16 Jul 2013

Property potensial rebound, perhatikan resist 450 yang harus dilaluinya, penembusan level ini akan mambawa property menuju level 515.
MNCN membentuk pola inverse Head and Sholder dengan target 3800, perhatikan all high 3675 yang menjadi resist kuat.
Selamat siang...

Sessi I ini IHSG ditutp plus 0,28% (4648), saham Infrastruktur mendominir pasar dengan kenaikan yg spektakuler hampr rata2 diatas 5%. Pasukan ini dipimpin WIKA yg naik 7%, DGIk , ADHI, WSKT, PTPP maju terus seakan pantang mundur.
Seperti ulasan saya tadi pagi memang infrastruktur berbeda dengan properti dan tidak banyak dampak negatifnya karena kebijakan BI dg kenaikan uang muka KPR dan KPA.
Infrastruktur sangat diuntungkan dengan peralihan subsidi BBM sehingga banyak proyek yg akan ditangani.
Lumayan buat yg tadi pagi memberanikan diri belanja saham2 tersebut, saya juga sempat ODT DGIK kerena colek di 191 dan 192, jemur 198 dan 200 eh dah diambil orang. Lumayan buat beli baju baru persiapan Hari Raya he..hee.
Sektor ini memang yg paling kecil resikonya dibanding yg lain, dimana jika Rupiah masih diatas 10.000 kurang nyaman memang buat beberapa saham lain. ANTM dan TINS sang jagoan 2 hari lalu hari ini nampak koreksi, wajarlah sudah naik cukup tinggi.
Harapan selanjutnya bisakan properti ketarik sektor infrastruktur? kita lihat saja perkembangan nanti dan besuk, saya sih berharap Rupiah bisa menguat lagi dibawah 10.000.
Pilihan selanjutnya spekulatif adalah group Lippo termasuk MLPL yg bisa lentur ini sayang ngantri 520 belum dikasih juga.
Saya juga perhatikan MPMX, nampaknya saham ini juga ada kecenderungan lari kencang, apakah menuju harga IPO nya di 1500?? bukan sesuatu yg mustahil. Saham ini punya group ternama juga kan? masak harus tercecer semenjak IPO sih... Dengan memperhatikan pola transaksi menarik saya untuk ikut coleh di 1250, moga2 bisa dapat rejeki juga nanti atau besuk buat beli sarungnya...

Tetap, konsen dengan saham2 infrastruktur dulu sambil menanti perkembangan.

salam, Hari Prabowo (investa)
Kebijakan menaikkan BI Rate untuk meredam pelemahan Rupiah nampaknya belum memperlihatkan hasil yang diinginkan, hal itu nampak Rupiah kemarin ditutup Rp.10.024,- melemah Rp.44,- dari hari sebelumnya.
Pelemahan rupiah diatas Rp.10.000,- ini bisa berdampak tidak bagus buat emiten2 yang banyak hutang dalam bentuk US dollar dan menaikkan harga barang2 import tentunya.
Sebaliknya bisa mendorong eksport kita karena dari sisi harga menjadi relatif lebih murah, tetapi sayang negara2 tujuan eksport seperti China sedang mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi sehingga barang eksport kita belum bisa maksimal.
Saham2 properti kemarin juga kembali tertekan, namun seharusnya  saham infrastruktur dan kontraktor tidak begitu terpengaruh dengan Peraturan BI mengenai kenaikan uang muka pembelian rumah dan apartemen. Karena lambat atau cepat anggaran yang semula untuk subsidi BBM akan dialokasikan ke pembangunan infrastruktur.
Mengenai saham ANTM dan TINS ini sangat tergantung harga komoditasnya, kalau Emas dan Perak masih naik di pasaran dunia ya ANTM dan TINS masih lanjut tetapi kalau harga komoditasnya turun ya kemungkinan harga saham tersebut akan koreksi.

Hari ini saya akan menggunakan tehnik gerilya saja, tenang2 saja dengan tetap mencermati pergerakkan saham2 pilihan bila ada kesempatan baru tembak. Kemarin juga sempat One Day Trading alias Nyopet alias Tik Tok untuk saham KLBF dan INKP. (termasuk saya tulis di rekomen kemarin pagi). Jadi sebaiknya kita sudah punya pilihan sebelum jam trading dimulai, jangan instan.
Saham KLBF, INKP, ACES, JPFA, MLPL, WIKA  ini "mental mentul" kalau turun mudah naik kembali sehingga bisa dicermati kalau nanti lagi turun.
Asing mesti net buy tapi relatif kecil belum agresif, jadi hari ini kalau rupiah masih diatas 10.000 sebaiknya perlu sabar apalagi kalau saham Bank pada turun bisa berefek domino buat saham lainnya.
Bagi traders sejati sih tetap bisa pilih saham lainnya yang lapis 2 atau 3 bisa saja untuk kegiatan harian.

Buat teman2 yang berminat sebagai Anggota terdaftar untuk jasa konsultasi investasi bisa berkomunikasi dengan kami via email, BBM atau YM.
Semoga bermanfaat.

salam, Hari Prabowo (investa)
pin 25C45392.

14 Jul 2013

Beberapa teman Traders BBM ke saya menanyakan kemungkinan Bursa untuk hari Senin, ada yg masih pegang posisi karena barusan belanja dan ada pula yg masih persiapan mau belanja karena posisi banyak di cash.
Selain tidak mudah menjawabnya, juga saya tidak menjamin pendapat saya benar  karena di pasar modal tidak ada yg bisa menjamin ketepatan analisis.
Kalau dalam tulisan saya Jum'at pagi palu menyebut belanja ANTM dan TINS yg ternyata hari itu juga masing2 naik 13,7% dan 15,2%, tentu saya juga tidak ngawur, cuma juga tidak dengan analisis yg rumit. Sederhana saa GOLD dan SILVER  hari Kamis naik tajam sehingga bisa berdampak terhadap kedua saham  yg kebetulan produsen komoditas tersebut.
Bagaimana hari Senin ini? Saya harus hati2 menentukan langkah antara lain mengenai peraturan BI tentang uang muka kredit KPR dan KPA walaupun tujuannya untuk meredam inflasi tapi berpotensi menurunkan penjualan bagi perusahaan properti. Untuk itu sementara saya belum tertarik disektor properti.
Saya juga masih mencermati perkembangan nilai tukar rupiah thdp US dollar yg walaupun BI Rate naik 6,5% ternyata belum bisa meredam pelemahan rupiah. Pelemahan ini akaibat difisit neraca pedagangan kita dan ekspektasi inflasi yg tinggi. Disisi lain kenaikan bunga kredit akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Jadi secara makro nampaknya belum bisa menaikkan IHSG secara agresif.
Saya masih pegang ANTM dan TINS moga2 masih berlanjut naik beberapa point lagi baru saya jemur dan saya akan main trading lagi jika ada saham2 yg turun berlebihan. Jadi menunggu kesempatan saja dan yg saya pakai langganan spt JPFA, KLBF, dan INKP kalau bisa dapat harga murah lagi mau juga he..hee..
MLPL kalau dibawah 500 saya akan tampung karena mudah mantul keatas lagi, dan ingat pada batas perubahan fraksi ini biasanya Bandar akan jagain. Saham INDX tetap sy hold dan kumpulkan, karena masih percaya saat masa tebus HMETD (550) selesai saham ini bisa loncat diatas 400 syukur mendekati harga tebusnya.
Buat teman2 yg sudah merespon email saya ttg rencana jasa konsultasi investasi kemarin saya ucapkan terima kasih. Saya dan teman2 Investa mulai serius membantu traders2 yg telah mendaftar serta akan menyajikan saham2 pilihan berdasarkan analisis tim  baik harian, mingguan atau bulanan. Walaupun sifatnya Disclaimer tetapi saya akan berusaha maksimal.
Terima kasih saya sampaikan kepada BNI SECURITIES Semarang yg telah bekerja sama dengan LP3M INVESTA, sehingga seluruh nasabah BNI SECURITIES Semarang punya akses dengan kami.
Salam, Hari Prabowo (investa)

13 Jul 2013

Koreksi terdalam adalah sektor Property -23,7%, dilanjutkan Finance -14,9%, Consumer 10,5%, Infrastructure -7,6%, Bandingkan dengan Koreksi IHSG 11,6%, Koreksi Property adalah koreksi yang terdalam. Koreksi terendah adalah Sektor Infrastructur, (Penulis mengesampingkan Sektor Minning, yang kita bahas disini adalah sektor yang secara trend jangka panjang masih bullish),  Belum terlihat tanda tanda reversal sektor property, kemungkinan penurunannya masih cukup dalam, penembusan ma 200 dimungkinkan, disarankan mengurangi portofolio sektor property untuk mengalihkannya ke sektor lain, sebelum ada tanda tanda reversal.

12 Jul 2013

Index finance berhenti di level 584, berpeluang untuk menutup gap di level 612.
BMTR berupaya menutup gap di area 2200, dengan volume besar, penutupan gap ini akan membawa BMTR ke target pola Doubble bottomnya di level 2425.
ROTI break down tren line dengan target terdekat 8250, stop loss di area 7350.
Bursa kemarin fokus pada penentuan  BI Rate, banyak analis yang sebelumnya mengharapkan BI Rate dinaikkan ke level 6,25% dari sebelumnya 6%, tetapi Bank Indonesia ternyata punya pertimbangan sendiri dan akhirnya menetapkan BI Rate menjadi 6,5%. Kenaikan 0,5% dianggap terlalu besar bagi pelaku pasar sehingga kemarin IHSG yang sebelumnya sempat naik diatas 3% sedikit terkoreksi dan ditutup naik 2,8% (4604).
Kenaikan BI Rate ini antara lain untuk menstabilkan nilai rupiah, mengantisipasi inflasi, dan menjaga likuiditas di pasar valas. Selain itu BI juga  menyempurnakan ketentuan mengenai ratio pemberian kredit di SEKTOR PROPERTI kepemilikan KPR dan KPA (Apartemen) untuk tipe2 tertentu.
Dari kebijakan tersebut maka marilah kita sebagai pelaku pasar mencermati dampaknya terhadap kondisi bursa secara umum dan sekor2 yang "diuntungkan" atau sebaliknya. Sayang saya belum tau peraturan terbaru mengenai ratio pemberian kredit ke sektor properti tersebut sehingga belum bisa diketahui perusahaan apa saja yang terkena akibat peraturan tersebut.
Kita lihat apakah hari ini nilai rupiah bisa menguat dengan kenaikan BI Rate kemarin, sebab kenaikan bunga dari Bank dan lembaga pembiayaan pasti hanya menunggu waktu saja dan setiap kenaikan bunga akan mempunyai akibat terhadap kredit.
Kalau bunga kredit terlalu tinggi akan membuat pengusaha mengurangi kredit perbankan sehingga akibat lebih luas pereknomian akan melambat, dan ini sudah diantisipasi BI dengan menurunkan target pertumbuhan ekonomi kita.
Apa yang akan saya lakukan hari ini adalah tetap melihat situasi gejolak rupiah, mencermati saham2 sektor properti mensikapi peraturan BI diatas apakah dinilai  menguntungkan atau memperketat kredit  KPR dan KPA.
Sore kemarin memang saya merealisir saham2 yang saya beli dua hari lalu karena "kebijakan" saya selalu menggunakan target bila target keuntungan telah tercapai maka saya merealisirnya.
Saham yang akan saya beli lagi adalah ANTM dan TINS karena harga Gold dan Silver yang kembali naik signifikan kemarin, selain itu saya masih mau koleksi lagi INDX karena harganya masih dibawah Harga Teoritis (420) setelah cum Right (HMETD). Jika logika saya benar harga saham INDX minimal 420 jadi masih ada peluang unuk membeli, jika optimis saham ini bisa saja mendekati harga tebusnya 550.

Saham Bank mungkin juga masih bisa naik karena akan mengalami margin yang meningkat dengan kenaikan suku bunga, tapi potensi kredit macet juga akan bertambah.
Moga2 kenaikan BI Rate kemarin berdampak bagus terhadap Bursa serta sesuai harapannya yaitu inflasi bisa ditekan dan rupiah menguat sehingga iklim usaha menjadi kondusif.
Bursa Global semalam berakhir bagus Dow naik 1,1%, EIDO naik 6,2% Gold naik 3% dan Siver naik 4%

Anda paling tertarik pada artikel apa ?

Flag Counter
Powered by Blogger.

.

.

.