10 Feb 2017

Para Komunitas INVESTA, Para nasabah BNI SECURITIES Semarang dan Para Pembaca yang budiman,
IHSG memang belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, naik turun hanya kurang dari 1% posisi terakhir tgl.9 Pebruari 2017 5372. Trransaksi Bursa masih milik grup Bakrie karena monitor komputer lebih sering menampilkan saham2 grup Bakrie seperti BUMI, DEWA, UNSP, ENRG bahkan ELTY yang semula tidur lelap saat ini bangun dan lari !!.

Inilah trading di Bursa...tidak ada kata "tidak mungkin" semua serba mungkin walau kita susah mengatakan PASTI. Ini menjadi seni dan karakter di bursa saham, ketidak pastian itulah yang menjadi tantangan sekaligus peluang para trader / investor mencari rejeki. Jadi jangan pernah khawatir dengan gejolak bursa karena justru disetiap fluktuasi itulah tersedia peluang kita.

Namun mulai awal pekan ini saya melihat ada pergerakkan kearah yang lebih positif dengan acuan sudah mulai tejjadi Net Buy investor asing sehingga terjadi aliran dana masuk. Saham2 perbankkan mulai naik seperti BBNI, BBRI, BBCA, BMRI dan BDMN, itu satu indikasi biasanya IHSG akan mulai tumbuh. Secara makro juga terjadi surplus neraca perdagangan, cadangan devisa kita juga naik lumayan besar, nilai rupiah stabil.

Kalau kondisi politik dam keamanan selama hajatan Pilkada ini terkendali dan aman rasanya IHSG optimis bisa menuju 5500 sebelum smester pertama tahun ini. Jadi inilah saatnya investor mulai memeilih saham2 yang berpotensi melesat dengan kinerja dan prospek yang bagus th.2017.

Laporan Keuangan emiten memang akhir Deseember 2017 memang belum semua yang dirilis tapi beberapa emiten sudah bisa diketahui mempunyai kinerja yang bagus antara lain dari sektor konstruksi. Lantas bagaimana prospeknya?
Saya punya analisis bahwa sektor konstruksi masih punya prospek bagus, demikian pula untuk semen.

Dengan melihat pola transaksi dan pergerakkan beberapa saham,saya tertarik untuk koleksi saham SMGR, JPFA, WSBP, INKP, DGIK, BBTN, DMAS untuk trading ataupun investasi menengah setidaknya sampai akhir maret nanti.
SMGR yang sempat runtuh harganya kemarin mulai dikoleksi asing, dan bila nanti ijin pembangunan pabrik di Rembang yang sempat terhenti bisa mendapat ijin lagi akan mendorong harga SNGR ke level yang lebih tinggi dengan prospek infrastruktur yang diutamakan. 

JPFA denga, kinerja yang cemerlang di tahun 2016 masih memungkinkan untuk tumbuh harganya (yang saat ini masih terasa murah) dengan prediksi saya harga JPFA bisa menyentuh 2000 sebelum akhir Maret 2017, kemungkinan menunggu diumumkannya Laporan Keuangan 2016. Demikian untuk INKP yang memang sepi transaksi bisa menjadi seperti BRPT bila sang bandar sudah mulai menggerakkan hehee..

Beberapa saham pilihan saya memang lebih mendasarkan pada fundamental, prospek dan bandarmologi, sehingga diharapkan akan bisa memperkecil resiko tentu utamanya berharap Gain yang memadai kedepannya.

Buat teman2 yang ingin memperdalam Bandarmologi. Phsikologi trading, serta pemahaman beberapa hal mengenai SAHAM, AKSI KORPORASI, PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA silahkan bergabung di Pelatihan Investor  tgl.11 sd 13 Pebruari di Hotel Bumi Resort SURABAYA. Saya dan Keneisha akan berbagi pengalaman dengan peserta semua.

Notes: buat investor yang ingin bergabung di grup Komunitas Investa bisa daftar ke no WA 087700085334. dengan menyebutkan nama, umur dan kotanya.
Salam,

Hari Prabowo ( INVESTA )
WA.087700085334

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.