17 Oct 2017

Pembaca yang budiman khususnya anggota Grup Investa,

Dengan banyaknya pertanyaan beberapa investor terutama yang tergabung dalam Komunitas Investa kepada saya mengenai portofolio lama yang masih "merah" , saya mencoba memahami dan berusaha mencarikan solusinya.
Hal ini memang telah menjadi penyakit umum yang diderita kebanyakan investor perorangan bukan hanya investor pemula tapi juga investor yang punya jam terbang tinggi.

Diantara portofolio investor biasanya ada saham2 yang harganya masih merah alias turun, dan bahkan semakin lama ditahan semakin merah sehingga secara psiokologis  investor tidak punya keberanian untuk melakukan Cut Loss atau jual dalam kondisi rugi. Masakah Psikologis ini memang bukan masalah gampang masing2 orang punya psikologis yang berbeda beda, ada yang kuat  dan ada yang lemah.

Bagaimana solusinya agar kita sebagai investor bisa mengatasi hal tersebut?? Sebagai orang lama yang punya jam terbang lebih 26 tahun dipasar maka saya coba berbagi pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat, dan caranya adalah dengan merubah pola pikir kita.

Sebagai investor kita harus memahami kalau  posisi kita adalah sebagai Pemegang Saham suatu Perusahaan dengan segala konsekuensinya baik resiko rugi maupun untung. Saham yang kita beli adalah bukti kepemilikan terhadap suatu Perusahaan yang dikelola oleh orang lain artinya kita mempercayakan modal kita dikelola orang lain dalam bentuk usaha suatu perusahaan. Harus pula dimengerti kalau dalam kepemilikan saham perusahaan ini tidak ada jaminan apapun artinya jika harus terjadi resiko maka investor yang harus menanggung sendiri. 

Kadang kita mengetahui bahwa saham yang kita miliki ini sulit naik karena kinerja perusahaannya merugi sehingga sahamnya terus turun secara bertahap. Namun demikian investor tidak berani mengambil keputusan untuk eksekusi melakukan Cut Loss karena akan langsung terasa Ruginya (berbeda  dengan potential loss yang belum teralisir karena belum dijual).
Nah disinillah beban mental yang sulit diatasi oelh investor, takut atau tidak tega menjual saham yang dalam posisi rugi sekalipun harganya akan terus turun.

Untuk itu agar psikologis kita cukup kuat berani menjual sahamnya yang prospeknya buruk / negatif maka caranya kita harus menemukan suatu saham dari perusahaan lain yang punya prospek bagus / positif. Usahakan harganya sebanding dengan saham yang merah tadi.
Jika kita sudah mendapatkan saham tersebut maka lakukan Pertukaran saham dengan cara segera jual saham kita yang merah tadi dan langsung pada saat itu juga belilah saham baru tersebut. Lakukan dengan tidak mengingat kerugian terlebih dahulu karena kita telah menukar saham (Perusahaan) dari perusahaan buruk ke perusahaan yang lebih prospek dalam jangka panjang. 

Diharapkan dalam jangka panjang kerugian kita akan tertutup dari keuntungan perusahaan baru tersebut dan lakukan  evaluasi setiap pekan sekali dengan melihat harga saham baru dibandingkan saham lama pada saat dilakukan cut loss. Mana yang lebih baik....?

Kita perlu melakukan sesuatu jangan monoton menghadapi sesuatu agar kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Sekedar pendamping Teh Pagi, kali ini saya informasikan bahwa pekan ini saya masih konsen ke saham KBLI Target 500), JPFA (target 1430) , META (target 115) dan ELSA (target 350).

Selamat beraktifitas dan mendapatkan yang terbaik.
 
Bagi yang ingi bergabung di Grup INVESTA SENIOR maupun INVESTA PREMIUM silahkan mendaftar ke WA 087700085334. Anda bisa berkonsultasi denga para mentor kami yang bersahabat, profesional dan berpengalaman.

Salam,
Hari Prabowo (Investa)

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.