posisi asing net buy Rp.197 M. Kenaikan dimotori saham sektor konstruksi dan properti, nampaknya investor berharap di smester dua ini pembangunan infrastruktur yang digadang2 Pemerintah akan mulai berjalan. Sehingga investor konsen ke saham2 seperti WIKA, ADHI,WSKT, apalagi diantaranya perusahaan BUMN tersebut sedang menggelar Rigjt Issue artinya sebentar lagi ada penambahan modal baru guna mengembangkan operasionalnya.

Bila sektor konstruksi berjalan maka  tentunya saham2 semen akan terkatrol juga, sebab pembangunan akan selalu membutuhkan semen sehingga silahkan perhatikan SMGR, INTP, SMCB yang relatif harganya juga masih tergolong murah saat ini.

Dari sektor komoditas hanya penghasil CPO seperti AALI dan LSIP yang layak dicermati karena pertambangan belum memperlihatkan kebangkitan karena harga komoditasnya didunia juga belum ada tanda2 akan naik, bahkan minyak kembali turun dilevel $56 US.

Saham BWPT dan DOID yang minggu lalu sering saya ulas kemarin juga sudah menunjukkan actionnya, keduanya naik lumayan. Karena beberapa kali tekanan yang dilakukan dengan teknik2 Bandarmologi bisa dianlisa dan kesimpulan saya kedua saham tersebut cenderung menuju level yang lebih tinggi.
Kedua saham tersebut bisa "dimainkan" untuk trading pendek atau investasi menengah dengan target berikut BWPT 460 dan DOID 110 (disclaimer).

Dari ilmu Bandarmologi saham BIPI, DGIK, dan CPIN juga menunjukkan fase akumulasi yang bila trader cukup sabar tapi gesit dan tidak mudah panik bisa juga main2 dengan saham ini dengan menerapkan target disiplin 2% sd 3% lakukan aksi ambil untung.

Menebak IHSG hari ini 4935 sd 4990, strategi trading masih lebih baik untuk mengamankan portofolio menghadapi masalah Yunani yang belum ada tanda2 jalan keluarnya.

Buat teman2 yang berminat pelatihan Online khususnya untuk Broker dan Manajer Investasi masih ada kesempatan mendaftar hari ini(bila bermaksud ikut Ujian profesi tgl.8 Agustus 2015). Kami tunggu pendaftarannya, silahkan hubungi kami di 087832826865, 0243566414, 3566415 atau pin 2b7dd5ee.
Kami beserta tim instruktur akan berupaya membimbing dengan maksimal.

Salam,

INVESTA

2 Jul 2015

Buat yang ingin berkarir dibidang Pasar Modal utamanya Broker dan Manajer Investasi kami membuka kesempatan Pelatihan secara Online Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan Wakil Manajer Investasi.
Ujian Profesi akan diselenggarakan tgl.8 Agustus 2015 oleh Panitia StandarPasar Modal dibeberapa kota Propinsi, jadi anda tidak perlu datang ke Jakarta.

Materi ujian untuk WPPE terdiri dari UU dan Peratauran Pasar Modal, Pengetahuan Efek, Oprerasional Perdagangan Efek, Kode Etik, Analisa Keuangan Perusahaan.
Sedangkan untuk WMI terdiri dari Etika dan Standar Profesi/Peraturan, Analisa laporan Keuangan, Perekonomian, Analisa Kuantitatif, Analisa Pendapatan Tetap, Analisa Ekuitas, Manajemen Portofolio.

Bila ada yang berminat silahkan mendaftarkan diri dan bila ingin mengikuti Ujian Profesi maka pendaftaran Ujian paling lambat hari Jum'at tgl.3 Juli 2015.
Silahkan menghubungi kami untuk kami kirimkan Formulir Pendaftaran Pelatihan maupun Ujian Profesi.

Biaya Pelatihan secara OnLine untuk WPPE Rp.1,2 juta dan untuk WMI Rp.2,5 juta. sedangakn untuk biaya Ujian Rp.900 ribu 
Materi pelatihan termasuk soal latihan ujian akan kami kirimkan melalui email dan kami akan memandu melalui Email, YM atau HP yang waktu diskusinya bisa kita atur lebih lanjut.

Untuk penjelasan lebih lanjut bisa hubungi kami via email.investa.p3m@gmail.com pin.2b7dd5ee tlp.(024) 3566414 / 3566415 hp.087832826865.

Salam,

Hari Prabowo 
Ketua LP3M INVESTA

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.