30 Dec 2013


Mampukah hari Senin 30 Desember yang merupakan hari perdagangan terakhir 2013 memberikan sedikit hadiah kepada investor saham?? Kalau saja IHSG mau sekedar menyamai IHSG akhir th.2012 (4317) dibutuh 105 poin lagi atau 2,5% dari penutupan hari Jum'at lalu yg tutup di 4212. Walaupun sangat berat karena terhadang pelemahan Nilai Rupiah yang saat ini de level 12260 an namun faktor WD masih ada kemungkinan untuk mendorong IHSG lebih atas lagi dari kemarin. Saya pernah memprediksi akhir th setidaknya di level 4320, tapi ternyata kondisinya memang sangat berat. Jadi kita hanya bisa menunggu hari Senin ini bagaimana para Fund Manager dan pelaku pasar akan membawa IHSG menutup hari perdagangannya.

Fundamental ekonomi kita memang sangat berpengaruh terhadap kinerja Bursa yang sampai tgl.27 Desember 2013 kemarin sebagian besar saham yang tercatat mengalami penurunan dibandingkan setahun yang lalu. Namun demikian ada sekitar 160 an saham yang masih bisa tumbuh dan bahkan ada 16 saham yang tumbuh diatas 100% (diantaranya 2 saham yg naik diatas 1000% yaitu ITMA dan GMTD). Jadi sekalipun kondisi Bursa memang susah, tetapi jika ada investor yang bisa beruntung pilihan portofolionya pada saham yang "pas" yaitu saham2 yang naik tersebut tentu tahun 2013 ini tetap memberikan rejeki juga. Tapi sekali lagi itu tidaklah mudah. Sebagian besar NAB Reksa Dana juga banyak yang MINUS dibanding setahun yang lalu, dari 133 jenis Reksa dana SAHAM hanya ada 16 RD yang NAB nya positif sedangkan lainnya rontok, padahal mereka juga dikelola Manajer Investasi yang profesional.

Sekedar mengingatkan untuk akhir perdagangan akhir tahun ini "Jurus Pra Closing" bisa diterapkan, karena kemungkinan ditarik beberapa poin keatas bisa saja terjadi sekaligus BD melakukan WD pada detik2 terakhir. Apalagi terhadap saham2 yang jumlahnya sedikit. Saham2 BC penopang IHSG masih seperrti menu kemarin, karena saham2 tersebut mempunyai kapitalisasi pasar yg besar sehingga punya bobot perhitungan tinggi thdp IHSG.

Mari kita sambut perdagangan akhir tahun Bursa Eek Indonesia ini moga2 masih ada peluang kita mendapatkan rejeki, serta moga2 juga tahun depan berharap kondisi Bursa akan lebih baik lagi.

Salam, investa

26 Dec 2013

Selasa lalu IHSG berhasil masuk ke jalur hijau sekaligus melewati level 4200 (4202), naik 0,3% dengan dukungan ASII, TLKM, UNVR, AALI yang termasuk punya bobot tinggi dalam perhitungan IHSG.
Tinggal 2 hari lagi perdagangan di Bursa th.2013 ini, tahun yang mungkin sangat tidak nyaman buat para investor saham karena sulit mencari cuan. Kondisi ekonomi kita maupun anjloknya Rupiah terhadap Dollar US membuat IHSG kita terpuruk dan termasuk 3 besar bursa yg mengalami penurunan terparah bersama Thailand dan Singapura.
Namun Bursa di Wall Street / AS, Jepang, Malaysia tahun ini merupakan tahun yang menggembirakan karena Indeks mereka memecahkan record tertinggi.

Apakah 2 hari terakhir ini bisa ada perbaikan IHSG kita? secara pribadi saya masih menaruh harapan dan bahkan optimis IHSG akan kembali naik setidaknya  4250 sd 4300 didukung  faktor Widress untuk saham2 BC.

Kalau saja saham2 BC bisa naik 1,5% saja dalam 2 hari terakhir ini bisa melambungkan IHSG ke level 4300.
Jadi untuk membuat WD juga tidak terlalu sulit kalau memang para Fund Manajer dan para BD berniat mengangkat IHSG, apalagi kalau Pengelola dana seperti Jamsostek, Taspen dan Dana Pensiun besar mau sama3 masuk pasar.
Nilai transaksi kemungkinan akan sepi mengingat para pelaku pasar sudah banyak liburan, situasi pasar yang relatif sepi juga memudahkan pihak2 yang ingin mengangkat IHSG menjadi lebih mudah.
Saham UNVR, HMSP, BBRI, BBCA, SMGR, INTP, GGRM sekali lagi akan menjadi Kunci mendorong IHSG akhir tahun, sedangkan saham sektor pertambangan dan gas seperti PGAS, ANTM, TINS, INCO juga punya potensi positif. Properti ??...moga2 perdagangan akhir tahun ini ADHI, WIKA, SMRA, ASRI, SSIA dan PTPP bisa sedikit rebound.
"Tidak ada yang pasti, tapi segala sesuatu serba mungkin di bursa..."
SELAMAT HARI NATAL saya ucapkan untuk Bpk/Ibu serta sahabat2 semua yang merayakannya.Semoga penuh kedamaian, sejahtera dan bahagia.
Salam, investa.

24 Dec 2013

Sekalipun kemarin IHSG merah namun menjelang tutup nampaknya mulai ada perlawanan (tinggal minus 0,1%), saham BBRI, BBCA yang minggu lalu ditekan habis2an oleh asing nampaknya sudah mulai hijau. Bahkan asing juga mulai akumulasi lagi di saham tersebut. Kejadian semacam ini sering terjadi, dimana asing sebelumnya obral besar tapi TIDAK LAMA mereka akan masuk beli kembali, ini biasanya terjadi pada saham2 BC yang fundamentalnya kuat.
BBRI, BMRI dan BBCA ini sudah merupakan "panutan" saham perbankan yang lain dan akhirnya bisa mempengaruhi saham lain diluar Bank.
Kalau saham2 perbankan sudah mulai naik biasanya pula saham yang lain akan ikutan, moga2 hari ini 3 saham Bank besar tersebut akan mengalami kenaikan agar bisa menarik saham2 lainnya.

Untuk mengejar IHSG dari penutupan akhir th.2012 lalu (4317) maka IHSG harus naik setidaknya 3 % dalam 3 hari perdagangan ini sampai 30 Desember 2013. Berat memang, kecuali Rupiah bisa menguat signifikan.
Sekalipun demikian kemungkinan selalu ada. Tentang WD sendiri saya optimis masih akan terjadi sekalipun tidak banyak, hanya saham2 tertentu.
Rata2 Reksa Dana itu mempunyai saham BC seperti BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, ASII, UNVR, GGRM, ITMG, SMGR sehingga saham2 tsb bisa diperhatikan khususnya kemungkinan WD.
Fokus ke Rupiah dan 3 saham Bank besar tadi jika ada tanda2 penguatan maka ada kemungkinan IHSG hari ini berakhir Hijau.

Untuk memahami tentang Stimulus dan Tapering yang dilakukan oleh Bank Central AS (FED) silahkan baca bacaan ini yang bermanfaat
Pengetahuan amat penting bagi investor sebagai bagian dari pengambilan keputusan.
SELAMAT HARI NATAL  bagi yang merayakan.
salam, investa

23 Dec 2013

Tinggal empat hari terakhir perdagangan di Bursa Efek untuk th 2013 ini, bisakah IHSG ada perbaikan paling tidak melewati angka penutupan akhir th.2012 ? Kondisi memang amat sulit karena saat ini tekanan terhadap Rupiah paling menjadi penyebab rontoknya IHSG.

Jadi andai kata mau melakukan Window Dressing maka yang perlu dilalukan adalah jika BI mau membantu intervensi untuk mengangkat Rupiah  dan  bersamaan dengan itu Fund Manajer baru melakukan WD atas saham2 yang Blue Chip.

Jika rupiah masih dalam kisaran diatas 12.000 maka memang berat bagi IHSG untuk menanjak. Namun peluang WD untuk saham2 tertentu secara individual salalu ada kemungkinan tanpa dipengaruhi IHSG.
Berbagai analis tentu punya argumen sendiri2 tentang WD ini, tentu kembali ke kita masing2 dalam segala keputusan.

Kita bisa melakukan spekulatif untuk "menangkap" saham WD ini dengan berbagai pertimbangan yaitu yang pertama adalah saham BC yang kira2 banyak di miliki Reksa Dana dan mempunyai bobot tinggi terhadap IHSG. Kedua saham "lapis dua"  yang mempunyai kinerja/Fundamental bagus tetapi harganya sedang jeblok dan ketiga adalah saham "lapis tiga" yang masih menghasilkan Laba walaupun saham ini tidak likuid.
Saham yang TIDAK likuid ini sangat mudah ditarik keatas oleh Bandar pas hari terakhir perdagangan.

Sekedar mengingatkan transaksi pembelian hari ini tgl.23 Des akan setlement pembayarannya tgl.30 Des karena tgl.25 / 26 Des libur, kalau pembelian tgl.24 Des besuk maka pembayarannya tgl.2 Januari 2014 karena kena hari libur 24/26/31 Des dan 1 Jan diluar sabtu dan minggu tentunya. jadi yang pakai margin bisa perhatikan tgl.-tgl tersebut kalau mau menghindari bunga margin   (kemungkinannya adalah tg.24 Des).

Segala kemungkinan bisa terjadi di bursa, tapi semua juga bebas pemrediksi, dan apapun kondisinya semoga kita mendapat yang terbaik.
salam, investa

20 Dec 2013

IHSG kembali naik 0,8% di posisi 4232, saya pribadi  masih mempunyai target akhir tahun 2013 IHSG 4320 sd 4360 jadi masih ada ruang kenaikan sekitar 3% lagi dari sisa hari bursa 5 hari yang ada.
Beberapa saham penopang IHSG sudah memperbaiki posisi, inilah proses Window Dressing yang kemungkinan mulai dilakukan Manajer Investasi maupun "pesanan" emiten secara bertahap.
Manajer Investasi memang mempunyai kepentingan terhadap kinerja portofolionya agar nampak manis di akhir tahun nanti dan sedapat mungkin lebih tinggi dibanding IHSG.
Saham2 yang naik kemarin yang kebanyakan masuk dalam portofolio Reksa Dana seperti ASII, TLKM, GGRM, SMGR, INTP, BMRI yang masuk kategori BC. Kenapa BBRI masih dalam tekanan? Perkiraan saya karena BBRI ini punya hutang dalam bentuk Obligasi Dollar ($) sehingga bebannya cukup berat dengan pelemahan rupiah yang sudah nembus 12.200.
Tapi saya juga optimis sampai akhir tahun BBRI akan diangkat kembali, karena BBRI merupakan salah satu Lead saham Perbankan bersama BMRI dan BBCA.
Saham properti dan konstruksi masih dalam tekanan,itu kemungkinan karena rupiah semakin tak berdaya,  tapi di level saat ini cukup murah harga saham nya dan menarik kalau mau dikolek.

Karena minggu depan sudah mulai banyak liburan, kemungkinan pasar akan relatif sepi tapi fluktuasi akan tetap tinggi. Perhatikan setlement anda untuk bisa mengatur cash flow pembayaran dan penerimaan dana hasil transaksi, misalnya kalau anda jual hari ini maka akan terima dana baru tgl.27 Desember (krn tgl. 25 dan 26 libur), hari terakhir perdagangan tgl.30 Desember 2013.

Manfaatkan hari2 terakhir perdagangan ini sebaik mungkin, terpenting pilih saham2 yang punya potensi WD siapa tau dapat rejeki akhir tahun.
salam, investa

19 Dec 2013


Apa yang ditunggu dan dicemaskan terjawab sudah, dalam Rapatnya semalam FED memutuskan mengurangi stimulus (tapering) dari sebelumnya $85 M menjadi $75 M. Bursa AS langsung menyambut dengan gegap gembita DOW loncat 1,84% bahkan mencetak record tertingginya lagi. Ini menjadikan hadiah akhir tahun 2014 bagi investornya. http://finance.yahoo.com/news/wall-street-jumps-fed-announces-stimulus-cut-201034325--finance.html

Bagaimana Bursa kita? semalam EIDO dari minus 1% lebih langsung berbalik arah menjadi Plus 1,59%. Saya perkirakan hari ini dan mungkin sampai akhir tahun akan mempunyai respon positif pula. Target saya IHSG akhir tahun 4320 sd 4380, jadi diatas IHSG akhir tahun lalu. Jika dibandingkan penutupan kemarin 4196 masih ada ruang naik sekitar 4%.Tentu ini hanya perkiraan saya. Kemungkinan Window Dressing menjadi lebih besar dan dari pengamatan saya kemarin memang tanda-tanda WD sudah dimulai, karena beberapa saham BC dengan bobot IHSG yang tinggi sudah mulai "diangkat". Daftar saham versi saya untuk target akhir tahun ini akan saya kirimkan kepada para pemesan nanti malam dengan melihat respon pasar setelah Tapering, supaya lebih komplit pertimbangannya.

Hari ini sektor properti dan konstruksi diharapkan akan "action" setelah beberapa waktu tertinggal PTPP, ADHI, WIKA, SSIA, SMRA, BSDE, BEST. Juga saham batubara ADRO, PTBA, ITMG serta saham2 lain seperti UNVR, BBRI, BMRI dan BBCA yang biasa menjadi pemicu IHSG.

Selamat berburu cuan hari ini, masih ada kesempatan memperoleh hadiah akhir tahun lho....

salam, investa

18 Dec 2013

"Jurus 4" kemarin ternyata mampu mengubah IHSG ke jalur hijau, close naik 1.3% 4182). Entah kebetulan atau tidak rebound ini bertepatan hari ke 5 setelah 4 hari bertutut2 turun. Fenomena seperti ini sering terulang, rajin2 saja melakukan pengamatan

Satu lagi tambahan pengalaman, saya sering juga mengamati tentang perilaku harga saham bagi emiten yang akan melakukan Aksi Korporasi seperti HMETD, Waran, Saham Bonus, Pembagian Deviden tunai (final/interim), Deviden saham, Merger, Akuisisi, Divestasi dll.
Biasanya menjelang rencana Aksi Korporasi tersebut dilakukan terlebih dahulu RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) untuk persetujuan Pemegang saham. Saat menjelang RUPSLB itulah ada fenomena harga saham emiten tersebut "digerakkan" atau dibuat naik entah oleh siapa, bisa jadi itu atas order Emiten sendiri (ya ini bisa juga dinamakan WD).
Waktunya ada 2 yaitu menjelang RUPSLB dan menjelang dimulainya Aksi Korporasi, untuk itulah silahkan mengamati jadwal RUPSLB dan Aksi Korporasi masing2 emiten yang biasanya di umumkan di media maupun KSEI. Tidak ada salahnya anda mencoba walaupun dengan jumlah lembar yang sedikit agar mempunyai pengalaman saja.

Mengenai ulasan khusus AKSI KORPORASI akan saya kirimkan kepada pemesan yg merupakan satu paket dengan ulasan Window Dressing dan Proyeksi Bursa Th.2014. Buat yang berminat memesan silahkan email ke saya (syarat dan ketentuan berlaku he..hee).

Hari ini mungkin bursa dalam ring sempit karena tersita menunggu hasil pembicaraan FED mengenai Tapering malam nanti. Bursa butuh kepastian karena selama ini ibarat awan yang belum tau kapan hujan akan datang.
Seperti pendapat saya kemarin kemungkinan FED akan mencari solusi terbaik untuk menghindari gejolak pasar keuangan bila Tapering diberlakukan.
Bila hasil sidang FED bisa diterima pasar, kemungkinan sisa waktu hari bursa sampai akhir tahun ini akan bagus sekaligus akan mendorong Window Dressing juga menuju IHSG setidaknya melewati IHSG akhir tahun lalu (supaya kelihatannya ada pertumbuhan).

Ini saat2 yang sangat spekulatif, bisa mendatangkan rejeki yang besar tapi juga dihadapkan resiko sama pula. Tapering-----> Window Dressing----->Rupiah-------> IHSG.
Kecepatan dan Disiplin diutamakan jika tetap mau Trading saat ini.

Salam, investa

17 Dec 2013

Sudah beberapa kali pernah saya ulas tentang "kebiasaan 4 hari", kali ini mungkinkan terjadi lagi?? Setiap kali terjadi 4 hari berturut-turut IHSG turun terus maka hari ke 5 IHSG biasanya akan mantul kembali. Ini memang tidak ada teori yang mendasari tetapi saya beberapa kali pula membuktikan hal tersebut. Maka coba kita lihat bersama apakah benar hari ini IHSG akan mantul setelah mulai tgl.11 sd 16 Desember IHSG berturut2 turun terus.

Ini hanya sebuah kemungkinan memang tetapi kreatifitas dalam menemukan sesuatu kan boleh2 juga siapa tau juga bermanfaat. Seperti yang saya ulas kemarin tentang Trik transaksi Pre Clossing, ternyata banyak yang respon via email kalau sebelumnya mereka ada yang belum paham tentang aturan baru tersebut dan akhirnya menjadi paham. Ikut senang bila memang ada gunanya. Kita belajar bersama.

Kembali masalah kemungkinan mantul setelah 4 hari anjlok terus ini juga bukan tanpa alasan karena bila harga terlalu murah maka akan terjadi koreksi positif artinya penjual merasa minat menjualnya berkurang karena harga terlalu murah, sebaliknya si pembeli menjadi lebih tertarik untuk membeli ketika melihat harga sudah menjadi murah.
Maka silahkan mencoba setidaknya mencermati, apalagi bursa global semalam sudah Mantul juga baik Dow dan Eropa malah rata2 naik diatas 1%.
Mengenai Tapering secara pribadi saya memprediksi FED tidak akan terlalu gegabah memutuskan sesuatu yang bisa membuat gejolak pasar, mereka pasti mengetahui akibat2 yang terjadi sehingga kemungkinan akan mencari solusi terbaik agar pasar tidak panik.

Masalah lain yang membebani IHSG adalah Rupiah yg tak kunjung menguat, kalau saja Rupiah bisa ke 11.700 kemungkinan IHSG akan rebound lebih tinggi. Ekonomi kita memang sedang sakit, semoga cepat sembuh.

Semoga hari ini lebih baik dari kemarin.

salam, investa

15 Dec 2013

Sejak diberlakukannya jadwal serta peraturan perdagangan saham yang  dimana mulai perdagangan jam 09.00 sampai jam 16 00dengan disertai PRA OPENING, PRA CLOSING (15.50 sd 16.00) dan PASCA CLOSING (16.00 sd 16.15) ada "trik" baru memainkan harga saham dan IHSG.
Sebagai Traders kita pasti sudah sering mengetahui bahwa antara MENJELANG CLOSING dan SETELAH CLOSING kadang-kadang ada perbedaan harga saham maupun IHSG yang mengalami perbedaan cukup signfikan.Itu bisanya terjadi pada kategori saham Blue Chip (BC) tetapi jumlah bid dan offernya tidak terlalu banyak, dimana Saham tsb bisa mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan, misalnya saham GGRM, UNVR, AALI, HMSP .

Kenapa saham BC ? karena punya bobot yang tinggi terhadap perhitungan IHSG. Jadi misalnya sebelum Pra Closing IHSG minus 0,8% tetapi pada saat Closing ternyata minus nya TINGGAL 0,3% atau bahkan bisa saja malah menjadi Plus, ternyata ada beberapa saham BC yang "ditarik" keatas beberapa point.Nah kalau yang ditarik itu saham2 BC tadi sampai diatas 5 point maka itu pengaruhnya terhadap IHSG akan sangat siginifikan sekali
Siapa yang menarik?? Tentu pihak2 yang punya kepentingan,.sering disebut2 itulah Bandar besar karena tentu mempunyai uang yang banyak. Berbeda dengan waktu lampau sebelum ada PRA Closing para Bandar termasuk Bandar kecil mengambil harga atas satu atau dua point saja yang penting menjelang Closing jam 16.00 sehingga pas Closing bisa diharga yang diinginkan sang bandar.
Tapi saat ini "permainan" itu dilakukan pada saat Pra Closing dimana Transaksi TIDAK bisa dilihat dimonitor alias pada saat pasar gelap. Karena selama 15 menit itu akan ada "ADU KUAT" mereka yang mau jualan dibawah harga terakhir dengan pihak yang mau membeli setinggi2nya dengan VOLUME YANG TERBANYAK.
Jadi ada dua Jurus untuk membentuk harga Closing yaitu WAKTU yang tepat (Pra Closing) dan Volume yang terbanyak. Kalau masa lalu cuma waktu saja dan itupun transaparan, jadi adu cepat.
Maka dua Jurus itu pulalah yang kemungkinan akan dilakukan para Pihak untuk melakukan WINDOW DRESING pada akhir tahun nanti, anda ingin membuktikan cermati saja peristiwa tersebut....
Satu Trik lagi untuk Kreatif mencari keberuntungan sebagai Traders, yaitu memanfaatkan transaksi saat PRA Closing tadi, dan ini "tidak harus" saham BC artinya bisa saham apa saja. Anda bisa membeli saham SEBELUM Pra Closing dan lakukan penawaran jual kembali diharga BID pada saat Pra Closing sedang berjalan (tetapi usahakan lebih cepat yaitu jam 15.51) agar dapat diurutan pertama. Apabila ada pihak lain yang menarik saham itu keatas pada saat Pra Closing maka saham yang anda tawarkan jual tersebut bisa terjual di HARGA CLOSING (karena HARGA dan VOLUME terbanyak yang akan jadi harga penutupannya).
Begini contohnya; misalnya posisi saham SSIA Bid (beli) diharga 640 dan Ask (jual) 650 usahakan anda beli diharga tertinggi 640 sebelum Pra Closing (jam 15.50) setelah itu anda bisa "Pasang" Jual diharga 640 juga. pada saat Pra Closing dimulai (15.51). Bila pada saat Pra Closing ada pihak yang membeli diharga 650 atau lebih,  maka saham anda akan laku diharga tersebut meskipun pasanya diharga 640.  Jadi anda akan dapat keuntungan minimal satu point kan ? karena beli diharga 640 sedangkan lakunya di harga 650 (itu minimal lho....siapa tau bisa lebih).
Bagaimana resikonya?? kalau saja ternyata pada saat Pra Closing tidak ada pihak yang "menarik" keatas maka berarti saham anda akan laku diharga MINIMAL 640 atau pulang pokok dan rugi Fee/komisi saja.
Sebaliknya bagaimana kalau anda mau coba MEMBELI pada saat Pra Closing? tentu ini tujuannya agar bisa mendapatkan harga termurah. Karena perlu diketahui bahwa transaksi pada saat Pra Closing ini berlaku ketentuan JUMLAH atau VOLUME terbanyak dengan harga TERENDAH ataupun TERTINGGI yang berlaku.
Sehingga dengan menggunakan contoh diatas maka misalnya kalau anda memasang BID saham SSIA saat Pra Closing diharga 640, maka kalau ada pihak yang "Mengguyur" (menjual) saham SSIA di harga 620 misalnya maka anda akan mendapatkan (deal) diharga 620 meskipun anda menawar beli diharga 640 (artinya anda bisa dapat harga lebih murah).
Itulah sekedar Trik untuk memanfaatkan transaksi pada periode PARA CLOSING. Sekedar sharing pengetahuan saja semoga ada manfaatmya.
Salam, investa

13 Dec 2013

Pasar sangat volatile sekali kemarin, mulai dari sebelum sampai setelah BI Rate diumumkan, sektor properti / konstruksi terutama bergerak fluktuatif ( ADHI, PTPP, SMRA, SSIA, WIKA, LPCK).
BI akhirnya mempertahankan BI Rate di 7,5% sesuai ekspektasi beberapa ekonom  ( http://keuangan.kontan.co.id/news/ekonom-sambut-baik-kebijakan-bi-rate-hari-ini ). Namun IHSG kemarin anjlok lumayan 1,3% (4212), bursa regional dan global memang rata2 juga turun.Rupiah juga fluktuatif sempat menguat 11.938 tapi ditutup 12.025 (kurs tengah BI).

Pekan depan perhatian masih tersita pembicaraan Tapering, sehingga memang pasar akan terus bergejolak sejalan dengan perkembangan setiap informasi yang ada. Bisnis saham ini memang bisnis informasi, dari informasi itulah bisa dianalisa dan akhirnya membuahkan ekspektasi terhadap harga. Sekalipun ekspektasi itu bisa benar atau salah.
Maka seorang investor/trader sebaiknya untuk terus mengkaji informasi yang didapatkan dan belajar untuk menjadi analis untuk diri sendiri, itu akan lebih baik.
Analis siapapun tentu tidak bisa menjamin bahwa hasil analisanya itu pasti benar, sehingga gunakan sebagai bahan bacaan saja, keputusan ada di masing2 pribadi.
Semalam kembali Bursa Global minus termasuk EIDO - 0,71%, akhir pekan ini IHSG diuji apakah mampu bertahan diatas 4200 atau jebol kebawah. Trading jangka pendek masih merupakan jurus terbaik karena untuk jangka panjang lebih susah diprediksi.
Saham PTPP, SMRA, SSIA, UNVR, CTRA, MAIN, GJTL bisa buat ODT buy kalau lagi turun dulu dan sell jika naik lagi.Tapi terus terang permainan seperti ini mengandung resiko yang tinggi bila belum siap memang menunggu menjadi pilihan terbaik. Situasi memang sedang tidak nyaman.
salam, investa

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.