11 Nov 2014

Harapan IHSG untuk "mantul" belum kesampaian, bahkan kemarin kembali tertekan minus 0,44% (4965). Ketidakpastian masalah BBM, Penurunan harga Minyak Dunia dilevel $77, pelemahan rupiah dan penurunan Laba beberapa Emiten pada Kuartal III 2014 telah membuat sentimen negatip terhadap Bursa kita.
Ramalan bahwa IHSG 5300 sd 5500 oleh beberapa analis akhir tahun 2014 semakin menjauh. Rupanya masih harus dibuktikan dengan kinerja dari berbagai sektor ekonomi bukan hanya sekedar ramalan.

Kita tunggu action Pemerintah baru dalam memperbaiki sekaligus mengembangkan sektor2 ekonomi kita. Pasar selalu merespon dengan cepat setiap hasil yang telah dicapai bahkan ekspektasi sudah bisa dilakukan setiap langkah atau kebijakan yang dijalankan.

Pelaku pasar nampaknya lagi melirik saham2 lapis 3 sehingga bursa diramaikan dengan transaksi saham2 kecil yang "murah meriah" (bawah 500). Tentu itu sah-sah saja karena memang nampaknya ada beberapa saham yg punya prospek bagus kedepan. Harus jeli2 melihat kinerja serta berbagai rencana aksi korporasi yang akan dilakukan emiten.
Namun kalau kita salah memilih sahamnya wah....bisa kena jebakkan "betmen" dan mesti menunggu berlama-lama, karena saat ini kesempatan bandar untuk mencari keuntungan dengan memanfaatkan ramainya perdagangan saham kecil sangat terbuka. 
Jadi sekali lagi pilihan harus jitu demikian pula strateginya kapan masuk dan keluarnya, memang buat yang tidak terbiasa bisa membuat hati tidak tenang he..hee..

Lihat saja kemarin masih ada saham kecil yg melaju kencang tapi sebaliknya ada yang sudah mulai anjlok lagi, harus ada pertimbangan yang kuat untuk masuk ibarat memilih antara madu dan racun.

Semoga IHSG masih bisa bertahan diatas 4900 sebab gawat juga kalau sampai jebol lagi. Penopang IHSG saham2 BC silih berganti yg naik dan turun juga, masing2 punya karakter jadi tinggal kita sendiri sebagai investor yang harus menyesuaikan diri dalam menyikapi pasar.

Salam.

INVESTA
Pin. 2b7dd5ee (khusus untuk komunikasi investasi saham)

9 Nov 2014

Kecemasan yang saya rasakan pada ulasan kemarin, sudah terjawab bahwa IHSG ternyata jebol juga dibawah 5000 yaitu 4987 (-0,93%). Saham Bank juga  masih jadi pemberat penurunan tersebut.
Pengumuman BI tentang kenaikan cadangan devisa kita bl Oktober menjadi $112 sebenarnya bisa menjadi vitamin untuk perdagangan Senin ini. Prediksi saya Senin IHSG berpotensi naik walau tipis, apa lagi sudah 4 hari berturut ihsg turun terus.

Kalau kita mau memperhatikan sebenarnya ada beberapa saham yang "tidak populer" yg sering dijauhi investor karena berbau "gorengan". Faktanya beberapa saham tersebut dalam beberapa hari terakhir bisa memberikan rejeki yg luar biasa, seperti INDX, INAF, DSFI, WAPO, SMRU. Jadi kalau kita bisa membaca pergerakkannya dan tepat pilihan dan timingnya wow...bisa raih cuan tinggi lho gak kalah dengan saham BC.

Tipe untuk main saham lapis 3 ini antara lain; belinya jangan terlalu besar volumenya, jangan tamak, sabar menunggu dan disiplin. Gerakkan saham tersebut berbeda2 tergantung juru gorengnya barang kali he..hee..Apa boleh buat kita juga harus menyesuaikan diri. Biasanya cukup lama menunggu tapi saat terjadi kenaikkan bisa langsung loncat. Inilah karakter saham lapis 3.

Tentang resiko..? ya pasti adalah karena setiap investasi selalu mengandung resiko. Makanya kita hanya berusaha memperkecil resiko dan mengoptimalkan hasil tetapi bukan berlebih2an atau tamak.

Apa lagi tidak lama kita akan memasukki bulan Desember, dimana berbagai kepentingan dari beberapa pihak sering ada juga, sehingga kita bisa memilih saham2 yang berpotensi Window Dressing (WD). Cuan diatas 10% bukan mustahil kalau tepat pilihannya.

Hanya sekedar bagi pengetahuan dan pengalaman, bukan merupakan anjuran karena pilihan investasi ada pada masing2 dengan segala resiko dan hasil yg mungkin didapat.

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee (hanya buat komunikasi masalah investasi)

7 Nov 2014

Mohon maaf sebelumnya karena dua hari tidak sempat menyajikan ulasan Teh Anget pagi hari karena harus menyelesaiakan pekerjaan di Jakarta.

IHSG ternyata belum mampu melewati angka 5100, bahkan kemarin kembali mundur di 5034 atau minus 0,6%. ternyata IHSG tidak selalu sejalan dengan DOW yang terus melaju sehingga menembus Indek tertingginya. Ekonomi AS memang sedang membaik. Kondisi bursa memang mencerminkan kondisi perekonomian negara.

Terakhir saya menyoroti penurunan saham pakan ternak yang turun tajam, ternyata sampai kemarin masih juga berdarah-darah karena ketiga saham sektor ternak MAIN, CPIN dan JPFA mengalami penurunan, bahkan MAIN turun 6%. Masihkan harga saham tersbut belum mencerminkan kewajaran atas penurunan Kinerjanya yang memang anjlok?.
Ini resiko tetapi juga bisa menjadi peluang bila sebagai trader bisa memanfaatkan waktu yang tepat untuk masuk ketika saham tertekan, karena bila penurunan tersebut sudah melewati batas harga wajar maka sangat berpotensi untuk "mantul" menyesuaikan harga wajarnya.

Ingat bahwa investor / trader intu juga dipengaruhi unsur psikologi dan emosional masing2, ada kalanya investor menjual saham secara berlebihan karena panik dan emosi tanpa menghitung harga wajar sahamnya. Demikian sebaliknya  mengejar saham yang naik secara berlebihan takut ketinggalan. Ini yang terkadang bisa membuat investor rugi besar.
Sebaiknya mari kita trading dengan pertimbangan yang masak, kontrol psikologi dan emosi kita dengan memahami parameter Fundamental perusahaan dengan membandingkan harga pasar, nilai buku dan PER sahamnya.

Saya sendiri tertarik mengamati ketiga saham tersebut karena sebenarnya perusahaan yang sudah cukup lama beroperasi, jika penurunan harganya sudah melewati batas kewajaran (saat ini sedang saya hitung) maka saya tertarik untuk masuk dan memanfaatkan pantulan yang mungkin bisa mendapatkan rejeki jangka pendek.

Ada juga saham2 lapis tiga dan sering tidak dilirik investor, tetapi ternyata bisa mendapatkan cuan yang spektakuler (maaf ini bukan maksud saya untuk menganjurkan) seperti INDX, DSFI, SMRU yang akhir2 ini naik lebih 60% hanya dalam hitungan bulan bahkan harian.
Tentu saham2 seperti ini hanya untuk pemain yang benar2 tahan banting dan berani ambil resiko besar karena potensi naiknya juga bisa tak terduga. Tergantung bandar katanya he..hee..
 
Selamat trading banyak saham yang turun, tapi....ada juga yang naik lho..

Salam,

INVESTA
Pin. 2b7dd5ee (hanya untuk komunikasi tentang trading saham)

6 Nov 2014

INAF 061114

Seakan tidak mau kalah dengan kakak kadungnya KAEF, INAF breakout konsolidasi panjangnya dengan volume, 2 target telah terlampaui, target selanjutnya INAF di 215 and 260.

ELSA 061114

ELSA sudah turun –35% dari titik tertingginya, membuka peluang gain pantulan saham ini, Laporan keuangan yang super kinclong ternyata tidak berdaya terhadap tekanan pola Teknikal Inverted cup n Handle, dengan target 420, ELSA kemungkinan besar  baru bisa mantul setelah menyentuh level strong supportnya di  474-467.

roti 061114

Laporan keuangan yang baik  untuk saham ROTI membawa peluang saham ROTI menuju target pertamanya di 1295, dan target Headnya di level 1450, akumulasi asing yang terus menerus serta cukup tingginya volume jual-beli saham ini membuka peluang saham ROTI menuju target2nya.

TBLA 061114

TBLA berpeluang menembus level 715 di tengah Laporan keuangan Q3 2014nya  yang super kinclong, penembusan level 715 akan membawa TBLA menuju targetnya di 790.

BBKP 061114

Bank Berbau “JK” Bukopin  melawan arus trend penurunan saham-saham sektor perbankan, di tengah rencana Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi bulan ini,  terinspirasi oleh naiknya saham DSFI yang berbau “susi Pujiastuti”, BBKP berpeluang naik ke level 880-920, bila berhasil break channel uplinenya di 790.

4 Nov 2014

Saham sektor pakan ternak anjlok tajam kemarin MAIN, JPFA, CPIN akibat Laporan Keuangan September 2014 yang mengalami penurunan Laba yg sangat drastis. Demikian pula beberapa emiten lain yg merilis Laporan Keuangannya mengalami kerugian harga sahamnya di bursa langsung direspon negatif.
Begitu pentingnya informasi Laporan Keuangan ini yang kadang oleh sebagian investor tidak terlalu diperhatikan.

Belajar membaca dan menganalisa Laporan Keuangan sebenarnya tidak sulit, bisa dengan cara yg praktis. Silahkan bagi yg berminat belajar Fundamental Analis termasuk membaca Laporan Keuangan secara praktis bisa mendaftar ke kami LP3M INVESTA.

Penurunan harga saham MAIN, CPIN, JPFA telah membuat saham2 terpengaruh juga meskipun bukan tergolong BC, terutama emiten yg belim mengumumkan Laporan Keuangannya. Ada rasa khawatir kalau Lap Keuangannya juga buruk.
ANTM dan KRAS saham BUMN ini juga mengalami kinerja yg buruk masing2 mengalami kerugian.
Perusahaan yang berbahan baku impor, banyak hutang dollar dan berbasis komoditas batubara dan minyak termasuk yang paling terkena dampak dari pelemahan rupiah. Jadi sebaiknya memang dihindari dulu.

Saat ini marilah sebaiknya kita fokus ke Fundamental dulu, mencari saham yang Laporan Keuangannya sedang tumbuh, itupun harus kita cermati pertumbuhannya dari mana?? Perusahaan kecil kalau memang Fundamentalnya bagus layak jadi pilihan.
Penurunan harga minyak dunia ke $78 membuat saham ELSA juga masih tertekan meski Lap Keuangannya cukup baik.

Pilihan saham evaluasi terakhir dengan mempertimbangankan FA, TA  dan pola transaksi kemarin saya lebih fokus ke LPKR, LSIP, BBTN, MNCN, dan KAEF.

Selamat berusaha semoga sukses...

Salam,

INVESTA
pin 2b7dd5ee (untuk diskusi saham)

3 Nov 2014

Akhir Oktober IHSG ditutup sumringah...beberapa saham perbankan kembali membuktikan keunggulannya, ini menurut saya merupakan salah satu indikasi positif. Kenaikan saham perbankan juga atas respon positif karena kinerjanya yang bagus kwartal III, memang tidak semua saham Bank naik, tergantung kinerja nya saja.
Sebaiknya menilai saham Bank atau Lembaga Pembiayaan jangan hanya lihat dari pertumbuhan labanya saja tetapi lihat juga NPL nya karena merupakan penilaian terhadap kualitas kredit yang disalurkan. Laba tumbuh kalau NPL nya juga besar kurang baik karena berpotensi jadi kredit bermasalah atau bisa2 macet. Jadi masing2 sektor memang punya karakter sendiri2 dilihat dari Analisa Laporan Keuangannya.

DOW dan Bursa Utama Eropa memang lagi musim panen,  DOW sampai memecahkan Indek tertinggi kembali.  Bagaimana dampaknya terhadap Bursa kita?? Membaiknya perekonomian AS diharapkan memperbesar pasar ekspor dari Indonesia juga sehingga perhatikan komoditas apa saja yg banyak dijual ke AS dan ujungnya harga saham emiten tersebut punya harapan bagus.
Tetapi yg perlu diwaspadai yaitu kemungkinan naiknya suku bunga di AS bisa mempengaruhi kenaikkan BI Rate juga.

Kemarin Bank of Japan secara tak terduga meningkatkan stimulus, menaikkan target tahunan  untuk ekspansi moneter. Dana Pensiun Publik di negara Jepang juga meningkatkan kepemilikan saham asing hingga 25%.
Sehingga Jum'at lalu Indek Nikkei meningkat tajam diatas 4%.

Senin ini potensi IHSG saya prediksi masih menguat dengan ring 5050 sd 5115 dengan dukungan Indek DOW yang pecah record lag,  Bursa2 Eropa yang naik antara 1,5% sd 2%, pengaruh bursa Regional dengan stimulus Bank Of Japan tersebut.

Rilis Lap Keuangan Emiten juga punya pengaruh kuat terhadap harga masing2 sahamnya. Bila anda menemukan Laba emiten yang tinggi teliti dulu dari mana asal Labanya, kalau itu dari Laba Usaha dan penjualan yang meningkat maka itu lebih baik. Karena Laba bisa dari beberapa juga misalnya penjualan aktiva, penjualan anak perusahaan, selisih kurs.

Saya masih konsen di saham2 LPKR, TINS, INCO, MLPL. LPLI, KAEF, BJTM serta tertarik juga untuk saham2 yang sudah turun tajam selama seminggu terakhir dengan catatan saham tersebut dari emiten yang kinerjanya bagus dan merupakan perusahaan lama seperti SMCB, GJTL.

Semoga sukses dan happy cuan....

Salam,
INVESTA
pin.2b7dd5ee (khusus untuk komunikasi investasi saham).

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.