5 Mar 2015

Selamat pagi para pembaca dan juga para nasabah BNI Securities Semarang,

Koreksi IHSG kemarin tejadi juga, IHSG turun 0,49% (5448). Tidak ada yang aneh karena kondisi beberapa saham sudah jenuh beli sehingga menimbulkan niat profit taking, jadi wajar2 saja penurunan ini.
Namun tentu bagi seorang investor / trader akan sangat kecewa jika saham yang ada di portofolionya juga mengalami penurunan. Sebaliknya dia akan happy kalau IHSG turun tapi portofolio sahamnya mengalami kenaikan harga..Jadi seorang investor pada dasarnya mempunyai sifat egois, yang penting dirinya untung.

Berbeda bagi Manajer Investasi yang tugasnya mengelolakan portofolio milik pihak lain, dia harus melakukan action mendasarkan pada kemampuan profesionalisme agar portofolio milik pihak lain bisa mendapatkan hasil maksimal.
Jadi prinsipnya seorang investor yang mengelola portofolionya sendiri harus berusaha dengan segala kemampuannya untuk bisa mendapatkan Gain (hasil) atas investasinya dengan memperhitungkan tingkat resiko agar resiko kerugian bisa ditekan sekecil mungkin.

Selain faktor profit taking penurunan IHSG juga terganjal dengan pelemahan rupiah yang nyaris Rp.13000,- menurut saya nilai ini memang sangat mengganggu kondisi keuangan emiten. Mereka punya hutang dollar akan jadi membengkak baik pokok dan bunganya. Jika hasil usahanya hanya menhasilkan dalam rupiah itu artinya dia akan tertusuk dua kali.
Jadi hindari dulu saham2 yang masuk kategoti ini karena berpotensi turun atau susah naiknya.

Semalam juga terjadi koreksi atas DOW -0,58% dan EIDO -1,52%. Minyak sedikit naik di $ 51 harga Jagung juga naik lumayan. Yang menarik investor asing kemarin masih saja net buy Rp.251 M. Jadi kalau asing masih nyaman di bursa kita so rasanya tiak perlu khawatir. Koreksi jadikan peluang untuk berbelanja saham yang murah dan prospek.

Melihat portofolio sendiri rasanya masih aman karena meski ada saham yang ikut terkoreksi tetapi ada juga saham yang kemarin harganya mengalami kenaikkan. Contohnya saya punya saham CPRO dan KAEF turun tapi KIJA dan BISI  nya naik lumayan.  Pola trading pendek juga masih saya jalankan terutama yang sudah naik misalnya INAF sempat jual 370 yang lalu dan sekarang ketika INAF kembali koreksi di 322 maka saya berpikir untuk kembali buy back, syukur jika dapat harga lebih murah. Inilah manfaat Diversifikasi portofolio, ada yang naik ada juga yang turun.

Saya kira setiap trader punya naluri yang sama yaitu ketika beli saham berharap harganya naik agar dia dapat menjualnya dengan untung, selanjutnya setelah berhasil menjual dia akan berharap harga saham tersebut turun kembali sehingga trader bisa kembali membeli. he..hee..

Tapi kalau saya jadi investor jangka panjang akan berpedoman pada target harga yang diharapkan, jadi sementara naik turun saya cuekin sebelum mancapai target harga yang sudah ditetapkan.
Itu lah sekedar pengalaman saya, namun setiap investor/trader juga punya gaya dan karakter masing2. Jadi silahkan disesuaikan karakter masing2 dalam investasi ini.

Pekan ini yang masih tersisa 3 hari saya bermaksud trading KIJA, CPIN, ADRO, ERAA, INCO dan GJTL dengan BOW (kalau harga kembali turun saya akan masuk beli).

Salam,

INVESTA
pin.2b7dd5ee (sampaikan kata kunci "salam investa" setelah add)

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.