30 Mar 2015

Para Nasabah BNI Securities Semarang, Para komunitas Investa, dan Para pembaca yang budiman,

IHSG akhir pekan lalu sedikit ada perrbaikan +0,52% di 5396, setelah beberapa hari mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah dan tekanan asing. Meskipun demikian masih perlu  waspada karena US Dollar kembali tembus 13.000 dan asing masih net sell 587 Milyar  Tekanan terhadap IHSG masih mungkin terjadi jika indikasi dua hal tadi masih terjadi, yaitu pelemahan rupiah dan tekanan investor  asing. Sepertinya asing memang pintar mengatur gerak IHSG, turun secara perlahan sambil asing mengeluarkan posisi portofolionya.

Diprediksi maret ini terjadi inflasi yang sebelumnya deflasi, kemaikkan harga BBM harus diwaspadai karena berpotensi menaikkan harga2 barang dan jasa. Semoga cadangan devisa tidak mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.
Situasi politik dalam negeri juga dapat dikatakan belum nyaman, masih terjadi perpecahan pengurus partai sehingga anggota DPR tidak konsen pada tugas2 pokoknya bersama Pemerintah. Pertimbangan2 tersebut bisa mengakibatkan para investor mengurangi niat investasinya.
Ini nampak dari nilai transaksi harian perdagangan di pasar reguler masih relatif sedikit dan  dibawah rata2 harian bursa.

Memang ada beberapa harga saham  yang relatif sudah boleh dikatakan murah tetapi kondisi pasar yang masih dalam tekanan menyebabkan investor lebih memilih menunggu untuk masuk kecuali untuk trading jangka pendek.
Trading jangka pendek membutuhkan konsentrasi penuh didepan monitor karena setiap gerakkan saham harus diperhatikan agar tidak ketinggalan kapan saat masuk dan keluarnya.

Prediksi IHSG dari beberapa analis bahwa IHSG th ini bisa diatas 6000 mulai diragukan, kondisi memang berat setidaknya sampai smester pertama nanti harus banyak mencermati perkembangan ekonomi dan politik kita. Selain itu faktor eksternal juga susah diprediksi terutama kapan FED menaikkan suku bunganya.

Jika terpaksa trading pilihan saham pekan ini saya cermati MLPL, INCO, SMGR, ADRO, BBTN, RALS, ELSA (strategi BOW ). Target jualan jangan terlalu berlebihan karena saat ini perubahan harga cepat terjadi, jika hasil dirasa cukup realisasikan dari pada tergerus turun kembali.
Jika terjadi keraguan lebih baik duduk manis dului dan tidak melakukan action karena setiap keraguan lebih banyak mengandung resiko.

Salam,

INVESTA
pin.2b7dd5ee (sampaikan kata kunci "salam investa" setelah add)

0 komentar:

Post a Comment

Mohon menulis komentar dengan bahasa yang baik tidak mengandung unsur sara, politik dan iklan.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.