14 Sept 2015

IHSG 140915

IHSG saat ini membentuk pola yang sama seperti pada pembentukkan bottom pada bulan September 2013 lalu, pembentukkan chart saat ini mirip seperti pada tahun 2013 lalu (membentuk bottom bawah kemudian bottom atas, huruf W) , History repeat itself ?

Pembaca serta Nasabah2 BNI Securities Semarang yang budiman,

1. Pekan ini bisa jadi menjadi pekan yang "menegangkan" pasalnya kalau tidak salah tgl.16 September nanti akan ada sidang FOMC (Federal Open Market Committee) dimana salah satunya akan menentukan apakah FED akan menaikkan suku bunga nya pada bulan ini atau tidak. Pengumuman ini banyak ditunggu para pelaku pasar yang bisa mengerakkan indek bursa global juga, termasuk IHSG.

2. Prediksi saya jika FED menaikkan suku bunganya maka kemungkinan rupiah akan semakin tertekan dan IHSG bisa jadi anjlok, tapi itu sifatnya sementara.
Setelah ada kepastian maka para pelaku pasar bisa melakukan "adjusment"  atau penyesuaian dengan adanya kenaikan suku bunga tersebut. Nah setelah itu pasar kemungkinan akan kembali stabil.
Bagaimana kalau ternyata FED belum menaikkan suku bunganya? yang terjadi adalah kembali bursa volatile, berayun-ayun menyesuaikan informasi2 yang berkembang.

3. Kumungkinan  transaksi di BEI juga akan menyusut karena investor akan menungu perkembangan sampai tgl.16 September sehingga mereka mengurangi transaksinya. 
Tentu semua terkembali kepada  teman2 sendiri apakah akan diam ditempat dan duduk manis atau tetap akan melakukan aktifitas sebagai trader yang mencoba mengambil setiap peluang sekecil apapun dengan perhitungan matang.

4.Sebagaimana saya singgung pada ulasan tgl.11 September lalu bahwa saham ELSA setelah mengalami koreksi sehat bisa naik kembali dan faktanya siang itu naik 11,7%. Yang mempunyai potensi dengan gerakkan yang sama adalah SMGR jika ada koreksi SMGR dibawah 10.000 boleh dipertimbangkan untuk pilihan trading. 
Saham PGAS, LSIP, UNVR, CPIN juga bisa buat alternatif trading pendek, dengan menggunakan strategi beli kalau lagi terkoreksi dan kembali "jemur" diatas setidaknya 4 sd 5 poin diatas harga beli.

5. Bila anda tidak PD atau ragu2 lebih baik menunggu sampai ada sidang FOMC tgl,16 September, walaupun semua juga tidak ada jaminan buat kita. Langkah kita sendiri yang bisa menentukan kita kedepan dan tentu jangan lupa berdoa.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

11 Sept 2015

Pembaca serta Nasabah2 BNI Securities Semarang yang budiman,

1. Nampaknya kiriman paket kebijakan ekonomi dari Pemerintah belum bisa diterima secara penuh oleh pelaku pasar, indikasinya rupiah tambah melemah bahkan sudah di 14322 dan IHSG sepanjang hari di zone merah. Memang isi paket masih belum gamblang dipahami. Mungkin harus menunggu detailnya pada paket tahap ke dua dan selanjutnya?
Lebih konkrit misalnya seperti paket yang lalu dari OJK yang langsung mengeluarkan peraturan tentang kemudahan Buy Back saham atau larangan melakukan Short Selling dan batasan penurunan harga bawah (Auto Reject) yang dikeluarkan oleh BEI bisa langsung direspon pasar.

2. Diperkirakan Laporan Keuangan smester III ini banyak yang kinerjanya tidak bisa tumbuh atau bahkan menurun, terutama jika nilai rupiah terus memburuk maka kinerja emiten2 yang tergantung US Dolar akan sangat berat. 
Beberapa saham Bank plat merah kemarin juga rontok harganya dikarenakan kekhawatiran pertumbuhan Laba yang semakin kecil karena pencadangan NPL atau kemungkinan kredit macet. Salah satu resiko perbankan memang adanya kredit macet apalagi kondisi ekonomi seperti ini. 

3. Kemarin saham SMGR meningkat tajam 11,35% di 10.300, saya melihat data historis saham ini  reboun lebih dulu setelah turun tajam. Kenaikan saham SMGR ini diikuti oleh saham semen lainnya spt INTP dan SMBR.

4. Saham ELSA setelah naik tajam dalam sepekan terakhir kemarin koreksi, ini layak dicermati karena biasanya koreksi semacam ini merupakan koreksi sehat untuk mengambil start baru yang kemungkinan untuk loncat lebih tinggi.
Hati2 dengan Saham2 yang perusahaannya punya hutang US Dolar tinggi dan hasilnya dalam bentuk rupiah.

5. Saham PGAS terjadi fluktuatif yang sangat agresif, bagi traders sejati dan taktis bisa bolak balik dapat cuannya lho he..hee. Kalau mau belajar mulailah dari 1 lot saja, beli saat turun 4 - 5 poin dan jual kembali saat naik lagi.

6. Saham BBTN yang mestinya dapat berkah dengan program pembangunan perumahan sesuai dengan paket kemarin malah anjlok harganya, ini kemungkinan terpengaruh dengan penurunan saham Bank plat merah lainnya. Tapi saya pribadi pada saat yang tepat tertarik untuk trading saham BBTN.

7. Hari ini prediksi saya IHSG akan bergerak dalam ring sempit atau mixed dan pelaku pasar akan mencermati sidang FOMC  (Federal Open Market Committee) yang membicarakan juga kemungkinan suku bunga FED apakah akan naik atau belum pada tahun ini.   

Selamat beraktifitas,

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

10 Sept 2015

Pembaca serta Nasabah2 BNI Securities Semarang yang budiman,

1. Paket kebijakan ekonomi tahap satu kemarin di umumkan oleh Presiden Jokowi, sekalipun saya belum mengetahui detailnya seperti apa namun setidaknya ada beberapa yang bisa saya catat antara lain; memberikan dukungan percepatan proyek nasional, meningkatkan invetasi dibidang properti dengan subsidi perumahan untuk masyarakat berpendapatan rendah, memberikan subsidi alat converter untuk nelayan untuk memungkinkan penggunaan bahan elpiji dari solar sebelumnya. Paket kebijakan ekonomi tersebut bertujuan menggerakkan sektor riil.
 Selain Presiden Jokowi juga turut memberikan pengumuman  Gubernur BI, Ketua OJK, Menko Perkonomian yang masing2 memberikan kebijakan2 barunya.

2, Paket Ekonomi ini juga masih ada kelanjutannya akhir September dan Oktober, jadi detail2nya baru bisa diketahui. Namun dengan informasi yang masih terbatas tersebut kalau boleh saya memberikan analisis awal maka yang  kemungkinan mendapat manfaat positif adalah sektor properti utamanya yang berhubungan dengan rumah sederhana, pengembangan kawasan industri, sektor maritim / kelautan dan infrastruktur.

3. Reaksi pasar kita lihat hari ini bagaimana para pelaku pasar merespon paket kebijakan ekonomi tersebut, pertama lihat dulu nilai rupiahnya apakah bisa lebih menguat dibanding kemarin (14.244 kurs tengah BI). IHSG saya kira akan menyesuaikan bila nilai rupiah bisa menguat maka IHSG berpotensi naik juga.

4. Kemarin bursa regional memang naik cukup signifikan bahkan Nikei Jepang naik 7%, Hangseng naik 4%, Shanghai naik 2% tapi IHSG hanya naik 0,66% di 4347. Kenapa naik terbatas tidak bisa mengikuti bursa regional lainnya? Saya tetap meyakini sepanjang nilai Rupiah terhadap US$ masih diatas 14.000 maka kenaikan IHSG sifatnya "semu". IHSG akan tumbuh kuat dan stabil jika Rupiahnya bisa menguat dibawah 14.000. Lebih kuat tentu lebih baik.

5. Kalau melihat rencana2 Pemerintah seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tersebut maka saya coba masih mencermati saham2 yang saya sajikan kemarin antara lain SMGR, BBTN, ADRO, KIJA, DSFI, dengan harga2 terakhir kemarin masih menarik untuk dibeli.

6. Harus tetap punya perhitungan yang terukur dan jangan mengejar layang2 putus, saham2 yang sudah naik terlalu tinggi dalam seminggu terakihr biasanya akan koreksi. Jika saham tersebut berhubungan dengan komoditas maka jangan lupa perhatikan harga komoditasnya dulu dan bukan sebaliknya.
Sebagai contoh bila harga minyak dunia naik maka kemungkinan saham yang menghasilkan minyak akan naik pula karena yang mempengaruhi harga saham itu harga komoditasnya. Jadi sebaiknya kita tahu masing2 hubungan antara komoditas tertentu dengan sahamnya.

Semoga mendapatkan yang terbaik.

Salam,

INVESTA

Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

9 Sept 2015

Pembaca serta Nasabah BNI Securities Semarang yang budiman,

1. Melalui perjuangan berat naik turun sepanjang hari kemarin IHSG akhirnya ditutup menguat 0,4% di 4318. Sekalipun investor asing tetap Net Sell dan Rupiah kian terpuruk di Rp.14.285 per US$ (kurs tengah BI).
Nampaknya pergerakkan bursa Shanghai mempunyai peran penting saat ini karena setelah naik turun juga indek Shanghai ditutup naik 2,9% diikuti Hangseng naik 3,2%. Tidak ada salahnya perhatikan lebih lanjut bursa Shanghai sebagai salah satu pertimbangan anda.

2. Beberapa saham kemarin cukup menarik untuk dibuat trading harian seperti SMGR, PGAS, ELSA, BWPT sepanjang hari juga sangat fluktuatif. Jika kita berjiwa trader dan bisa mengambil posisi yang tepat beli ketika turun dan jual ketika naik kembali bisa mendapatkan gain yang lumayan lho...
Beberapa teman komunitas Investa (yang tergabung di WA, BBM dan juga di Blog Investa) saya lihat kemarin bisa memanfaatkan kondisi tersebut dan bisa berhasil mendapatkan keuntungan. Tentu saya ikut senang.

3. Apapun kondisi Bursa selalu ada saham2 yang bergerak agresif (naik dan turun secara cepat dalam sehari), ini bisa menjadi peluang meraih gain walau memang punya resiko juga tentunya. Sehingga dibutuhkan ketepatan pilihan dan timing yang tepat serta cepat. Gaya dan strategi seorang Trader dengan Investor jangka panjang memang berbeda, masing2 punya dasar sendiri dan tentu membutuhkan pelatihan tidak bisa instan. 

4. Kami INVESTA sedang mendesain membentuk GRUP INVESTA yang mempunyai pelayanan khusus bagi anggota grup seperti pelatihan online atau tatap muka, diskusi / konsultasi (tanya jawab), penyajian saham pilihan, menyampaikan Ulasan harian dan informasi2 terkini dan bila waktu kami memungkinkan juga berusaha "menemani" anggota saat jam trading. Kami sedang menyiapkan media dan persiapannya jika sudah siap akan kami informasikan.

5.  Hari ini rencananya Pemerintah akan mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi, mari kita cermati bersama. Perlu dicatat bahwa maksud paket ekonomi ini tentu untuk memperbaiki keadaan sehingga kemungkinan lebih positif terhadap reaksi pasar. Manfaatkan sebaik mungkin hari ini karena punya peluang lebih baik.
Mungkin juga ada beberapa sektor yang akan "diuntungkan" atas paket ekonomi nanti, silahkan perhatikan siapa tau sektor properti, pertambangan, perdagangan berorientasi ekspor, dan infrastruktur  ikut mendapatkan manfaatnya.

6. Perhatikan juga perilaku investor asing, biasanya asing memang lebih jeli memilih sahamnya, tidak usah malu2 jika ada beberapa investor asing yang sedang mengkoleksi saham tertentu silahkan "nimbrung". he..hee biasanya sih saham Blue Chip. Moga2 anda bisa mengetahui cara2 memilih saham yang asing sedang net buy (dimenu online anda biasanya sdh tersaji).

7. Prediksi saya pagi sampai sesi satu IHSG cenderung menguat tapi untuk sesi dua tergantung isi paket ekonomi Pemerintah dan juga Bursa regional terutama Shanghai dan Hangseng, perhatikan ! Perkiraan IHSG antara 4300 sd 4425.
Beberapa saham yang sedang saya cermati BBTN, SMGR, ADRO, KAEF.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

8 Sept 2015

Para Pembaca dan Nasabah BNI Sevurities Semarang yang budiman, 
1. IHSG anjlok 2,58% di 4301 seiring dengan terhempasnya Rupiah keposisi 14.234 dan tekanan asing net sell 488 M. Bursa China yang mulai aktif kembali setelah dua hari libur ternyata juga turun 2,5%.

2. Data yang dirilis Bank Indonesia bahwa cadangan Devisa akhir Agustus 2015 adalah US$ 105,3 Miliar lebih rendah dibanding akhir Juli 2015 yang US$ 107,6 Miliar. Akibat pengeluaran untuk pembayaran hutang Pemerintah dan untuk menstabilkan nilai Rupiah. (walau Rupiah kian terpuruk). Cadangan devisa ini juga terendah selama 17 bulan.

3. Pemerintah rencananya akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi pada hari rabu yang akan datang, kita tunggu apa saja kebijakan tersebut. Kita juga wajib menghargai langkah2 Pemerintah karena sebagai rakyat Indonesia tentu kita juga menginginkan ekonomi kita bisa bangkit kembali. Sedapat mungkin mari kita berusaha memberikan kontribusi disaat negara membutuhkan. Contoh sederhana mungkin kita tidak perlu ikut2an memborong US Dolar yang akan mempersulit keadaan karena Rupiah semakin terpuruk.

4. Terpetik kabar Pemerintah juga berencana menurukan harga Gas akibatnya harga saham PGAS lebih dulu meluncur turun 11,43% sehingga terjadi Auto Reject batas bawah. Kemarin banyak pertanyaan kenapa sampai 11,43% ?? bukankah batasnya AR harga bawah 10% ??  Itu karena saham PGAS ikut Pre Opening sehingga AR nya dihitung dari HARGA PEMBUKAAN  bukan harga penutupan sebelumnya. Sedangkan untuk saham2 yang tidak ikut Pre Opening perhitungannya dari harga PENUTUPAN sebelumnya.

5. Menurut S & P Perekonomian Indonesia lebih rentan dibanding Malaysia itu dilihat dari ketergantungan investor asing terhadap bursa kita. Pasar saham kita jatuh lebih dalam dibandingkan dengan Malaysia ( ttp://internasional.kontan.co.id/news/sp-indonesia-lebih-rentan-dari-malaysia/ ).
Peringkat Hutang Indonesia menurut S & P adalah BB+ sedangkan untuk Malaysia yaitu A -

6. Bursa hari ini sangat tergantung pergerakkan Rupiah, jika Rupiah melemah lebih dalam maka resiko penurunan IHSG lebih besar demikian pula sebaliknya.
Jika saja paket kebijakan ekonomi yang akan diluncurkan direspon positif oleh pasar kemungkinan Rupiah akan menguat.
Jika IHSG jebol dibawah 4300 maka akan lebih mudah tertekan kebawah lagi namun jika mampu bertahan diatas 4300 akan lebih baik tentunya.

7. Secara individual pilihan saham sebaiknya adalah saham2 yang sedang tidak ditekan asing, karena saham yang ditekan asing sejak awal sesi berpotensi turun terus sampai akhir bursa. Biasanya saya menggunakan acuan tiga Broker asing, jika ada 3 broker asing melakukan penjualan disaham yang sama disisi lain tanpa ada investor asing yang membeli maka lebih baik saya tidak masuk disaham tersebut dan menunggu lebih sabar.

8. Salah satu tip  untuk trading pendek sebaiknya pilih saham2 yang asing juga sedang mengkoleksinya, biasanya asing lebih konsisten sampai akhir bursa juga. Memang analisa tidak sebatas Fundamental dan Teknikal saja,

Salam,

INVESTA
Pin. 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite)
Email. investa.p3m@gmail.com

7 Sept 2015

1. Meskipun IHSG sempat melewati 4500 tapi akibat kondisi yang masih rawan  pekan kemarin IHSG ditutup melemah 0,6% dibanding pekan sebelumnya dan berakhir di 4415. Ini sesuai pula dengan arahan  yang biasa saya ikuti yaitu invesor asing masih net sell, Rupiah melemah menjadi 14178 dan Bursa global dan regioal juga anjlok.

2. Kalau melihat DOW, yang turun 1,6% dan rata2 bursa Eropa turun 2,5% pada akhir pekan kemarin maka jika bursa regional juga dibuka merah juga pagi ini maka nampaknya IHSG juga dalam ancaman besar hari ini !!

3. Hari ini Bursa China kembali dibuka setelah libur dua hari, dan saya kira semua mata pelaku pasar juga akan menatap tajam kesana, tentu harap2 cemas menanti apa yang akan terjadi. Saat ini perkembangan di China dan Amerika Serikat terus menjadi perhatian terutama para investor.

4. Buat saya pribadi tetap mencoba disiplin bila Rupiah masih di atas 14.000 dan asing masih net sell maka saya tetap bertahan diri dan hanya melakukan trading dengan cepat dengan volume yang terbatas saja. Ini juga hanya untuk melatih diri ibarat olahragawan melakukan pemanasan agar otot2 tetap terjaga dan tidak kaku.

5. Sekalipun tidak bisa maksimal tapi pekan kemarin sempat memetik rejeki dari saham ELSA yang akhirnya melewati target saya 350 dan malah saat ini lanjut naik sampai 370. Namun jangan pernah menyesali rejeki yang telah kita peroleh berapun besarnya, itu perlu kita syukuri.

6. Kadang manusia dengan sifat egois nya mempunyai kepentingan berbeda2, untuk investor yang sudah jualan sahamnya pinginnya saham tersebut kembali turun supaya dia bisa beli kembali diharga bawah. Tentu dalam hal ini tidak mau memikirkan investor lain yang masih punya saham tersebut, mereka mau rugi atau tidak bukan merupakan urusannya. Namun itu bukan suatu dosa besar saya kira karena kita juga tidak mengerti berapa target investor lain mau menjualnya.

7. Hari ini saya mempunyai strategi BOW agak jauh terhadap saham2 UNVR, SMGR, ADHI, BBTN, BBRI, ELSA dan PTBA bila harganya tertekan lebih 3% ada kemungkinan saya mulai koleksi lagi. Dan menggunakan dua tahapan dengan melakukan avrg down sekali diharga bawahnya.

Keraguan hanya mengundang resiko, jika keraguan lebih besar jangan paksakan masuk ke pasar. Anda masing2 yang bisa merasakan keraguan itu.

Salam 

INVESTA
Pin.2b7dd5ee
Email. investa.p3m@gmail,com  

4 Sept 2015

Sahabat2 pembaca serta nasabah2 BNI SECURITIES Semarang yang budiman,

Ada beberapa pokok2 berita yang mungkin bisa dibuat pertimbangan al:

1. Indek DOW semalam berakhir mixed naik 0,14% menanti data tenaga kerja serta pertemuan The FED yang kemungkinan membicarakan juga mengenai kenaikan suku bunga, keputusan ini sangat ditunggu2 pelaku pasar.

2. Harga minyak dunia naik 1,6% dilevel $ 46,75. (sebelumnya sempat naik 4%)  kemungkinan hari ini masih membuka peluang kenaikan saham2 energy dan pertambangan seperti ELSA, INCO, TINS, ADRO.

3. Menteri BUMN yang sebelumnya sempat mengatakan akan membatalkan rencana Buy Back saham2 BUMN kemarin muncul berita bahwa program Buy Back saham BUMN tersebut akan dilanjutkan ( makanya bu kalau bikin pernyataan mesti hati2 karena kondisi masih belum aman )..

4.  Pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan paket ekonomi baru yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Kita tunggu apakah akan menjadi resep yang mujarab atau hanya sekedarnya saja...

5.  IHSG kemarin naik 0,72%  di posisi 4433 ketika Bursa Shanghai libur sampai akhir pekan memperingati hari kemerdekaan. Akhir2 ini bursa China sering bergejolak tajam sehingga mempengaruhi bursa regional termasuk IHSG.

6.  Nilai rupiah yang kian terpuruk (kemarin 14.170 kurs BI) serta net sell asing Rp.300 M merupakan ganjalan terhadap laju IHSG, Silahkan trading dengan tetap hati2 dengan memasang target Gain dan Loss menyesuaikan pasar.

7. Dengan memperhatikan pergerakkan saham dan informasi terkini maka saya pribadi tertarik untuk saham2 ELSA, INCO, TINS, ADRO, SMGR, BBTN,

8.  Saham BWPT kemarin juga menguat namun saya mesti butuh waktu lagi untuk mencermati dan menganalisa karena muncul berita baru bahwa ternyata masih terjadi nego harga pembelian antara FGV dan Grup Rajawali. Kok bisa ya...? saya kira sudah deal dulu harganya waktu terjadi kesepakatan dulu, wah..wah informasi yang mudah berubah ini yang sulit unuk dianalisa.

Selamat trading semoga mendapat yang terbaik.

Salam,

INVESTA
Pin.2b7dd5ee (ketik "salam investa" kalau sudah saya konfirmasi)

2 Sept 2015

Pembaca yang budiman, beberapa hal yang mungkin bisa diperhatikan hari ini 2 September 2015

1. Bursa global semalam rontok lagi, DOW turun 2,8% Eropa rata2 turun 2,5%  EIDO juga melemah 3,1%. Nasib IHSG mengkhawatirkan juga nampaknya hari ini.

2. Harga minyak dunia yang kemarin dalam 3 hari mengalami kenaikan tinggi juga kembali anjlok turun 8% dilevel $ 45. Saham2 sektor minyak kembali terancam, 

3. Data manufactur China anjlok terendah dalam 3 tahun terakhir,ini membuat permintaan logam dari China menyusut.

4. Saham2 Bank papan atas BBRI, BMRI dan BBNI kemarin rontok turun rata 4% demikian pula saham2 BUMN kecuali PTBA yang masih naik 5% karena  program Buy Back nya. Ini membuktikan bahwa juirus Buy Back para emiten masih layak dilakukan untuk menahan kejatuhan harga lebih rendah. 

5. Investor asing juga kembali melakukan net sell dan Rupiah juga melemah dilevel 14081.

6  Kondisi saat ini memang relatif sulit karena pengaruh eksternal yang menjadi bias setelah devaluasi mata uang China serta ketidak pastian kenaikan suku bunga FED yang maju mundur sehingga susah dianalisa.

7.  Sementara ini menunggu kebijakan ekonomi apa yang mungkin dilakukan Pemerintah tapi kemungkinan memang tidak semudah membalik telapak tangan karena pelemahan ekonomi bersifat global.

8. Sebagai investor kita sendiri yang mesti bisa mengatur manajemen trading masing2 supaya tidak terhempas badai yang sulit berlalu.

9. Prediksi IHSG hari ini 4300 sd 4450  kencangkan ikat pinggang !!

Salam,

INVESTA
Pin 2b7dd5ee (ketik "salam investa" setelah dikonfirmasi)

1 Sept 2015

1. Harga minyak dunia naik 8% semalam, ELSA berpotensi melanjutkan pendakiannya menuju 300.

2. DOW dan EIDO melemah, perhatikan regional terutama Shanghai apakah akan terjadi gejolak atau sudah cukup tenang.

3. IHSG kemarin tetap bertahan di zone hijau (naik 1,4% dilevel 4509) sekalipun kebayakan bursa regional berakhir turun, investor asing Net Buy 313 M semoga ini awal yang baik.

4. Menteri BUMN mengatakan BUMN batal buy back karena harga sahamnya sudah naik tinggi. Menurut saya hal ini kurang tepat lebih baik menteri jangan terlalu terburu2 memberikan pernyataan yang bisa membuat dukungan pelaku pasar berkurang. Kondisi bursa belum aman betul sehingga jusrus buy back masih diperlukan.

5. Rombongan IMF datang di Indonesia berencana bertemu juga dengan Presdiden Jokowi dan tim menteri2 dibidang perekonomian dan Gub BI. Semoga ada berita baik dari pertemuan ini.

6. Kalau kondisi Tiongkok membaik berpotensi menaikkan harga komoditas, boleh mulai perhatikan ANTM, TINS, INCO dan PTBA.

7. Tetap hati2 sepanjang Rupiah masih diatas Rp.14000,- karena angka ini sangat memberatkan dunia usaha.

8. Setelah mengalami penurunan tajam saham CPIN dan JPFA mulai rebound masih ada potensi naik (he..hee  mau ngikuti harga ayam ya??)

9. IHSG sudah 3 hari berturut2 naik waspada dengan aksi profit taking. Prediksi IHSG kisaran 4430 sd 4550.

Salam,


INVESTA
Pin.2b7dd5ee (ketik "salam investa" setelah ada konfirmasi).

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.