26 Jan 2017

Para Komunitas INVESTA, Para nasabah BNI SECURITIES Semarang dan Para Pembaca yang budiman,
 
Transaksi Bursa  masih di ramaikan saham2 Lapis dua dan tiga serta Grup Bakrie yang kata orang benci tapi rindu. Dimana kini semakin tambah moncer saham Bakrie karena beberapa emiten afiliasi seperti DEWA, UNSP, ENRG, BRMS yang mengikuti kesuksesan saham BUMI setelah berhasil "bangun" dan lari kencang dengan berhasil mencetak kenaikan 614% dalam waktu 4 bulan terakhir. 

Setelah bertahun tahun saham BUMI tidur nyenyak karena permasalahan hutangnya (mulai th.2012 harganya Rp.50,-) setelah beberapakali dilakukan negosiasi dengan para krediturnya akhirnya berhasil melakukan restrukturisasi Hutangnya. Kini harga sudah mendekati Rp.486,- dan bagi mereka para trader dan investor yang punya kejelian plus mental yang kuat dan berani membeli saham BUMI 3 bulan lalu maka tentu berbingar2 saat ini.

Keberhasilan restrukturisasi saham BUMI inilah nampaknya yang telah memicu saham2 afiliasinya seperti DEWA, BRMS, ENRG, UNSP saat ini naik spektakuler juga. Bahkan mempunyai efek domino terhadap saham2 lapis tiga lainnya seperti DGIK, BIPI, BCIP, DAJK ikut terbang pula harganya.

Seperti kita ketahui perdagangan di Bursa ini sangat sensitif dan mudah saling mempengaruhi, terlepas dari analisa fundamental dan teknikal maka selayaknya seorang trader atau investor harus juga punya kejelian dan respon yang akurat terhadap segala apa yang terjadi. Sikap cepat menyesuaikan amat perlu karena memang karakter investasi di pasar modal menuntut seperti itu jika ingin berhasil.

Saya kira dalam beberapa waktu ini Bursa masih akan diramaikan oleh saham2 lapis dua dan tiga yang tidak terlalu bergantung oleh Investor asing karena investor asing lebih suka bermain disaham2 Blue Chip yang sementara ini belum ada gerakkan yang cukup signifikan karena barangkali masih menunggu situasi terutama kebijakan suku bunga FED dan langkah kerja Trump sebagai Presiden AS.

Namun perlu diketahui pula bahwa "bermain" di saham lapis bawah bukan tanpa resiko karena bila terjadi koreksi kebawah maka akan terjadi loss yang cukup besar pula. Untuk itu jangan sembarang memilih teliti sebelum membeli saham2 lapis bawah karena salah2 bisa ludes modalnya.
Adapun Tipe memilih saham Lapis bawah yang bisa diperhatikan antara lain:

1. Pastikan Perusahaan masih operasional normal
2. Perusahaan sudah Go Publik lebih 10 tahun
3. Laporan Keuangan mempunyai predikat Wajar
4. Laporan Keuangan menunjukkan perbaikan kinerja
5. Tidak dalam tuntutan Pailit oleh pihak ketiga.

Kami akan menjelaskan Stategi lainnya dalam memlilih saham dalam kesempatan Pelatihan Investor yang akan kami laksanakan di JAKARTA dan SURABAYA dalam bulan Pebruari 2017 nanti setelah Januari ini kami selenggarakan di SEMARANG dengan cukup sukses.

Bagi anda yang berminat mengikuti progam Pelatihan Investor 3 hari (Sabtu, Minggu dan Senin) di Jakarta atau Surabaya silahkan pesan tempat melaui WA 087700085334 atau email investa.p3m@gmail.com dan setelah kuota 20 orang kami akan menghubungi dengan memberikan jadwal dan tempatnya.

Investasi bukan hanya cukup dengan modal tetapi harus didukung pengetahuan yang memadai.

Notes: buat investor yang ingin bergabung di grup Komunitas Investa bisa daftar ke no WA 087700085334. dengan menyebutkan nama, umur dan kotanya.

Salam,

Hari Prabowo ( INVESTA )
WA.087700085334

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.