4 Jul 2016

Para Komunitas investa, para Nasabah BNI Securities Semarang dan para pembaca yang budiman,

Sekali lagi saya mencoba mengulas tentang REPO dan Bandarmologi, sebenarnya saya sudah dua kali menulis tentang hal tersebut, tetapi saya melihat di Grup WA Komunitas Investa maupun nasabah2 BNI Securities Semarang  masih banyak yang antusias untuk memahaminya.
Saya memang punya pendapat ada "Benang Merah" antara REPO dan modus Bandarmologi untuk "menggoreng"  suatu saham. Entah anda pernah terjebak disuatu saham Gorengan atau tidak, namun saya berharap bisa lebih hati2 agar bisa terhindar dari modus2 Bandarmologi.

Agar lebih jelas ulasan saya maka saya akan cerita dengan suatu contoh  modus Bandar ( BD ) mencari uang sbb:

1. Bandar akan membeli saham yang telah dipilih dengan kriteria saham tsb kapitalisasinya kecil dan  nilai transaksi harian yang juga tergolong keci, tidak banyak investor asing yang transaksi serta harga sahamnya dibawah Rp.500 per lembar.

2. Setelah pembelian sang BD akan menewarkan REPO ke pihak2 yang punya dana besar (biasanya institusi yang mengelola dana mereka sendiri spt dana pensiun, asuransi, yayasan2  tetapi juga perorangan).
Seperti diketahui REPO adalah suatu kotrak penjualan saham dengan janji untuk membeli kembali pada jangka waktu tertentu (gadai saham). Sipemilik dana akan diberikan bunga tertentu dan dengan jaminan atas saham tersebut.
Misalnya Jumlah uang yang "dipinjam"  adalah 100 maka akan dijamin saham senilai dua kalinya atas dasar HARGA PASAR.
Transaksi di pasar NEGO ini biasanya dilakukan di pasar NEGO, yang mana pasar NEGO ini TIDAK dijaman oleh KPEI.
 
3. Setelah BD memperoleh Dana dari REPO maka dana tersebut dipakai untuk "menggoreng" saham yang di REPO tersebut sehingga harganya tambah naik, Sehingga jika BD  masih punya saham tersebut bisa dilakukan REPO kembali karena harganya tambah tinggi maka dana hasil REPO yang diperoleh bisa tambah banyak.

4. Pada saat saham2 tersebut tambah naik dan nampak ramai transaksinya maka biasanya INVESTOR RITEL akan tertarik dan ikutan membeli dipasar (biasa investor Ritel kita kan suka dengan saham2 yang sedang terbang walau tanpa dasar}.

5. Setelah banyak Investor Ritel ikutan beli maka Bandar mulai minta agar saham REPO sebagian dijual untuk melunasi "hutangnya" tadi dan dengan harga yang lebih tinggi tersebut tentu BD akan lebih untung kareba penjualan sebagian sahamnya saja maka bisa melunasi hutangnya ke institusi2 tadi.
Sehingga BD bisa menarik uangnya yang pasti jauh melebihi modalnya awalnya dan masih punya sisa sahamnya.

6. Modus tersebut diulang2 dengan BD tetap menjaga volume BID dan ASK nya sehingga seakan2 transaksi jadi ramai (tapi harap tau bahwa itu transaksi mereka grup Bandar sendiri).

7. Setelah Bandar cukup puas dengan "hasil ngerjain"  ritel maka BD akan akan keluar dari pasar sehingga transkasi menjadi SEPI yang beli cuma beberapa lot saja meski sementara harga tinggi tapi kalau yang beli cuma dibawah 100 lot Nah pada saat itu BD akan tidak membayar bunga kepada pemilik dana sehingga pemilik dana akan berusaha menjuual sahamnya dipasar. Tapi mana mungkin menjual ribuan lot saham REPO tapi yang ada dipasar pembelinya cuma dibawah 100 lot saja.

8. Bagaimana dengan nasib Ritel ?? tentu bingung dengan sahamnya yang sulit dijual dan berlomba jualan sahamnya dan ini tentu akan menyebabkan sahamnya tambah turun. Akhirnya Ritel cuantol diharga tinggi dan mau jualan susah karena pembelinya hilang

9. Pemilik REPO para institusi yang pegang sahamnyanpun lebih sengsara karena harga turun dan tidak bisa dijual semua karena jumlah pembelinya terlalu sedikit. Sudah harga turun dan susah dijual lagi...nasib...nasib/
Akhirnya Institusi tersebut seakan menjadi PEMEGANG SAHAM emiten tersebut...padahal sebenarnya itu dia "TERPAKSA" jadi pemegang saham emiten tersebut hanya  karena gak bisa jualan saham REPO nya . Entah sampai kapan....
 
10. Sang Bandar tepuk tangan dan jadi penonton atas korban2 nya baik Ritel yang ikutan beli sahamnya  dan institusi2 pemegang REPO.
 
Semoga penjelasan sederhana ini bisa membuka wawasan investor ritel terutama yang tergabung di Grup Komunitas INVESTA baik di WA atau Milis. sehingga lebih hati2 dalam melakukan trading.
Ingat ada kepentingan masing2 didunia persahaman ini siap lawan siapa kawan  kita tidak tau dan kita tidak pernah tau siapa Bandarnya?? tapi kayaknya kita tau siapa korbannya he..hee. 
 
Anda menemukan saham2 dengan kriteria seperti diatas?? siapa tau itu juga modus nya seperti penjelasan saya.
 
Buat anggota baru yang minat bergabung di grup WA Investa telah kami sediakan Grup baru dengan nama INVESTA COMMUNITY (karena grup yang lama sudah full kuota 250 orang).
 
Salam

Hari Prabowo ( INVESTA )
Pin 2b7dd5ee
WA.087700085334

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.