31 Oct 2014

IHSG kemarin koreksi 0,3% (5058), wajar saja karena indeks dimanapun bursa bukan suatu garis lurus tetapi fluktuatif, sehingga disinilah "seni" trader / investor mencari celah  berusaha mendapatkan hasil.
Sekalipun IHSG turun tapi saya lihat teman2 komunitas INVESTA di blog: investalpppm.blogspot.com lumayan pada cerah, sumringah. Nampaknya pada "happy cuan" kemarin. Selamat ya....tentu saya ikut bahagia mendengar diskusi teman2 melalui chat box yg kami sediakan.

Menjadi seorang trader / investor memang dibutuhkan teman banyak, gunanya untuk sharing saling tukar informasi, pengalaman dan pengetahuan bersama.
Bisnis Pasar Modal ini menurut saya memang bisnis Informasi, siapa dapat info dan bisa menganalisa dengan baik maka akan dapat hasilnya.

Semalam DOW naik lumayan tinggi 1,3% kondisi di AS memang sedang membaik sehingga terus direspon oleh pasar sehingga DOW, NASDAQ dan S&P bergantian pecah record tertingginya. Ini sangat beda ketika th.2008 krisis melanda AS dan banyak negara didunia merasakan akibatnya, ikut2an krisis.
AS memang masih  jadi fokus keuangan dunia, jadi apa yg terjadi disana bisa berefek sampai kita juga, makanya kenapa kita slalu pantau situasi di AS dan beberapa negara maju.

Prediksi saya IHSG hari ini 5025 sd 5090, dengan perhatian ke saham2 TINS, INCO, ANTM, ERAA, JPFA, BISI, LSIP, KAEF.
Semoga teman2 komunitas INVESTA bisa mengulang sukses, apapun kondisi IHSG kalau bisa cuaaan terus ya....Amin.

Salam, Investa
pin.2b7dd5ee (khusus buat komunikasi tentang trading saham)

30 Oct 2014

DNET 301014

DNET terlihat bermain-main di atas garis alligator hijau, setelah sebelumnya memberikan profit yang lebih dari kata lumayan, penulis menduga DNET mencoba membuat pola Pennant, setelah bottoming, DNET berpeluang menyentuh level 1200 (jika breakout)

LSIP 301014

Terlihat LSIP membentuk pola double bottom, bila LSIP bertahan di atas level 1950, LSIP berpeluang mencapai target double bottomnya di sekitar level 2150, volume yang cukup besar hari ini nenandakan saham ini bergerak positif, BUY LSIP.

Nampaknya "Jurus 4" kemarin mengena juga, IHSG pada hari ke 4 akhirnya naik juga 1,4% setelah 3 hari berturut2 turun terus. Kadang jurus ini sering saya gunakan termasuk kalau IHSG naik terus selama 3 hari maka hari ke 4 potensi koreksi lebih besar.
Ya namanya saja usaha, sekalipun tidak ada teori yang mendasari tetapi logika saya punya pendapat dalam 3 hari penurunan ada potensi investor melakukan pembelian  karena merasa harga sudah cukup rendah. Demikian sebaliknya kalau 3 hari naik terus maka ada potensi harga koreksi pada hari ke 4. Dalam uji coba beberapa kali jurus ini sering saya praktekkan.

Pertimbangan lain tentu masih banyak, antara lain mencermati Laporan Keuangan emiten yg sudah dipublikasikan, ternyata berpengaruh signifikan terhadap harga sahamnya di bursa. Tengok saja beberapa emiten yang LK nya tumbuh harga sahamnya nya langsung positip, demikian sebaliknya yg laba nya mlorot harga sahamnya juga jeblok. Ini baru rasional sebenarnya karena harga seharusnya mengikuti kinerja.
Jadi pahami dan sikapi Lap Keuangan emiten itu sangat perlu buat seorang invesor, cuma untuk memahami itu perlu pengetahuan tentunya.

Kemarin investor asing kembali net buy 511 M dan rupiah 12.163. DOW sedikit terkoreksi 0,18% karena pernyataan FED mengenai program pengurangan pembelian obligasi atau lebih dikenal pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing). Rencana kenaikkan suku bunga FED juga kembali mengangkat US $ terhadap mata uang lainnya.

Saham2 yang sebelumnya tertekan kemarin mulai sedikit rebound, bila yg sempat belanja diharga bawah lumayan bisa mulai Profit Taking, kecuali yg LK nya turun agak berat reboundnya.
Hari ini saya coba mencermati saham BISI, LSIP, LPKR, KIJA, ADRO, KAEF dan TINS. Selain pilihan juga timing buy and sell nya memang harus tepat.
Ringkasan rilis LABA emiten kuartal 3 2014 telah saya kirimkan melalui BBM masing2 bisa dicermati.

Selamat trading semoga happy cuan semuanya....

Salam dari saya Investa.
pin.2b7dd5ee (silahkan mengenalkan diri setelah invate).
investalpppm.blogspot.com

29 Oct 2014

Sudah 3 hari berturut2 IHSG jeblok, kabinet effect yang diharapkan malah terjadi kebalikannya, kemarin IHSG melemah kembali 0,4% di 5001. Investor dalam posisi net sell 638 M dengan menekan saham2 INTP, TLKM, UNVR, BBNI sebaliknya asing lebih banyak membeli saham ASII, BMRI,BBCA, LPKR, PGAS, KLBF. dan faktanya saham yang dibeli asing tersebut ditutup menguat.
Jadi kalau mau pakai ilmu "bebek"  ya..ikutin investor asing saja mereka beli saham apa dan jual saham apa, ikutin saja he..heee
Rupiah kembali melemah 12.158 per US$, rasanya BI dan Pemerintah perlu lebih serius agar rupiah kita tidak tambah melemah, karena dampaknya bisa tambah runyam.

Semalam DOW naik diatas 1% demikian pula bursa utama di Eropa naik semua, kalau hari ini regional juga ikut naik bagaimana dengan IHSG ?? masihkah tersandera ketidak puasan Kabinet saja??
Kembali saya menengok salah satu "jurus 4", dimana  setelah tiga hari berturut2 turun maka pada hari keempat ada potensi IHSG mantul naik. Ya..prediksi saya hari ini IHSG akan menguat terbatas apa lagi dukungan bursa global bagus.

Saham2 yang kemarin tertekan berat berharap hari ini ada pantulan seperti SMCB, GJTL, JPFA, ANTM, TINS, BBTN, ELSA, KAEF. sedangkan pilihan lain SMRA, PWON, KIJA, MDLN untuk properti.
Kisaran IHSG di 4990 sd 5050,dan masih bergerak fluktuatif sambil menunggu rilis Laporan keuangan emiten kwartal tiga ini.   

Dalam dua hari kemarin juga terjadi fenomena saham2 lapis tiga bisa naik lumayan bahkan INDX  Auto Reject dua hari berturut2, bersyukur masa panen saya akhirnya datang juga, saya pegang saham tersebut 5 bulan tapi bisa naik 46%. Sayapun nekad masuk DSFI di harga 52 eh..kemarin "kebetulan" tutup AR di 67.
Saham lapis 3 yang naik kemarin INDX, IATA, DSFI, CPGT, masihkan hari ini lanjut..?? harap2 cemas sih..di bursa tidak ada yg pasti karena semua serba mungkin.

Salam, Investa
pin. 2b7dd5ee (khusus untuk bincang2 saham).

28 Oct 2014

IATA 281014

IATA breakout konsolidasi, terlihat jelas IATA membentuk pola yg sama sebanyak 3X, target saham ini ada di level 108.

Pengumuman Kabinet Kerja  kemarin ternyata belum mampu membuat IHSG bangkit, bahkan kemarin melemah 0,9% di 5024. Nampaknya pelaku pasar masih perlu pembuktian dari para Menteri tersebut bagaimana mereka bekerja dan bisa membuahkan hasil dari masing2 bidangnya.
Maklum beberapa nama masih belum dikenal publik, sedang  beberapa figur yang lebih dikenal baik nama dan kinerjanya ternyata tidak masuk dalam jajaran kabinet. Entah mengapa..? Memang pelaku pasar keuangan ini punya kebebasan dalam berekspresi dalam menyikapi suatu kebijakan, aturan maupun kondisi.

Pelaku pasar memang tidak banyak bicara tetapi langsung melakukan respon dengan masuk atau keluar dari pasar. IHSG hanya sempat naik dipembukaan tetapi selebihnya di jalur merah kemarin, apalagi beberapa Laporan Keuangan kwartal tiga yang sudah dirilis ternyata beberapa diantaranya menunjukkan Laba Usaha yang lebih rendah.
Pelemahan rupiah diatas 12.000 sangat berpengaruh terhadap besaran biaya terutama perusahaan yang berbahan baku import, selain itu juga para perusahaan penghutang dalam bentuk dollar AS akan menanggung beban selisih kurs yang tinggi.

Harga beberapa komoditas dunia seperti;minyak, energy, dan pertambangan juga masih rendah bahkan minyak pada level $80 per barel ini berpengaruh terhadap harga energy lain biasanya.
Pertumbuhan kredit sampai akhir tahun diperkirakan melambat, sedangkan rencana kenaikan BBM tinggal menunggu waktu. Ini perlu sebagai kajian kita bersama sebagai investor. Kenaikan BBM biasanya akan mempengaruhi tingkat inflasi sekalipun positipnya subsidi yang semula ke BBM diharapkan dialihkan ke pembangunan infrstruktur dan kepentingan yang lebih bermanfaat buat rakyat.
Sehingga akan kita lihat bagaimana Pemerintah bisa menekan inflasi nanti setelah BBM dinaikkan sehingga tidak berlarut-larut.

Langkah-langkah Bank Indonesia juga sangat diperlukan untuk mestabilkan rupiah serta menetapkan BI Rate yang tepat, sebab suku bunga yang tinggi juga akan memperberat dunia usaha.

Bagaimana investor akan menentukan langkah2 investasinya?, maril kita nantikan karya-karya kabinet baru untuk bisa meyakinkan pasar, semua harus dengan tindakan bukan dengan janji atau rencana2 saja. Pelaku pasar senang yang realistis.

Selamat berkerja Kabinet..

Salam, Investa 
pin. 2b7dd5ee (hanya untuk komunikasi tentang investasi dan pelatihan pasar modal).

27 Oct 2014

Kabinet KERJA telah diumumkan oleh Presiden Jokowi, ada 19 orang yang dari profesional termasuk bidang ekonomi, keuangan, industri dan perdagangan. Diantara nama2 tersebut sesuai dengan prediksi yang beredar sebelumnya. 
Bagaimana respon pasar ?? kalau melihat dari susunan kabinet kira2 nilainya 7,5 lumayan, paling tidak sekarang sudah ada kepastian, sehingga untuk tahap awal kemungkinan IHSG akan menyambut positif tetapi tidak berlebihan.
Selanjutnya pasar akan menunggu kinerja kabinet tersebut adakah hal2 terobosan yang baru sehingga bisa membuat langkah2 positif diberbagai bidang sehingga ukuran2 pertumbuhan ekonomi bisa menunjukkan perbaikan.

Sebagai tolok ukur sambutan pasar terhadap kabinet Kerja tersebut kita lihat apakah nilai rupiah bisa menguat dibawah 12.000, apakah investor asing akan kembali net buy di perdagangan hari ini, Jika kedua hal tersbut terpenuhi kemungkinan IHSG akan menyesuaikan untuk kembali mencapai 5100.
Namun kalau parameter tersebut tidak terpenuhi maka pelaku pasar belum yakin akan kabinet baru sehingga perlu waktu menilai lebih lanjut.

Strategi jangka pendek mungkin masih lebih baik, dengan memilih saham2 yg beberapa hari terakhir tertekan tapi susah menembus suportnya seperti GJTL, KAEF, LPKR, ANTM, SMCB atau saham yang sedang bergerak naik tapi belum mencapai Resistance misal MLPL, LPKR, LSIP, RALS, MDLN. Atau sektor inrastruktur untuk mengantisipasi kenaikan BBM yang tentunya akan mengalihkan sebagian subsidi BBM ke sektor inrsastruktur, silahkan cermati    
WSKT, ADHI, PTPP.

Jangan lupa perhatikan pula Lap Keuangan bulan September ini yang bisa untuk mengukur pertumbuhan kinerja perusahaan, bila ada yang menarik silahkan jadi alternatif pilihan untuk trading atau menunggu sampai akhir tahun jika mantab.
Ada beberapa analis yang  memprediksi akhir tahun nanti  IHSG di posisi 5500, tentu punya pertimbangan masing2. Saya pribadi masih memprediksikan di 5350 karena kalau diukur dari awal tahun sebenarnya 5350 sudah tumbuh sekitar 25% jadi cukup tinggi.
Kalau kita jeli sebenarnya ada beberapa saham yang bisa tumbuh diatas 50% tahun ini, tetapi faktor manajemen keuangan serta psikologi kita juga punya peran penting dalam investasi di saham ini.

Salam, Investa
pin. 2b7dd5ee

24 Oct 2014

Meski nilai transaksi di pasar reguler tidak terlalu ramai tetapi IHSG berhasil di tutup 5103 atau naik 0,5%,, rilis Laporan Keuangan kuartal 3 th 2014 dimana beberapa Bank yg Go Publik menunjukkan pertumbuhan Laba yg menggembirakan telah ikut mendorong harga saham Bank naik lumayan. Ini memberikan kontribusi terhadap kenaikan IHSG.
Salah satu indikasi menurut analisis saya pasar akan cenderung bergerak positip kalau hraga saham Bank menguat, demikian pula sebaliknya. Bank merupakan pusat perputaran keuangan sehingga tentu akan mempunyai efek samping terhadap industri lainnya.

Semalam DOW, S&P dan NASDAQ termasuk EIDO di Wall Street naik diatas 1% akan berpotensi untuk mendorong IHSG lebih tinggi setidaknya akhir pekan ini IHSG masih bisa bertahan diatas 5100.
Sambil mencermati Laporan Keuangan perusahaan akhir September yang sdh mulai bermunculan , begitu ada yang bagus Fundsamentalnya silahkan untuk koleksi dan kalau tahan simpan sampai akhir tahun dengan target minimal 5%.  Bila ternyata target terpenuhi sebelum akhir tahun ya silahkan dinikmati lebih cepat lebih baik.

Beerapa saham yang merupakan target saya dengan pertimbangan harga yg relatif murah, prospek usaha serta pergerakkan transaksi beberapa hari terakhir (buat yg ahli TA silahkan dikonfirm) antara lain  BBTN, ELSA, GJTL, LPKR, SMCB, RALS, KIJA.
Untuk saham grup LIPPO saya juga masih bersemangat masuk kalau BOW karena karakternya yg tidak berlama-lama bisa naik kembali apalagi kalau LK nya bagus.

Hari ini IHSG masih berpotensi naik jadi silahkan menikmati trading dengan saham pilihan masing2 dan strategi masing2. Pendapat analis sebaiknya hanya dipakai pertimbanganbukan bukan mutlak harus dilakukan.

Buat nasabah baru BNI Securities yang berminat mendapatkan ulasan, menu saham dan komunikasi langsung dengan kami selama jam trading bisa melalui BBM, YM .

Salam, Investa.
Pin. 2b7dd5ee (sampaikan salam investa agar bisa saya respon cepat)
blog: investalpppm.blogspot.com
YM. hari.prabowo56@yahoo.com

23 Oct 2014

Emiten di Bursa diantaranya banyak yang berasal dari afiliasi grup tertentu, seperti group Bakrie yang lebih dari 10 Perusahaan yang sering juga dikenal dengan grup BUMI. Ada pula group Bhakti atau MNC grup diantaranya BHIT, BMTR, MNCN, BCAP, MSKY. Sedangkan grup Lippo seperti MLPL, MPPA, LPLI, LPPS, LPCK, LPKR meskipun nama2 perusahaannya sudah berganti tetapi pelaku pasar sudah banyak yg paham tentang grup2 tersebut. Ada lagi grup Ciputra seperti CTRS, CTRP, CTRA yg lebih dikenal diusaha properti.

Sekedar sharing buat investor pendatang baru di dunia persahaman selayaknya juga perlu mengetahui tentang perusahaann2 yang diperdagangkan selain jenis usahanya juga perusahaan tersebut punya afiliasi / termasuk grup siapa.
Kita tau naik turunnya harga saham bisa terjadi kapan saja dan dalam kondisi apa saja, dan penyebabnya juga bisa berasal dari berbagai faktor. Bisa Fundamental, Teknikal, Makro ekonomi, kondisi politik dan sebagainya.

Salah satunya juga pengaruh  sesama grup, coba sering kali kita lihat kalau ada saham dalam satu grup naik maka saham2 di grup yg sama cenderung ikut naik. Misalnya BUMI naik maka saham ENRG, VIVA, BRMS cenderung saling menyesuaikan dan sebaliknya.
Karakter2 saham dalam satu grup juga tidak ada salahnya untuk dipelajari bagi teman2 pemula supaya lebih "menjiwai" he..hee. Hal ini mungkin sudah diketahui oleh pemain lama. Tetapi bukan tidak mungkin ada investor lama dan bermodal besar mungkin ada juga lho yg sampai tidak tau jenis usaha saham yang mereka beli sendiri.....aneh kelihatannya tetapi itu mungkin saja terjadi.
Jadi mereka benar2 beli asal-asalan saja, biasanya mereka lebih mengandalkan Tehnikal saja yaitu berdasar pergerakan dan volume tanpa memperhatikan faktor yang lain.

Tentang saham group ini berbeda-beda karakternya juga, terakhir saya mengamati pergerakkan grup LIPPO, saham2 ini bergerak tidak bersama2 seperti grup lain, jadi hanya satu atau dua saham yg bergerak aktif dan searah tetapi saham yg lain dibiarkan bergerak berbeda.
Untuk main di saham ini perlu kesabaran karena selama ini selalu ada saat2 kapan "digerakkan" entah oleh siapa, maksud saya jika ada yang terpaksa kecantol belinya dan harga turun maka sabar saja ada saatnya ditarik keatas kembali. Karena nampaknya grup Lippo tidak akan membiarkan harga saham perusahaannya terpuruk terus. Walaupun kadang saham grup ini juga bisa kejam dengan menekan serendah mungkin harganya.
Jadi sikapi dengan cermat setiap kareakter saham termasuk grup tertentu.

He..hee namanya juga usaha maka segala pengetahuan sebaiknya kita pelajari siapa tau ada manfaatnya.

Salam, Investa
pin. 2b7dd5ee.

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.