19 Sept 2014

Kembali IHSG melewati angka 5200 karena Kamis kemarin ditutup 5203 atau naik 0,3%. Ada fenomena yang agak berbeda, karena IHSG bergerak naik dalam 3 hari terakhir ini tetapi Investor asing terus net sell dan nilai Rupiah jatuh melewati 12000 tepatnya 12030 per US $. 
Ada beberapa kemungkinan menurut pandangan saya, Pertama para fund manager besar menjaga IHSG tetap naik bertahap agar investor asing atau investor besar bisa keluar secara perlahan-lahan untuk merealisir keuntungannya.
Kemungkinan Kedua terjadi alih portofolio antar jenis saham terutama peralihan ke saham-saham Blue Chip  sehingga mengangkat IHSG sekalipun saham lain banyak yang dijual.
Ketiga, pengaruh Bursa global terutama DOW, S&P dan NASDAQ yang terus memecahkan record sehingga berpengaruh ke bursa lain, ini juga respon dengan FED yang sementara belum akan menaikkan suku bunganya.
Keempat, mulai ada penambahan investor lokal yang memang sedang digalakkan untuk investasi di pasar modal.
Kelima adanya rasa optimis bahwa fundamental ekonomi kita akan lebih baik dibawah Pemerintahan baru yang akan dimulai bulan Oktober mendatang.

Jadi bagaimana menebak arah IHSG kedepan kita bisa menganalisa terlebih dahulu kira2 apa penyebab pergerakkan IHSG akhir2 ini dari beberapa kemungkinan diatas itu.
Karena kondisi ini tidak seperti biasanya bila rupiah melemah dan investor asing net sell maka biasanya IHSG akan cenderung turun, nah kali ini berbeda memang.

Jika investor mempunyai kekhawatiran bahwa kondisi ini hanya sebuah trik agar investor asing bisa keluar bertahap sambil menjaga IHSG maka sebaiknya investor hati-hati agar tidak  terjebak dalam ketinggian dan bila saatnya investor asing benar-benar melakukan aksi jual besar-besaran secara terbuka maka investor lokal biasanya terlambat keluar dan akhirnya cantol diatas.

Namun sebaliknya jika investor percaya bahwa kondisi ini wajar karena optimis bahwa masa depan fundamental ekonomi kita lebih baik di era Pemerintahan baru maka silahkan tetap belanja disaham-saham pilihan yang sekiranya akan mendapat prioritas dalam pembangunan kedepan.

Hal-hal yang perlu diwaspadai adalah Rupiah yang masih melemah dan menurut saya diatas 12000 adalah keterlaluan karena biasanya setiap ekspektasi terhadap ekonomi yang lebih baik nilai rupiah harusnya menguat.
Sebentar lagi BBM bersubsidi akan dinaikkan dan ini memang bisa memacu inflasi jika tidak dilakukan antisipasi yang yang bagus.

Dengan demikian lakukan trading yang disesuaikan dengan setiap perkembangan, pilihan saham serta manajemen keuangan yang baik akan menentukan rejeki kita.

salam, investa

pin.2b7dd5ee (sampaikan salam investa jika sudah invite)

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.