18 Nov 2014

Sahabat terbaik,

Apa yang ditunggu2 yaitu  kepastian kenaikan BBM akhirnya terjadi, mulai Selasa harga BBM naik, Premium dan Solar naik masing2 Rp.2.000,- per liter atau kisaran 30% dan 36%. Menurut Menkeu kenaikan harga BBM ini bisa mengakibatkan kenaikan inflasi sebesar 2% sehingga akhir tahun nanti diperkirakan Inflasi pada 7,3%.
Kenaikan BBM ini akan digunakan pengalihan Subsidi dari konsumtif ke produktif termasuk untuk pendidikan dan kesehatan serta sektor infrastruktur. Ini tentu bagus bila dilakukan dengan benar.

Lantas bagaimana perkiraan  kondisi Pasar Saham? kalaupun terjadi koreksi IHSG itu karena dampak kekhawatiran inflasi, tetapi sifatnya koreksi sesaat sedangkan  jangka menengah bisa lebih baik  karena  pembangunan infrastruktur bisa menekan biaya produksi sehingga inflasi bisa ditekan kembali.
Kemungkinan saham2 yang kemungkinan tertekan adalah adalah saham2 yang berhubungan langsung dengan penggunaan BBM seperti sektor transportasi, dan manufaktur. Sedangkan saham2 lain akan sangat tergantung dari berapa besaran inflasi.

Namun jika terjadi koreksi IHSG saya kira juga tidak terlalu tajam karena pelaku pasar secara psikologis juga sudah "tahu diri" dan mengetahui pula tujuannya setelah sekian lama terjadi sosialisasi pentingnya pengurangan subsidi BBM.
Moga2 Pemerintah dan Bank Indonesia bisa segera melakukan pekerjaan2 terbaik sehingga dampak kenaikan BBM ini bisa dirasakan positifnya.

Saham2 yang masih menjadi konsen saya yaitu INAF, KAEF dan KLBF yg justru akan mendapatkan sisi positif karena pengalihan subsidi ke sektor kesehatan antara lain. Selain itu saham infrastruktur juga setelah terjadi koreksi sejenak juga akan kembali naik.

Mari kita sambut perdagangan pertama di Bursa setelah kenaikkan BBM ini dengan hati2 dan disiplin.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee.

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.