27 Jul 2016

Para Komunitas investa, para Nasabah BNI Securities Semarang dan para pembaca yang budiman,


Nampaknya pasar sementara akan berlangsung datar-datar saja setelah sepekan kemarin cukup agresif secara umum dipimpin pergerakkan saham perbankan.
Salam bank terutama bank papan atas mempunyai kedudukan yang sangat stategis yang bisa menjadi "panutan" saham yang lain. Maklum bank mrupakan pusat perputaran keuangan sehingga bisa menjadi indikasi bisnis.


IHSG kemarin ditutup 5224 naip tipis 0,07%. namun demikian beberapa saham tetap saja ada yang naik dan turun melebihi 10%. Sekali lagi traders jangan terlalu bergantung IHSG sekalipun patut kita pertimbangkan tetapi PILIHAN DAN STRATEGI TRADING yang lebih menentukan hasil kita.
Saham PGAS dan MPPA diantara saham yang kemarin memperlihatkan jati dirinya dan tampil aktif setelah minggu lalu menjadi teka teki bagi sebagian investor karena arahnya gak jelas.


Bagi saham2 emiten yang mempunyai kinerja yang bagus dan mempunyai propek yang baik meskipun harganya sedang melemah jangan ditanggapi terlalu risau karena "hanya" masalah waktu menurut saya. Kita perlu sedikit sabar untuk menanti harga kembali ketingkat yang lebih baik. Sayangnya kebanyakan traders pinginnya yang isntan pagi beli sore naik, bukan tidak mungkin tapi  tentu tidak mudah.


Mungkin tidak berlebihan kalau beberapa waktu lalu saya beri contoh saham2 antara lain JPFA, CPIN, BBTN, INCO  yang mula2 biasa2 saja tetapi toh saat ini harganya jauh dari waktu saya luncurkan dalam menu Teh Pagi yang lalu.
Sementara saat ini saya juga masih konsen ke saham WTON, CPIN, PGAS, SMGR, BEST, DMAS dan UNVR sebagai kegiatan trading yang sudah saya pertimbangakan dengan seksama baik kinerja, prospek maupun grafiknya.

Topik yang banyak menjadi polemik diantaranya BEKS dan BHIT yang melakukan Aksi Korporasi Right Issue akan saya bahas khusus di Pelatihan di Semarang tgl.30 dan 31 Juli nanti. Semoga bisa membuka wawasan teman2 peserta pelatihan dan bisa menularkan keteman2 yang lain nantinya.
Saham BEKS yang akan Right diharga Rp.18,- per lembar sahamnya sangat volatile ini menunjukkan reaksi dan ekspektasi para traders atas aksi korporasi yang telah dimuat dalam prospektus artinya informasi sudah valid tinggal menunggu pernyataan efektif dari OJK yang kemungkinan akhir Juli ini.

Ini mungkin menjadi salah satu peristiwa langka bahwa Right diharga BAWAH harga Nominalnya  dan batas harga Auto Reject bawah, mari kita ikuti seperti apa pasar bereaksi dan ini juga merupakan pembelajaran kita semua juga.
Lantas apakah kita layak trading atau investasi saham BEKS ? Tergantung pada tipe anda masing2 jika ingin beli dan hold untuk investasi long saya kira juga baik2 saja karena kedepan akan beralih menjadi Bank BPD Banten tentu ada prospek yang cukup baik seperti BJTM dan BJBR yang sudah mendahului.
Bila buat trading pendek silahkan juga dengan segala pertimbangan harganya chart yang ada, sekedar pandangan saya akan lebih menarik jika diharga kisaran 85 sd 90 buy dan 100 sd 115 sell. (disclaimer).

Selamat trading semoga mendapat yang terbaik.

Salam 

Hari Prabowo ( INVESTA )
WA.087700085334
Pin 2b7dd5ee

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.