19 Jun 2013

Dalam "Koreksi besar" IHSG historical selalu berulang dua kali, dengan intensitas koreksi yang berbeda, level suport yang coba disentuh adalah level 4720.- 4710.
Selamat pagi,
Sebagaimana telah diprediksi bahwa dampak disetujuinya kenaikan BBM akan disambut pelaku pasar dengan positif, kemarin IHSG langsung naik daun, warna hijau mendominasi layar monitor.
Para Trader tentu lebih banyak senyum setelah minggu lalu banyak yang sakit gigi. MLPL, PTRO, INKP, KIJA, CTRA, PGAS  yg kemarin saya rekomendasikan "kebetulan" juga sudah action. Saya masih menunggu BISI (karena harga Jagung dunia mulai merambat naik), DGIK, JAPFA, CTRP dan ACES dalam minggu ini.
Saya kira hari ini IHSG masih bisa naik lagi, kalau melihat Bursa global semalam ditutup naik lumayan, dan harga minyak dunia di level  $ 98, jadi sekali lagi perhatikan saham2 sektor minyak, Gas, Energi sebelum ketinggalan.
Group Lippo masih akan action, dan untuk Group Bhakti bisa perhatikan BHIT dan BMTR yang harganya sudah cukup menarik untuk dibeli.
Saham INKP dengan  kinerja kwartal satu yg sangat Super bisa dibuat trading atau panjang, dibawah 1300 silahkan ambil dan bisa jemur di 1360 kalau tembus keatas wow 1500 bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk saham ini.
Kekhawatiran saya cuma nilai rupiah kalau sampai tidak bisa menguat karena kemarin sempat diatas 9900, berharap jangan sampai diatas 10.000. Karena ini sesuatu yg gawat sebab kenaikan BI Rate kemarin salah satu upaya menstabilkan Rupiah. Jadi kalau sampai diatas 10.000 lagi berarti pengobatan itu kurang efektif. Dengan nilai tsb akan mengakibatkan banyak Emiten yg import bahan baku dan yg banyak hutang dollar akan keberatan tentunya.
Kenaikan BBM juga ada beberapa emitan yangi kena dampaknya terutama ASII dan GIAA tapi untuk TAXI akan bagus.
Baik, semua hanya prediksi pasar yang menentukan nanti. Apapun kondisinya moga kita dapat yang terbaik. Amin
Buat yg belum sempat ikut pelatihan, LP3M INVESTA akan adakan PELATIHAN bagi Traders/ Investor besuk tgl.29 dan 30 Juni 2013 di Hotel Pandanaran Semarang dengan menghadirkan pembicara ANDRI ZAKARIAS ahli Tehnikal Analysis yang sudah sangat dikenal, Hasan Zein Mahmud Mantan Dirut Bursa Efek yang sekarang juga jadi Investor saham serta saya sendiri yang kan mengulas Aksi Korporasi untuk menjelasakan HMETD, Waran, Option, Saham Bonus, Deviden saham, Merger, Akuisisi dll yang moga2 bisa bermanfaat buat kita bersama.
Silahkan daftar ya...
salam, Hari Prabowo (investa)

18 Jun 2013

Selamat pagi..,
Kemarin teman2 Wartawan datang ke kantor saya dan kembali menanyakan beberapa hal mengenai Kemungkinan kondisi Bursa, Nilai rupiah dan Harga BBM. Saya berpendapat kalau Kalau sidang pleno DPR memutuskan menyetujui kenaikan Harga BBM maka Bursa akan membaik dan  Nilai Rupiah bisa menguat.
Nah, semalam kita tau kalau dengan hasil Voting akhirnya DPR menyetujui kenaikan harga BBM itu, ini langkah yg positip setelah sebelumnya BI menaikkan BI Rate minggu lalu.
Sebenarnya kebijakan ini kurang populer, kenapa harga naik dan suku bunga naik koq bagus buat Bursa ? Mesti dipahami secara mendalam bahwa BI berperan antara lain mengontrol peredaran uang, inflasi dan nilai rupiah. Jadi kapan BI menurunkan, menaikkan dan mempertahankan suku bunga itu ada saatnya, jadi tidak selamanya menaikkan suku Bunga itu tidak baik.
Ini seperti dokter yg harus melakukan operasi dengan cara membelah bagian tubuh tertentu untuk menyembuhkan kondisi tubuh yg sakit, artinya ini tindakan pengobatan supaya bisa sehat kembali.
Tentang BBM sebenarnya hal yg gamblang bahwa harga BBM ini memang sudah tinggi dan selama ini konsumen termasuk kita membeli bensin dengan harga Rp.4.500,- seliter padahal harga sebenarnya jauh diatas itu dan selisih harganya disubsidi atau dibayarin oleh Pemerintah. Padahal 80% subsidi itu jatuhnya ke orang2 kaya yg sebenarnya mampu untuk beli bensin. Sudah saatnya anggaran subsidi tsb untuk membangun infrastruktur yang lain untuk kepentingan yg lebih luas, jadi saya dukung kenaikan BBM atau kurangi subsidi.
Semestinya hari ini Bursa akan kembali bagus atau IHSG mengalami kenaikan, apalagi Bursa Global semalam berakhir manis, prediksi saya sih IHSG bisa lewati 4800. Saham berbasis Minyak tetap saya rekomendasikan seperti kemarin, bila minyak saham minyak sudah mulai naik sampai 5% sangat mungkin sektor batubara akan mengikuti. PGAS dan PTRO kemarin sudah lumayan kan..?? Apalagi harga2 saham Energi dan batubara sudah pada level yang rendah, kalau turun barangkalai tidak lagi curam tapi...kalau naik bisa lumayan lho.
Selain itu cermati Group LIPPO sepertinya juga mulai action lagi biasanya group Lippo ini mulai nariknya sore menjelang bursa tutup, ini sudah beberapa kali saya cermati seperti kemarin begitu diatas jam 3 hampir semua saham Lippo naik lumayan, sy sudah masuk MLPL 570 sd 590 avrg up he..hee.
Properti ?? silahkan cermati ASRI, KIJA, CTRP / CTRA sedangkan saham lain TAXI, BISI, INKP bisa untuk tik tok kalau disiplin.
Tiga jurus pembuka saya adalah cermati Bursa Global/Regional, Nilai Rupiah, Harga komoditas dunia termasuk minyak. Kalau semuanya mendukung silahkan masuk, apalagi kalau2 Asing mulai net buy.
Hal yang bisa mengganggu kalau hari ini ada demo yg rusuh... wah itu yang  tidak disukai investor  dan bisa2 mereka  hengkang dari bursa. Moga2 sih tidaklah...beda pendapat itu biasa.
Semoga sukses ya...
salam,
Hari Prabowo  / investa

16 Jun 2013

Selamat pagi,
Beberapa sahabat kirim BBm dan email ke saya menanyakan kemungkinan IHSG untuk hari Senin apakah masih bisa naik atau turun lagi. Tentu tidak mudah untuk menjawabnya dengan benar, tetapi setidaknya saya bisa memberikan pertimbangan sebagai berikut;

Pertama; bahwa memang hari2 ini IHSG kita sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal baik global maupun regional dimana kondisi bursa dunia memang juga sedang volatile sekali,antara berita positip dan negatip saling bergantian baik dari AS, EROPA, JEPANG dan CHINA, yg akhirnya mempengaruhi kondisi bursa dunia.
Karena bobot pengaruhnyanya sangat besar tehadap IHSG maka mau atau tidak kita mesti rajin lihat pergerakkan bursa eksternal.
Kedua; masalah BBM yg tertunda-tunda sangat mengganggu kalkulasi pelaku bisnis sehingga bisa mengakibatkan "kejengkelan" yg bila dituangkan dalam respon mereka  yg bisa saja melepas rupiah maupun saham dan memborong dollar, kalau ini yang terjadi maka tentu akan memperburuk kondisi pasar maupun ekonomi. Pemerintah mestinya tidak anggap remeh kondisi ini karena bila ekonomi ambruk bisa sangat luas akibatnya, masih ingat kejatuhan Orde Baru kan? itu diawalai juga oleh Nilai rupiah yang melemah dan krisis ekonomi yang parah.
Sekali lagi "katanya" sih BBM akan naik setelah tgl.17 Juni besuk, jika ini tidak terbukti lagi, waduh...bisa runyam akibatnya.

Ketiga; Kenaikan BI Rate adalah tindakan positip dari BI yg melakukan action lebih cepat mengantisipasi kondisi yang berkembang karena sinyal yg kurang bagus khususnya melemahnya rupiah serta turunnya IHSG minggu lalu. Sebagai bukti bahwa kebijakan ini diterima Pasar Jum'at lalu IHSG  bisa naik paling tinggi dibanding bursa regional lainnya. Kenaikan dimotori saham Perbankan yg bisa mempengaruhi sektor lain.
Keempat; harga OIL dunia naik diatas $ 97 bahkan sempat menembus $ 98, ini bisa direspon oleh saham2 disektor minyak yg bisa bagus, apalagi saham2 disektor minyak harganya sudah relatip rendah.
Kelima; Naiknya BI Rate antara lain untuk meredam melemahnya Rupiah, jadi kalau sampai Rupiah masih melemah sampai nembus 10.000 lagi itu artinya pasar tidak akan nyaman dan memperburuk situasi.
Dari pertimbangan2 tersebut diatas maka kesimpulannya saya akan tetap mencermati perkembangan Bursa regional Senin pagi khususnya Hongkong, Jepang dan China bila ketiga bursa tersebut sejalan naik maka IHSG bepotensi naik dan sebaliknya saya kira.
Saya juga akan lihat bagaimana nilai Rupiahnya, bila bisa menguat dibawah 9800 itu artinya sinyal bagus tapi kalau nembus 10.000 ya sementara saya cuci gudang dulu..!!
Kalau saya harus belanja tentu bila kondisi bagus maka saya akan perhatikan PTRO, PGAS, MEDC, ELSA karena harga minyak dunia yg naik tadi karena dengan harga minyak dilevel 87 / 98 bisa menaikkan pendapatan di emiten tersebut. Biasanya pula sih akan disusul sektor  batu bara, tapi konsen ke minyak dulu sajalah.
Baik para sahabat, silahkan lanjutkan menikmati liburan bersama keluarga apapun kondisi mental kita, tapi didepan keluarga harus tetap happy dan bikinlah keluarga kita tetap bahagia.

15 Jun 2013

IHSG berpeluang rebound menutup gap yang terbentuk di level 5068, area 4800-4720 menjadi area krusial untuk konsolidasi Indexs.

14 Jun 2013

Sahabat2 terbaik,
Bursa Regional terutama Indeks Nikkei yang turun lebih 6%, HSI 2% dan Sanghai 2,8% sangat berpengaruh terhadap IHSG yg sehari kemarin terus tertekan sampai bursa tutup minus 1,9% (4607). Investor asing juga masih melakukan penjualan yang secara agresif.
Kesempatan sebenarnya cukup terbuka ketika siang kemarin BI mengumumkan kenaikan BI RATE sebesar 0,25% menjadi 6%, tentu dengan berbagai pertimbangan seperti menjaga stabilisasi nilai tukar, menjaga kecukupan likuiditas pasar valas, pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi.
Begitu BI mengumumkannya maka  IHSG bereaksi positi bahkan IHSG tinggal minus 0,3% dipimpin saham Bank yang semula merah darah sempat hijau muda seperti BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI.
Namun kondisi Bursa Regional yang semakin negatip dan bahkan Eropa dibuka rata2 minus 1% maka IHSG pun akhirnya "menyesuaikan" juga menjadi merah tebal lagi.
Saya pribadi termasuk yang memandang positip kenaikan BI Rate menjadi 6% dan ini sudah saya perkirakan sebelumnya, karena kenaikan itu salah satu upaya menahan pemelemahan nilai Rupiah serta mengantisipasi tingkat inflasi menjelang kenaikan BBM dan Bulan Puasa yang akan datang.
Saya optimis bila hari ini Bursa Regional bisa positip atau naik maka akan langsung berdampak positip buat IHSG, semalam Bursa DOW, SP dan NASDAQ semua naik lebih 1% harga minyak dunia juga kembali naik kelevel 96.
Maka dipagi nanti pantau dulu indek Nkkei karena mereka buka duluan sebelum BEI, pantau Futurenya HSI sebelum buka bursanya, bila semua naik silahkan masuk saham2 perbankan, properti, kontraktor dan beberapa saham minyak dan energi seperti INDY, PTRO, ADRO, MEDC dan PGAS dengan pertimbangan harga yang sudah relatip murah dan menunjukkan suport dilevel harga close kemarin, disaham ini setidaknya bisa untuk trading jangka pendek.
Sektor Properti, dan Kontraktor masih langganan lama yaitu KIJA, CTRP, CTRA, DGIK, MDLN. Sebelumnya cermati apakan BBRI, BMRI dan BBCA jika hijau semua akan sangat mendukung saham2 yang saya sebut tadi.
Tetapi apapun kita tetap waspada....karena semua bersifat prediksi yang kadang tidak sesuai harapan, Pasar punya mau sendiri dan bisa sewaktu2 arahnya berlawanan dengan prediksi kita karena berbagai faktor.
Jadi sekali lagi jangan punya pikiran Pasar harus menyesuaikan kita tetapi kita yang harus menyesuaikan Pasar.
Kedepan saya berusaha menyusun saham2 pilihan baik untuk jangka pendek atau panjang dengan menggunakan Tabel supaya lebih praktis, moga2 bisa segera terealisir.
Memang masing2 komentator, pengamat, penulis apapun namanya pasti punya gaya sendiri2, demikian pula saya. Keinginan saya agar bisa bermanfaat bagi semuanya walau masih banyak kekurangan.
Untuk itu saya berharap teman2 bisa ikut menyumbangankan ulasan atau pandangan yg ditulis dan dikirimkan ke email saya dibawah ini untuk bisa kami muat di blog supaya pembaca lain juga bisa dapat manfaatnya.

Mari kita trading hari ini dengan gaya dan pilihan masing2 meski kondisi sulit tapi jangan patah semangat kesempatan slalu ada.
Jangan emosi, jangan tamak, jangan ragu2 lakukan dengan sabar dan disiplin.
salam,
investa
Penulis mencatat sejak tahun 2011, IHSG selalu dapat keluar dari "koreksi besar" , IHSG masih dalam trend bullish jangka panjangnya, level krusial yang harus ditembus IHSG agar bullish kembali adalah level 4630.

13 Jun 2013

Selamat pagi..,
Akhirnya Rebound yang di tunggu2 itu datang juga disessi kedua kemarin, seperti ulasan dalam TEH PAGI kemarin saya minta perhatikan sessi dua dan juga di Box Blog saya juga sudah dua kali setidaknya mengajak teman2 trader untuk membeli saham2 properti (waktu itu IHSG masih minus 1,3%). Bagi teman2 yang aktif nongkrong di Warung TEH ini pasti tau semua karena diantaranya ikut anjuran saya.
Tentu saya juga tidak bermaksud sombong, atau sok pinter karena di pasar seperti ini tidak ada yang jadi dewa, semua hanya prediksi yg bisa salah atau benar. Apa yang saya sampaikan juga berdasarkan pengamatan pola transaksi harian, ini mesti butuh waktu khusus dan serius didepan monitor, karena setiap gerakkan dari beberapa jenis saham dan pengaruhnya terhadap terhadap saham lain sangat menentukan keputusan saya. Maka saya bisa memprediksi IHSG akan lebih baik di sessi dua kemarin syukur Hijau.
Ketika ada beberapa teman Trader minta nasehat saya yang kemarin pagi hari mau Cut Loss, saya himbau untuk tidak Cut Loss dulu dan kalau terpaksa mau jual tunggu sessi dua.
Posisi saya di saham yang semula 30% (posisi potensial loss), saya tambah 10% kemarin (dg posisi potensial Gain)  dengan demikian menjadi 40% moga2 kalau hari ini saham saya naik  bisa kembali BEP.
Adapun posisi cash 60% hanya akan saya belanjakan secara bertahap sampai 20% lagi jika sinyal bullish sudah nampak lebih jelas sedangkan sisanya buat Tik Tok harian copet sana copet sini he..hee. ini sedikit Money Management saya.
Sayang semalam Bursa AS dan Eropa merah semua, jadi IHSG masih samar2 karena pengaruh itu ada juga. jadi saya juga tidak buru2 belanja setidaknya masih ada 10% saham yang posisi untung yang siap dilepas kalau keadaan kurang nyaman.
Paling tidak kita tau bahwa ternyata saham properti dan kontraktor paling cepat rebound jika pasar membaik, terbukti kemarin KIJA, CTRA, CTRP, APLN, ASRI, WIKA  cepat sekali bereaksi. Ini harus kita perhatikan, jadi kita setidaknya punya pilihan.
Saham perbankan juga mulai ada perlawanan setelah ditekan berat, BBCA, BBRI dan BMRI sebagai leadnya mulai mantul. Bila saham Properti, Kontraktor dan Perbankan bisa naik itu akan sangat berpengaruh terhadap saham yang lain, perhatikan saja.
Hari ini BI akan mengumumkan tingkat BI RATE yang semula 5,75% pilihannya naik atau tetap, karena kalau turun rasanya tidak juga.
Kalau saja BI RATE naik 0,25% menjadi 6% itu masih baik menurut saya karena untuk antisipasi naiknya inflasi menjelang bulan Puasa dan kenaikan harga BBM tgl.17 Juni ini serta mempertahankan nilai Rupiah yang beberapa kali kedodoran akhir2 ini.
Bagaimana dengan Net Sell asing yang masih besar? apakah hari ini masih akan Net Sell lagi ?? biasanya kalau sejak pagi sampai jam 10 asing Net Sell sampai tutup bursa juga net sell dan sebaliknya, jadi perhatikan saja.
Namun...kemarin asing net sell diatas 2 T, tetap saja IHSG naik, apakah hari ini masih naik?? tentu sulit menjawabnya, perkiraan saya sih  IHSG antara 4650 sd 4750.
Buat teman2 Trader aktif jika sempat mampir ke warung TEH di blog ini silahkan, kita sharing bersama di Box yang telah tersedia. Silahkan semua pandangan dan prediksi serta info2 disampaikan melalui box kita bahas dan dikusikan bersama. tentu putusan masing2 dan disclaimer lho...
Pada jam trading juga lebih asyik...sambil dagang bareng.

Sukses slalu ya buat kita bersama dan moga2 tetap sehat jasmani dan mental kita.
salam,
investa

12 Jun 2013

Selamat Pagi...
Psikologi para traders sedang medapat tekanan berat, seberat tekanan IHSG dengan turunnya sebagian besar saham2 yang ada di Bursa kita. Saya sangat memaklumi kondisi ini, hanya dalam waktu relatif singkat  IHSG rontok 10% dari puncak tertingginya, kemarin tutup di 4609,94 atau turun 3,5% ini penurunan terbesar di Bursa regional.
Semua saham BC dan seluruh sektor mengalami nasib yang sama, dalam kondisi seperti ini punya saham apapun juga turun, hanya turun banyak apa sedikit gitu saja.
Trader juga serba salah, mau jual sudah turun tajam dan mau beli takut nanti turun lagi, jadi ada yang hanya DUGEM (Duduk Gemetar) katanya...ini yang menyebabkan psikologi atau mental jadi tertekan.
Asing seakan tidak ada habisnya dan tidak memberi kesempatan Trader ritel sehari kemarin terus dihajar dengan Net Sell yang mencapai 2,8 Triliun (diluar pasar nego yang juga net sell lebih 2 T). Jangan lupa asing masih punya saham ribuan Triliun dan jangan hanya ngitung yang masuk tahun 2013 saja.
Jadi andaikata asing masih mau ambil uangnya dari bursa dia masih bisa, masalahnya apakah asing benar2 mau hengkang dari Bursa kita ??
Sebagai Fund Manager (karena sebagian besar dana asing yang masuk di Bursa adalah milik institusi dan lembaga2 pengelola dana seperti Reksadana), tentunya mereka ingin uangnya tetap berputar melalui berbagai instrumen keuangan disemua tempat dan negara. Jadi mereka mencari2 instrumen, tempat dan waktu yang tepat agar uangnya bisa tumbuh.
Fund Manager asing tersebut juga telah mempe;ajari kondisi ekonomi secara lengkap dan detail yang terjadi di Indonesia dan juga disemua negara. Termasuk mempelajari karakter dan mental Trader ritel tentunya.
Bagaimana trader dengan pengetahuan terbatas tapi suka ikut2an, suka panik, suka pakai margin, dan suka ragu2 itu juga mereka tau.
Nah, apakah kita mau kalah terus?? kita dikerjain terus?? kita mesti berusaha bagaimana kita bisa besikap, merubah strategi, merubah mental dan merubah trading kita agar kita juga sejajar dengan Asing. Kita tidak perlu benci mereka, karena ini bursa terbuka dan asing juga punya peran dengan pertumbuhan bursa kita kan...Siapa pula yang mengangkat IHSG sampai 5200 yang lalu hayo...
Kita tidak perlu  berlarut dalam kepanikan dan galau, kita harus bersikap tetap tenang dan kata teman anggaplah investasi yang tertunda hasilnya. Sudah menjadi hal yang rutin bursa akan naik dan turun, dari dulu juga seperti ini ada saat naik ada saat turun.
Saya juga sudah berkali kali nulis mengingatkan bahwa di ketinggian IHSG  sangat rawan berita buruk, waktu itu masih diatas 5100. Bahkan lihat warning saya ditulisan yang berjudul HATI2 IHSG DIBAWAH 5100 (tgl.28 Mei lalu).
Saya juga tidak sempurna, yang penting mari kita sikapi pasar dengan penuh konsentrasi dan jangan trading dengan kepanikan dan emosional.
Biasanya dalam beberapa kali penurunan akan ada rebound minor dan biasanya kalau akan terjadi rebound  siklusnya dimulai transaksi yg relatif sepi karena disitu terjadi jenuh jual dan jenih beli sehingga tidak banyak yang melakukan transaksi. Baru setelah itu ada Aksi pembelian kembali yg lebih besar. Kita perhatikan saja kapan siklus itu terjadi.
Hari ini kita perhatikan sesi dua nanti moga2 tekanan akan berkurang sukur berhenti.
Saya sendiri sudah tidak melakukan Cut Loss, karena saham 30% dengan potensial loss, saya menunggu saat masuk yang tepat dan tidak akan terburu2, kondisi masih rawan karena transaksi yg belum reda terutama tekanan jual asing. Saya khawatir banyak broker justru melakukan Force Sell atas transaksi Margin yg pasti banyak tergerus jaminan sahamnya.
karena Force Sell dan Short Selling bisa menjadi tekanan yang lebih berat dan ini bisa terjadi justru dari Broker Lokal yang sebelumnya senang membei fasilitas Margin.
(Saya akan berusaha menulis tentang TRANSAKSI MARGIN ini) tersendiri, moga2 ada waktu luang ya...buat pengetahuan teman2.
Hari ini tentu sudah banyak saham yang murah, tapi siapa tau masih bisa lebih murah lagi, pilih sham yang Fundamentalnya bagus dan harganya ikut turun tajam, amati dulu sampai sinyal rebound kelihatan.

Semoga Tuhan memberikan yang terbaik dan sekali lagi bersikaplah dengan tenang

Salam,
investa

11 Jun 2013

Selamat pagi...
Harapan memang tidak selalu menjadi kenyataan, beberapa analis dan juga saya sebelumnya sangat optimis bahwa Senin kemarin IHSG setidaknya akan rebound minor, hal ini dengan pertimbangan bahwa Bursa Global dan Regional menghijau tebal.
Begitu Bursa  dibuka IHSG langsung menoreh warna hijau bahkan sempat naik 0,8%, sy pikir apa yg menjadi prediksi saya sudah sesuai harapan.
Tapi kondisi tersebut ternyata tidak berlangsung lama, iklim cepat berubah cuaca yang semula cerah berganti mendung dan hujan bercampur petir sampai sore.
Perut mual, sakit gigi, plus patah hati kambuh lagi, buat sebagian yang masih pegang porto lebih banyak.
Itulah Pasar Saham, bisa berubah kapan saja kadang juga susah dipahami.
Kemarin Asing masih saja agresif jualan dengan Net Sell 1,2 Triliun, seakan ingin mengatakan bahwa "Asing yang bisa membuat IHSG naik atau turun".
Ini konsekuensi atas Bursa yang masih sebagian besar dikuasai investor asing, kalau saja asing memiliki 55% dari kapitalisasi pasar kita yg sekitar 5000 triliun, maka bisa diperkirakan asing masih punya portofolio ribuan triliun.
Sejak awal th 2013 Asing memang telah menggelontorkan dananya ke Bursa kita IHSG dari awal th 4346 sampai tertinggi 5412 seakan tidak akan turun, banyak yg memprediksi IHSG akan ke 5600 atau 6000, entahlah apakah sekarang setelah mengetahui situasi dan kondisi seperti ini masih optimis atau mau rapat pleno membahas "Anggaran PERUBAHAN" ya..??
Jadi jangan sakit hati dengan investor asing, karena mereka juga yg memberikan kontribusi kenaikan IHSG dan sekarang mereka pula yang membawa IHSG turun kembali.
Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana Investor lokal bisa berperan lebih banyak dan bisa menguasai Bursa kita sendiri. Itu kalau kita tidak mau diatur asing kan...
Bagaimana kira2 hari ini ya...saya tidak akan gegabah saya akan lihat dulu bagaimana situasi regional, nilai rupiah dan  apa yang dilakukan asing setidaknya sampai jam 10, baru saya akan action. Kesalahan prediksi mungkin saja terjadi tapi jangan sering terjadi.
Saham2 yang dulu pernah saya Cut Loss diharga atas atau jual dalam keadaan gain mulai saya lirik kembali karena harganya sudah cukup menarik. Selain INDY, ADRO dan PTRO yang kemarin sudah mulai saya kolek saya juga mempertimbangkan kembali beberapa saham properti seperti CTRA, CTRP, KIJA dan saham KAEF termasuk INAF.
Saya juga tetap menggunakan TARGET jangka pendek baik Gain atau Loss, situasi belum kondusif untuk investasi jangka panjang.
Posisi masih saya jaga 70% cash dan 30% porto sambil melihat situasi yang akan menentukan komposisi antara cash dan porto tersebut.
Semoga kita tetap bisa mendapatkan yang terbaik dalam kondisi apapun, kalau rugi jangan banyak2 kalau untung sedapat mungkin maksimal (ngarep.com)
salam
investa

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.